Ekosistem; Pengertian, Macam, Tingkatan, dan Hubungan Antar Komponen

loading...
Materi Ekosistem

a. Definisi Ekosistem

Hubungan saling ketergantungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya (makhluk tak hidup) membentuk suatu sistem disebut ekosistem. Contoh dari ekosistem adalah hutan, sawah, sungai danau dan laut. Cabang ilmu biologi yang khusus mempelajari ekosistem adalah ilmu ekologi, yaitu ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya.

Ekosistem juga didefinisikan sebagai unit fungsional yang meliputi komponen biotik dan komponen abiotik dari area spesifik. Ekosistem adalah komunitas alami yang beinteraksi satu sama lain, dengan faktor fisik dan nonfisik, seperti energi matahari, temperatur udara, angin, kelembaban udara, air, tanah dan sebagainya.

b. Pembagian Ekosistem

Dalam ilmu ekologi, sejarah terjadinya ekosistem dibedakan menjadi tiga, yaitu:
.
1). Ekosistem alami, ialah ekosistem yang terbentuk secara alami tanpa ulah campur tangan manusia. Misalnya ekosistem hutan dan ekosistem laut.

2). Ekosistem buatan, yaitu ekosistem yang terbentuk berdasarkan ulah dan campur tangan manusia sesuai dengan tujuan manusia dengan tujuan tertentu. Contoh ekosistem ini adalah ekosistem sawah dan ekosistem kebun.

3). Ekosistem suksesi, adalah ekosistem yang terbentuk diawali dengan pemusnahan akibat bencana alam. Contoh ekosistem suksesi yaitu ekosistem yang terjadi di gunung merapi akibat letusan gunung tersebut.

Ekosistem suksesi digolongkan lagi menjadi dua yaitu:

(a). Suksesi primer, adalah suksesi yang terjadi jika komunitas asal terganggu. Gangguan ini mengakibatkan hilangnya komunitas asal tersebut secara total sehingga di tempat komunitas asal terbentuk habitat baru.
.
(b). Suksesi sekunder, yaitu jika sesuatu komunitas atau ekosistem alami terganggu, baik secara alami maupun buatan (sebagai kegiatan ulah manusia), dan gangguan tersebut tidak merusak total tempat tumbuh organisme sehingga substrat lama masih ada.
.

c. Tingkatan Makhluk Hidup dalam Ekosistem

Di dalam ekosistem terdapat tingkatan makhluk hidup yaitu:

1). Individu
Individu adalah satuan makhluk hidup yang tunggal. Satu batang teratai disebut individu, begitu juga manusia. Seorang manusia disebut individu.

2). Populasi
Populasi adalah kumpulan makhluk hidup yang sejenis yang hidup menetap di daerah tertentu26. Contoh populasi tikus di sebuah sawah, dan populasi manusia di kota Semarang. Populasi senantiasa berubah-ubah dari waktu ke waktu. Jika jumlah populasi suatu jenis berubah, maka kepadatan populasinya juga akan berubah. Dengan demikian terjadilah perubahan populasi.

Perubahan kepadatan populasi organisme pada suatu daerah dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut:
 (a). Bertambahnya jumlah individu, karena terdapat individu yang lahir (natalitas) dan yang datang dari tempat lain (imigrasi).
(b). Berkurangnya jumlah individu, karena terdapat individu yang mati (mortalitas) dan yang pergi atau pindah ke tempat lain (emigrasi)

3). Komunitas
Komunitas adalah semua makhluk hidup yang hidup dalam suatu daerah atau lingkungan yang sama. Misalnya populasi tikus, populasi ular, populasi teratai, populasi padi, merupakan anggota komunitas
ekosistem sawah.
Advertisement
d. Hubungan antar Komponen Ekosistem

Ekosistem terdiri dari komponen yang saling mempengaruhi yaitu:

1). Peran Komponen Abiotik
Komponen abiotik adalah komponen tidak hidup dalam suatu ekosistem yang berpengaruh terhadap makhluk hidup antara lain tanah, udara, sinar matahari, air suhu dan sebagainya. Setiap makhluk hidup membutuhkan komponen-komponen abiotik untuk kelangsungan hidupnya.

