Inilah Bahaya Merkuri Bagi Kesehatan Manusia

loading...

Mencermati berita online hari ini, 3 Februari 2016 di Media online Merdeka.com, nampaknya PintarBiologi perlu juga membahasnya. Dalam headlinenya, Merdeka.com menulis: "Ahok marah dituding biang kerok warga Bantargebang sakit-sakitan". Warga kawasan Bantar Gebang sakit-sakitan, diduga gara-gara pencemaran limbah merkuri di area tersebut.

Berikut ini kami kutipkan sebagian berita yang dimaksud: "Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tak mau disalahkan terkait pencemaran sampah di kawasan Bantargebang, Bekasi. Banyak warga di kawasan tersebut mengeluh sakit-sakitan, air yang dikonsumsi diduga tercemar merkuri hingga kelainan genetika pada tubuh.

Sudah sekitar 26 tahun, kawasan Bantargebang menjadi tempat penampungan sampah dari Jakarta. Kejadian ini mulai menyedot perhatian banyak pihak yang meminta Ahok menghentikan pasokan sampah dari Jakarta.

Ahok heran ada pihak-pihak yang menudingnya sebagai orang yang harus bertanggung jawab atas kondisi ini. Padahal, kata dia, sudah sejak lama kawasan Bantargebang menjadi Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST), sedangkan dirinya baru tiga tahun menjabat di Jakarta.

"Kok saya disalahkan? Saya di sini baru berapa lama? Itu yang ngomong siapa?," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (2/2).


Warga mendemo Gubernur Jakarta, Ahok


Nama Merkuri akhir-akhir ini cukup marak dibicarakan oleh masyarakat kita, terutama akibat terjadinya kasus buyat dimana banyak warga yang menderita penyakit aneh bahkan ada yang sampai meninggal. Kejadian ini dicurigai sebagai akibat Merkuri yang berasal dari limbah pabrik sekitar dan kasus ini sampai saat ini masih sedang dalam proses investigasi oleh instansi berwenang.

Merkuri ( air raksa, Hg) adalah salah satu jenis logam yang banyak ditemukan di alam dan tersebar dalam batu-batuan, biji tambang, tanah, air dan udara sebagai senyawa anorganik dan organik. Umumnya kadar dalam tanah, air dan udara relatif rendah. Berbagai jenis aktivitas manusia dapat meningkatkan kadar ini, misalnya aktivitas penambangan yang dapat menghasilkan merkuri sebanyak 10.000 ton / tahun. Pekerja yang mengalami kontak dengan Merkuri dapat menderita berbagai jenis penyakit yang membahayakan.

Jenis dan Bahaya Merkuri Terhadap kesehatan


Dikenal 3 bentuk merkuri, yaitu:

1. Merkuri elemental (Hg): terdapat dalam gelas termometer, tensimeter air raksa, amalgam gigi, alat elektrik, batu batere dan cat. Juga digunakan sebagai katalisator dalam produksi soda kaustik dan desinfektan serta untuk produksi klorin dari sodium klorida.

2. Merkuri inorganik: dalam bentuk Hg++ (Mercuric) dan Hg+ (Mercurous) Misalnya:
- Merkuri klorida (HgCl2) termasuk bentuk Hg inorganik yang sangat toksik, kaustik dan digunakan sebagai desinfektan
- Mercurous chloride (HgCl) yang digunakan untuk teething powder dan laksansia (calomel)
- Mercurous fulminate yang bersifat mudah terbakar.

3. Merkuri organik: terdapat dalam beberapa bentuk, a.l. :
- Metil merkuri dan etil merkuri yang keduanya termasuk bentuk alkil rantai pendek dijumpai sebagai kontaminan logam di lingkungan. Misalnya memakan ikan yang tercemar zat tsb dapat menyebabkan gangguan neurologis dan kongenital.
- Merkuri dalam bentuk alkil dan aryl rantai panjang dijumpai sebagai antiseptik dan fungisida.

