Gangguan atau Kelainan yang Terjadi pada Sistem Saraf

loading...
Berikut ini beberapa gangguan atau kelainan yang terjadi pada sistem saraf. Ada beberapa gangguan atau kelainan sistem saraf yang dapat dialami oleh manusia. Berbagai gangguan itu antara lain:

a. Stroke
Stroke merupakan penyakit yang timbul karena pembuluh darah di otak tersumbat atau pecah sehingga otak menjadi rusak. Penyebab penyumbatan ini ialah adanya penyempitan pembuluh
darah (arteriosklerosis). Selain itu, bisa juga karena penyumbatan oleh suatu emboli. Ciri yang tampak dari penderita stroke misalnya wajah yang tak simetris.


Serangan stroke paling banyak terjadi akibat pecahnya pembuluh darah otak karena tekanan darah yang tinggi, karenanya Hipertensi (tekanan darah tinggi) selalu dituding sebagai penyebab stroke, sebab tekanan darah yang tinggi akan menekan dinding-dinding pembuluh darah di semua jaringan tubuh. Kondisi ini diperburuk oleh aterosklerosis (penebalan dinding pembuluh darah) dan perapuhan pembuluh darah yang terjadi secara alamiah seiring bertambahnya umur seseorang.

Dengan terjadinya aterosklerosis maka dengan sendirinya pembuluh darah menyempit yang akan meningkatkan tekanan darah dari jantung keseluruh bagian tubuh. Jika tekanan ini meningkat terus dan terjadi dalam kurun waktu yang panjang , sementara dinding pembuluh darah sudah rapuh maka kejadian pecahnya pembuluh darah sulit dielakkan. Jadi wajar jika resiko stroke akan meningkat 3 – 4 kali lipat pada penderita hipertensi dibandingkan dengan orang yang tidak menderita hipertensi. Risiko ini akan semakin besar bagi penderita Hipertensi yang merokok dan kolesterolnya tinggi.

b. Neuritis
Neuritis merupakan gangguan sistem saraf yang disebabkan tekanan, pukulan, patah tulang, dan keracunan/kekurangan vitamin B. Adanya penyakit ini menjadikan penderita sering kesemutan.


Neuritis adalah penyakit peradangan urat saraf. Penyebabnya antara lain terjadinya kerusakan pada saraf, adanya gangguan metabolisme, dan saraf yang keracunan.

Neuritis terjadi karena zat asam uric (uric acid) berubah menjadi kristal-kristal yang menimbulkan rasa sangat nyeri. Makanan daging adalah salah satu faktor penyebabnya. Menu makanan sehat yang banyak mengandung vitamin akan cepat menolong si penderita.

c. Amnesia
Amnesia merupakan gangguan yang terjadi pada otak karena disebabkan goncangan batin atau cidera. Ciri gangguan ini yakni hilangnya kemampuan seseorang mengenali dan mengingat
kejadian masa lampau dalam kurun waktu tertentu.


Amnesia: adalah ketidakmampuan untuk mengingat sebagian atau seluruh pengalaman masa lalu. Amnesia dapat disebabkan oleh gangguan organik di otak, misalnya; pada kontusio serebri. Namun dapat juga disebabkan faktor psikologis misalnya pada gangguan stres pasca trauma individu dapat
kehilangan memori dari peristiwa yang sangat traumatis.

Berdasarkan waktu kejadian, amnesia dibedakan menjadi:

a. Amnesia anterograd, yaitu apabila hilangnya memori terhadap pengalaman/informasi setelah titik waktu kejadian. Misalnya; seorang pengendara motor yang mengalami kecelakaan, tidak
mampu mengingat peristiwa yang terjadi setelah kecelakaan.

b. Amnesia retrograd, yaitu hilangnya memori terhadap pengalaman/informasi sebelum titik waktu kejadian. Misalnya, seorang gadis yang terjatuh dari atap dan mengalami trauma kepala, tidak mampu mengingat berbagai peristiwa yang terjadi sebelum kecelakaan tersebut

d. Transeksi
Transeksi merupakan gangguan pada sistem saraf terutama medula spinalis karena jatuh atau tertembak. Akibat yang timbul yakni penderita akan kehilangan segala rasa (mati rasa).

e. Parkinson
Parkinson merupakan penyakit yang terjadi karena kekurangan neurotransmiter dopamine pada dasar ganglion. Secara fi sik, penderita ini memiliki ciri tangan gemetaran saat istirahat, gerak susah, mata sulit berkedip, dan otot kaku sehingga salah satu cirinya adalah langkah kaki menjadi kaku.


Penyakit Parkinson adalah suatu kelainan degeneratif sistem saraf pusat yang sering merusak motor
penderita itu keterampilan, ucapan, dan fungsi lainnya. Penyakit Parkinson mempengaruhi gerakan
(gejala motorik). Gejala lainnya termasuk gangguan suasana hati, perilaku, berpikir, dan sensasi (non- motor gejala). Gejala-gejala penyakit Parkinson hasil dari aktivitas sangat berkurang dari neuron
dopaminergik, yang terutama di daerah pars compacta dari nigra substantia. Ulasan depresi estimasi
kejadian di mana saja dari 20-80% dari kasus. Penyakit Parkinson tidak dianggap sebagai penyakit yang fatal dengan sendirinya, namun berkembang dengan waktu

f. Epilepsi
Epilepsi merupakan penyakit yang disebabkan oleh adanya luka, infeksi, tumor, atau lainnya terutama pada jaringan-jaringan otak, sehingga terjadi letusan-letusan listrik (impuls) pada neuron-neuron di otak.


Epilepsi merupakan suatu gangguan fungsional kronik yang relatif sering terjadi dimana ditandai oleh aktivitas serangan yang berulang. Serangan kejang yang merupakan gejala atau manifestasi utama epilepsi dapat diakibatkan kelainan fungsional (motorik, sensorik atau psikis).


Epilepsi

Serangan tersebut tidak lama, tidak terkontrol serta timbul secara episodik. Serangan ini mengganggu kelangsungan kegiatan yang sedang dikerjakan pasien pada saat itu. Serangan ini berkaitan dengan pengeluaran impuls oleh neuron serebral yang berlebihan dan berlangsung lokal

g. Poliomielitis
Poliomielitis ialah penyakit yang menyerang neuron-neuron motorik sistem saraf pusat terutama otak dan medula spinalis oleh infeksi virus. Penderitanya mengalami berbagai gejala seperti panas, sakit kepala, kaki duduk, sakit otot, dan kelumpuhan.

Poliomielitis adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus polio dan dapat mengakibatkan terjadinya kelumpuhan. 50%-70% dari kasus polio adalah umur 3-5 tahun.

Poliomielitis adalah penyakit kelumpuhan akut yang menular disebabkan oleh virus polio. Predileksi virus polio pada sel kornu anterior medulla spinalis, inti motorik batang otak dan area motorik korteks otak menyebabkan kelumpuhan serta atrofi otot.