Penemuan Susunan Genetik Kopi Untuk Aroma Kopi Baru

loading...
PintarBiologi.com - Sebuah susunan genetik/genom kopi kini sudah mulai bisa dirangkai oleh para ilmuwan. Berkat penemuan ini, maka rasa dan aroma kopi akan bisa tercipta sesuai selera sesuai dengan keinginan.

Penemuan terbaru ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah yang diterbitkan diAmerika Serikat. Berkat penemuan ini pula, maka ini akan bisa membantu pertumbuhan tanaman kopi bahkan dalam proses pengembangan varietas baru. Selain itu, juga bisa meningkatkan data tahan kopi terhadap perubahan kondisi lingkungan. Perubahan koandisi lingkungan yang terjadi sebaai akibat adanya perubahan iklim atau bisa juga akbat pengaruh pestisida.

"Dengan kita mengetahui susunan genetika kopi, maka akan membantu kita untuk bisa memahami hal menarik lainnya tentang kopi selain dari menikmatinya di pagi hari." Demikian dikatakan oleh Vistor Albert, professor ilmu biologi dari University of Buffalo.

Penemuan susunan genetik kopi (foto ilustrasi: jitunews.com)

Advertisement


Prof. Victor Albert dan timnya yang berhasil menyusun genetika kopi dari spesies coffea canephora. Salah satu jenis kopi dari kopi robusta. Perlu diketahui, bahwa jenis kopi robusta menguasai sekitar 30 persen dari produksi kopi dunia.

Coffea canephora merupakan salah satu jenis kopi komersial dari sekian banyak jenis kopi yang diperdagangkan di seluruh dunia. Sedangkasn jenis kopi yang paling terkenal dan paling besar pangsa pasarnya adalah jenis kopi arabica. Jenis kopi ini menjadi kopi favorit, karena rendahnya kandungan kadar kafein dan juga rendashnya rasa asam pada jenis kopi ini.

Keistimewaan kopi dibandingkan dengan tanaman lain, misalnya anggur dan tomat, maka gen kopi dengan familianya adalah karena kopi mampu memproduksi senyawa alkaloid dan flavonoid. Adanya senyawa itu akan membuat kualitas kopi yang khas, mulai dari aroma kopi juga rasa pahit biji kopi.

Kopi juga mengandung senyawa yang lebih banyak lain selain alkaloid dan flavnoid. Zat nlain yang dikandung kopi adalah enzim N-methyltransferases . Enzim ini berperan dalam proses pembentukan kaffein. Peneliti menemukan fakta, bahwa enzim yang terdapat pada kafein dalam kopi saling berkaitan dengan genus tanaman kopi lainnya. Dan ini tidak ditemukan pada tanaman coklat atau teh.