Bahaya Utama Merkuri Terhadap Kesehatan Manusia


1. Merkuri elemental (Hg)


Uap merkuri yang terhirup paling sering menyebabkan keracunan, sedangkan unsur Merkuri yang tertelan ternyata tidak menyebabkan efek toksik karena absorpsinya yang rendah kecuali jika ada fistula atau penyakit inflamasi gastrointestinal atau jika merkuri tersimpan untuk waktu lama di saluran gastrointestinal. Merkuri yang masuk kedalam tubuh melalui Intravena dapat menyebabkan emboli paru.

Karena bersifat larut dalam lemak, merkuri elemental ini mudah melalui sawar otak dan plasenta. Di otak ia akan berakumulasi di korteks cerebrum dan cerebellum dimana ia akan teroksidasi menjadi bentuk merkurik (Hg++ )  ion merkurik ini akan berikatan dengan sulfhidril dari protein enzim dan protein seluler sehingga menggangu fungsi enzim dan transport sel. Pemanasan logam merkuri membentuk uap merkuri oksida yang bersifat korosif pada kulit, selaput mukosa mata, mulut, dan saluran pernafasan.

2. Merkuri inorganik


Sering diabsorpsi melalui gastrointestinal, paru-paru dan kulit. Pemaparan dalam jangka pendek dengan kadar yang tinggi dapat menyebabkan gagal ginjal sedangkan pada pemaparan jangka panjang dengan dosis yang rendah dapat menyebabkan proteinuri, sindroma nefrotik dan nefropati yang berhubungan dengan gangguan imunologis.

3. Merkuri organik


Terutama bentuk rantai pendek alkil (metil merkuri) dapat menimbulkan degenerasi neuron di korteks cerebri dan cerebellum dan mengakibatkan parestesi distal, ataksia, disartria, tuli dan penyempitan lapang pandang. Metil merkuri mudah pula melalui plasenta dan berakumulasi dalam fetus yang mengakibatkan kematian dalam kandungan dan cerebral palsy.

Pemeriksaan Penunjang


Riwayat pajanan terhadap Merkuri sangat menolong dalam diagnosis keracunan Merkuri. Tanpa adanya riwayat tersebut analisis Laboratorium sangat diperlukan, misalnya kadar Merkuri dalam darah atau urin.

Secara normal kadar merkuri dal;am darah adalah < 4 ug/dl. Beratnya gejala keracunan bentuk alkil rantai pendek berhubungan dengan kadar dalam darah. Pada kadar 20-50 ug/dl biasanya menimbulkan gejala dan pada 150 ug/dl berdampak fatal. Sedangkan dalam urin secara normal kadar merkuri ( kecuali merkuri alkyl rantai pendek ) dibawah 10 ug/L , jika kadar urin melebihi 100 ug / L maka tubuh jelas terpapar oleh merkuri sedangkan pada kadar melebihi 300 ug / L akan menimbulkan adanya gejala simptomatil.

Pengobatan Akibat Keracunan Merkuri 

 

  • Untuk keracunan uap Merkuri segeralah membawa korban ketempat berudara segar dan pemberian bantuan napas mungkin diperlukan. Sedangkan keracunan akibat penelanan merkuri tindakan pengosongan lambung mungkin diperlukan serta premberian karbon aktif dan larutan katartik juga mungkin bermanfaat dan pada pasien yang keracunan Merkuri yang simptomatik kecuali alkyl rantai pendek segera lakukan terapi Kelasi.
  • D-PENICILLAMINE., diberikan pada kasus keracunan gas merkuri dan merkuri inorganik yang tidak berat, keracunan merkuri elemental kronis dan neuropati akibat merkuri inorganik. Kontra indikasi: pasien yang alergi penicillin. Terapi dihentikan jika terjadi: febris, rash, leukopeni dan trombositopenia. Efek merugikan lainnya: nausea, vomitus, neuritis optikus dan sindroma lupus. 
  • BAL ( Dimercaprol) , diberikan pada kasus keracunan merkuri inorganik yang berat, pasien simtomatik, adanya kerusakan ginjal atau alergi penisilin.
    Kontra indikasi: pasien keracunan metil merkuri (merkuri organik) karena BAL meningkatkan kadar merkuri pada sistim syaraf pusat.