Belajar Biologi | Belajar Sains

Anatomi, Struktur dan Fungsi Akar Tumbuhan

Advertisement

Advertisement


loading...

PintarBiologi.com - Dalam kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang akar, yaitu seputar anatomi, struktur dan fungsi pada akar tumbuhan. Struktur anatomi akar lebih sederhana daripada batang dan biasanya lebih seragam, mungkin berkaitan dengan kurang bervariasinya lingkungan dalam tanah daripada variasi lingkungan aerial.


Akar pada tumbuhan berfungsi sebagai jangkar, melindungi tumbuhan dari tiupan angin atau arus air. Oleh karena itu, akar mampu mendukung bagian tumbuhan lainnya. Akar merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat dalam tanah dengan arah tumbuh ke pusat bumi (geotropi positif).


Akar memiliki fungsi untuk menambatkan tubuh tumbuhan pada tempat tumbuhnya atau tanah, menyerap air dan garam-garam mineral terlarut dalam tanah, serta membantu menegakkan batang. Pada beberapa tumbuhan akar juga berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan, misalnya
karbohidrat atau zat tepung.

Pada tumbuhan berbiji, kita mengenal dua tipe akar:
Tipe akar serabut (dimiliki oleh anggota Monocotyledoneae)
Tipe akar tunggang (dimiliki oleh anggota Dicotyledoneae)

Berikut ini rincian perbedaan akar serabut dan akar tunggang:

Akar Serabut (adventitious root system)


- Terjadi karena akar primer mereduksi dan akar tumbuh dari buku-buku batang di daerah epicotyl
- Bagian-bagian: serabut akar, rambut akar, tudung akar.
- Dibedakan menjadi:
1. Akar tombak/pena (fusiform)
2. Akar gasing (napiform)
3. Akar benang (filiform)


Akar Tunggang (fibrous root system)


- Tumbuh dan berkembang dari bagian lembaga yaitu calon akar (radicle) yang berada di ujung
hypocotyl kecambah
- Bagian-bagian: leher akar, batang akar, serabut akar, rambut akar, tudung akar.
- Dibedakan menjadi:
1. Akar serabut kecil
2. Akar serabut sedang
3. Akar serabut besar

Perbedaan struktur akar monokotil dan dikotil
Perbedaan struktur akar monokotil dan dikotil

Sumber: Sulisetijono, dkk. 2014

Gambar: Struktur jaringan penyusun pada akar (kiri dikotil, kanan monokotil; 1. epidermis; 2. korteks; 3. endodermis; 4. periskel; 5. xilem; 6. parenkim 7. xilem primer; 8. xilem sekunder; 9. kambium; 10. floem sekunder 11. floem primer

Akar dapat mengalami perubahan bentuk (metamorfosis) menjadi:
- Akar banir/akar papan (butreess) kenari, randu
- Akar tunjang/akar egrang (stilt; prop) pandan
- Akar pelekat (radix adligans) sirih
- Akar udara/akar gantung (radix aureus) anggrek, beringin
- Akar penggerek/akar pengisap (haustoria) benalu, tali putri
- Akar napas (pneumatophora) bogem, kayu api, mangrove
- Akar lutut (knee) tancang Umbi akar (tuber rhizogenum) ubi kayu
- Akar pembelit (cirrhus radicalis) panili
- Duri akar gembili, gembolo

Karakteristik akar secara umum:
o Akar cenderung tumbuh ke bawah atau ke samping daripada ke atas.
o Tidak ada klorofil pada akar.
o Tidak memiliki daun-daun dan tunas.
o Memiliki tudung akar pada ujungnya.
o Akar bercabang, dan berasal dari struktur endogenik.
o Posisi xilem dan floem berada pada radii yang berbeda.
o Memiliki rambut akar pada daerah dekat apeks akar.

Advertisement

Karakteristik Anatomis Akar


Tudung akar terdiri atas sel-sel parenkim dalam beragam tahaf diferensiasi. Fungsi tudung akar untuk melindungi akar.

Epidermis


Epidermis atau dikenal sebagai epiblem.Pada sebagian besar akar, rambut akar berkembang dari sel-sel epidermal di dekat meristem apeks akar. Fungsi rambut akar untuk absorbsi dan anchorage. Pada sebagian akar, rambut akar dibentuk dari sel-sel khusus yang berbeda ukuran dan metabolismenya dari sel epidermis lain yang disebut trikoblas. Pada akar aerial pada epifit tertentu, memiliki epidermis ganda yang disebut velamen. Sel-selnya mati, dinding sel mengalami lignifikasi Fungsi velamen untuk melindungi akar dan mencegah hilangnya air melalui akar.

Korteks


Pada umumnya korteks akar parenkimatous. Sebagian akar sel-sel korteks tersusun teratur, secara radial dan konsentris. Pada korteks terdapat ruang antar sel, terutama pada tumbuhan air, yang membentuk aerenkim. Sel-sel korteks sering mengandung tepung dan terkadang kristal. Sklerenkim lebih banyak pada akar monokotil daripada akar dikotil. Lapisan terluar akar di bawah epidermis ada yang mengalami diferensiasi menjadi eksodermis, dengan sel-sel yang mengalami suberisasi. Lapisan terdalam terdiferensiasi menjadi endodermis.

Endodermis


Endodermis terdiri atas selapis sel yang berbeda struktur dan fisiologinya dengan sel-sel lainnya. Pada sel endodermis muda mengalami suberisasi yang disebut pita kaspari, membentuk pita radial mengelilingi akar.

Perisikel


Perisikel pada umumnya hanya selapis sel-sel parenkimatous di sebelah dalam endodermis pada bagian perifer berkas vaskuler. Perisikel memiliki kapasitas meristematis, sering disebut perikambium.

Berkas Vaskuler


Berkas vaskuler pada akar tersusun radial. Xilem dan floem tidak pada radii yang sama. Xilem bersifat eksarch, protoxilem di sebelah luar daripada metaxilem. Akar dengan 1,2,3,4,5 dan banyak arch, masing-masing disebut monarch, diarch, triarch, tetrarch, pentarch dan poliarch. Perkembangan xilem bersifat sentripetal .Berkas floem terdiri atas pembuluh tapis, sel pengiring dan parenkim.

Anatomi Akar Dikotil


o Karakteristik anatomis akar Dikotil :
o Berkas xilem beragam antara 2-6 (diarch—heksarch).
o Perisikel selain menghasilkan akar lateral juga merisetem sekunder.
o Memiliki kambium, terjadi pertumbuhan sekunder.
o Empulur kecil atau tidak ada.

Akar dikotil
Gambar Akar dikotil

Anatomi Akar Monokotil


Karakteristik anatomi akar monokotil :
o Kelompok xilem banyak, poliarch, biasanya bervariasi anatara 11-20.
o Perisikel hanya menghasilkan akar lateral.
o Tidak memiliki kambium, tidak ada pertumbuhan sekunder.
o Empulur berkembang dan besar.

Akar monokotil
Gambar Akar monokotil

Cabang akar bersifat endogenik, artinya berkembang dari bagian dalam yaitu perisikel.


Gambar. Akar Cabang
Place Your Ad Code Here

Materi Menarik Lainnya:

loading...



Back To Top