2). Peran Komponen Biotik
Komponen biotik adalah lingkungan biologis yang meliputi seluruh organisme yang mempengaruhi kehidupan individu, populasi, atau spesies. Berdasarkan cara memperoleh makanannya, komponen biotik dalam suatu ekosistem dibagi kedalam tiga kelompok, yaitu produsen (penghasil), konsumen (pemakai) dan dekomposer (pengurai).

(a). Produsen

Semua produsen dapat menghasilkan makanannya sendiri sehingga disebut organisme autotrof. Mereka mampu membentuk zat-zat organik dari zat anorganik sederhana. Pembentukan makanan ini dapat melalui fotosintesis dengan bantuan energi cahaya dan klorofil. Yang termasuk dari organisme produsen adalah semua tumbuhan hijau yang memiliki klorofil, misalnya padi, jagung dan
rumput-rumputan.

Berikut adalah proses fotosintesis
 Gambar 2.1 proses fotosintesis pada tumbuhan hijau

(b). Konsumen

Berdasarkan cara mendapatkan makanannya konsumen memiliki tingkatan-tingkatan tertentu yang meliputi konsumen tingkat I, biasanya ditempati oleh hewan herbivora. Konsumen tingkat II ditempati oleh hewan karnivora. Sedangkan tingkat III juga ditempati oleh karnivora.

Semua konsumen tidak dapat membuat makanan sendiri di dalam tubuhnya sehingga disebut heterotrof. Mereka mendapatkan zat organik yang telah dibentuk oleh produsen atau dari konsumen lain yang menjadi mangsanya. Zat-zat organik ini digunakan oleh konsumen sebagai sumber energi.
.
(c). Pengurai

Pengurai yaitu konsumen khusus yang mengambil makanan dari bangkai atau makhluk hidup yang telah mati. Bakteri dan jamur merupakan makhluk hidup dekomposer.
.
e. Ketergantungan Antara Mahluk Hidup

1). Rantai makanan
Rantai makanan adalah perpindahan materi dan energi dari makhluk hidup yang satu ke makhluk hidup yang lain melalui proses makan dan dimakan dengan urutan tertentu.

Contoh urutan rantai makanan sebagai berikut!

Rumput => belalang =>  katak => ular

Gambar 2.2 contoh rantai makanan

2). Jaring-jaring Makanan
Konsumen tidak hanya tergantung pada satu makanan saja. Satu jenis makanan dapat dimakan oleh lebih dari satu macam konsumen. Misalnya, rumput tidak hanya dimakan belalang, tetapi gajah, kambing dan kuda juga memakannya.

Contoh jaring-jaring makanan sebagai berikut!

Gambar 2.3 contoh jaring-jaring makanan


Rantai-rantai makanan dapat saling tumpang tindih atau saling berhubungan satu sama lain membentuk suatu jaring-jaring yang simpang siur, yang disebut dengan jaring-jaring makanan

3) Piramida Makanan dan Aliran Energi
Pada rantai makanan telah dikenal tingkat trofik yang terdiri dari produsen, konsumen primer, konsumen sekunder dan seterusnya. Produsen yang bersifat autotrof menempati tingkat trofik pertama, herbivora tingkat trofik kedua, karnivora pada tingkat trofik ketiga dan seterusnya. Setiap transfer selalu ada energi yang dilepas sebagai panas.

Dengan demikian pada rantai makanan yang lebih panjang energi yang tersedia untuk tingkat trofik yang paling tinggi semakin sedikit, sehingga terbentuk piramida yang dikenal dengan piramida ekologi.
.
Gambar 2.4 Piramida makanan sebagai berikut:


Gambar 2.4 Piramida makanan

Dasar piramida selalu di tempati oleh produsen dan jumlahnya paling banyak.