Belajar Biologi | Belajar Sains

20 Kelainan Pada Sistem Gerak dan Penjelasannya Lengkap

Advertisement

Advertisement


loading...

20 Kelainan Pada Sistem Gerak dan Penjelasannya Lengkap - Berikut ini kelainan-kelainan yang terjadi pada sistem gerak:

1. Distrofi otot 


Distrofi otot yaitu penyakit menurun yang disebabkan oleh mutasi gen yang bertanggung jawab untuk sintesis protein otot, sehingga otot menjadi lemah. Umumnya terjadi pada laki-laki umur antara 3 – 7 tahun

2. Tetanus 


Tetanus yaitu terjadinya kontraksi otot seluruh tubuh yang kuat dalam waktu tetentu, disebabkan oleh stimulus racun yang dikeluarkan oleh Clostridium tetani. Penyakit ini menyebabkan 40-60 dari 100 orang yang terinfeksi tetanus, sehingga penting untuk dilakukan imunisasi.

3. Atrofi otot 


Atrofi otot yaitu terjadinya pengurangan ukuran otot, ketegangan dan kekuatan otot yang disebabkan oleh mengecilnya serabut-serabut otot. Segala jenis kerusakan pada neuron motorik akan menyebabkan terjadinya atrofi otot secara bertahap. Misalnya virus polio yang menyerang saraf otak dan sumsum tulang belakang menyebabkan paralisis dan atrofi otot.

Atrofi otot
Otot manusia


4. Hipertrofi 


Hipertrofi yaitu membesarnya otot yang disebabkan oleh aktivitas berat otot yang dilakukan secara terus-menerus. Otot yang mengalami hipertrofi, diameter serabut ototnya meningkat dan jumlah zat yang terdapat di dalam otot juga bertambah.
Advertisement

5. Hiperplasia 


Hiperplasia yaitu membesarnya otot yang disebabkan karena jumlah serabut otot bertambah, tetapi tidak disebabkan karena membesarnya serabut otot.

6. Osteopenia 


Osteopenia yaitu tulang-tulang pada rangka menjadi menipis dan lemah karena proses penuaan. Masa tulang menjadi kurang karena menurunnya osifikasi. Berlangsung pada usia 30-40 tahun.

7. Osteoporosis


Osteoporosis, istilah lainnya adalah keropos tulang yang dapat menyebabkan patah atau retak pada tulang. Hormon seks ikut berperan dalam proses osteoporosis, karena hormon ini berperanan dalam deposisi pada tulang.

8. Osteomalasia 


Osteomalasia yaitu tulang menjadi lunak atau tidak terlalu keras karena berkurangnya kandungan mineral di dalamnya.

9. Gigantisme 


Gigantisme yaitu suatu kondisi yang disebabkan oleh produksi hormon pertumbuhan yang berlimpah sebelum masa pubertas.

10. Acromegali 


Acromegali yaitu suatu kondisi yang disebabkan oleh efek samping dari produksi hormon pertumbuhan setelah masa pubertas, terjadi pertumbuhan rangka yang abnormal pada kartilago dan tulang-tulang pendek lainnya.

11. Ricketsia 


Ricketsia yaitu kelainan pada anak-anak yang disebabkan oleh kekurangan garam-garam kalsium di dalam rangkanya.

12. Scurvy 


Scurvy yaitu suatu keadaan dimana tulang menjadi lemah dan rapuh sebagai akibat kekurangan vitamin C.

13. Fraktur 


Fraktur yaitu tulang retak atau patah yang disebabkan oleh tekanan atau gerakan salah atau benturan dengan benda-benda keras lainnya.

14. Osteomyelitis 


Osteomyelitis yaitu sakit pada tulang yang umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri.

15. Osteopetrosis 


Osteopetrosis yaitu suatu keadaan yang disebabkan oleh menurunnya aktivitas osteoklas, sehingga masa tulang meningkat dan bentuk tulang menjadi tidak beraturan.

16. Arthritis 


Arthritis yaitu kelainan pada sinovial persendian, menyebabkan kerusakan pada kartilago persendian.

17. Bursitis 


Bursitis yaitu inflamasi pada bursa, menyebabkan rasa sakit pada hubungan antar tendon atau ligamen saat digerakan.

18. Luksasi 


Luksasi yaitu dislokasi, suatu keadaan dimana persendian keluar dari posisi semestinya.

19. Kifosis 


Kifosis yaitu suatu keadaan dimana ruas-ruas tulang belakang melengkung ke depan, dan jika melengkungnya ke bagian belakang dinamakan lordosis. Sedangkan jika ruas-ruas tulang belakang melengkung ke samping dinamakan skoliosis.

20. Rakhitis 


Rakhitis  yaitu gangguan pada bentuk tulang anak-anak yang disebabkan oleh defisiensi vitamin D. Misalnya kaki berbentuk huruf X atau O pada anak-anak.
loading...

Materi Menarik Lainnya:

loading...



Tag : Sistem Gerak
Back To Top