Belajar Biologi | Belajar Sains

Praktikum: Analisis Algae dan Protozoa Dari Alam

Advertisement

Advertisement


loading...

ANALISIS ALGAE DAN PROTOZOA DARI ALAM


A. Pendahuluan


Protista dikenal penting dalam kehidupan, sebab dalam ekosistem perairan mereka merupakan produser yang kehadirannya mendukung komunitas yang ada disana. Protista sangat beragam ada yang tampak seperti hewan-hewan yang sangat kecil ada pula yang nampak layaknya tumbuhan. Sebagian lagi ada yang hidup
bergantung pada materi organik yang berasal dari bangkai seperti halnya jamur.

Protista dapat ditemukan hampir disemua perairan, sangat penting bagi ekosistem perairan karena sebagian besar berperan sebagai produsen yaitu berupa plankton. Protista sendiri dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu protista yang menyerupai tumbuhan atau lebih dikenal sebagai algae/ganggang, protista yang menyerupai hewan atau protozoa dan protista yang menyerupai jamur. Perlunya mengenal dan mempelajari kelompok-kelompok organisme yang masuk dalam golongan ini tentu saja karena perannya yang begitu penting dalam kehidupan manusia, baik yang menguntungkan maupun merugikan sehingga kita dapat mengadakan langkah yang tepat dalam menghadapi keberadaan protista ini.

Peranan yang menguntungkan dari protista pada kelompok algae/ganggang antara lain sebagai sumber makanan beberapa jenis ganggang dapat digunakan dalam pembuatan agar-agar, menghasilkan beberapa bahan dasar yang bernilai ekonomis (seperti zat kresik, asam arginat, agar dan karagin) dan sebagai penyedia makanan dan oksigen bagi kehidupan di air sedangkan bahaya keberadaan ganggang dalam jumlah yang besar dapat menimbulkan keracunan dan kematian pada ikan dan tumbuhan air. Kelompok protozoa antara lain dapat membantu proses pembusukan (Entamoeba coli), bahan dasar pembuatan alat gosok (endapan cangkang radiola di dasar perairan) dan sebagai indikator keberadaan minyak bumi (endapan kerangka globigerina) sedangkan bahaya yang ditimbulkannya bagi manusia sangat banyak utamanya sebagai penyebab beberapa penyakit seperti Plasmodium sp. yang ditengarai sebagai penyebab penyakit
malaria.


1. Algae


Algae merupakan organisme eukariotik yang mengandung klorofil dan bersifat autotrof, alga memiliki ukuran yang sangat beragam. Algae termasuk dalam kingdom Protista (organisme eukariotik uniseluler) dan memiliki divisi Chlorophyta (memiliki klorofil). Terdiri dari 1 sel (unicellular) dan banyak sel (multicellular) ada yang berukuran mikroskopis (blue-green algae/cyanobacteria) dan juga terdapat algae yang berukuran makroskopis (Pirrhophyta, Euglenophyta, Rhodophyta, Phaeophyta, Chrysophyta dan Chlorophyta). Algae memiliki klorofil namun tidak selalu berwarna hijau karena bisa saja memiliki pigmen lain seperti karotenoid (jingga), phycoeritrin (merah) dan xantofill. Terkadang warna-warna pigmen lain ini lebih dominan sehingga menutupi warna hijau klorofil dan akibatnya Algae tidak berwarna hijau (Singleton dan Sainsbury, 2006).

Reproduksinya dapat secara aseksual yakni pembelahan sel dan fragmentasi serta secara seksual dengan isogami, anisogami, oogami. Algae termasuk organisme tingkat rendah yang belum mempunyai diferensiasi jaringan. Pada umumnya algae melakukan proses fotosintesa, sehingga dapat menggunakan energi cahaya matahari untuk sintesa bahan-bahan organik dan sitoplasma sel dari CO2 dan H2O dan zat-zat organik. Hampir semual algae memiliki klorofil, tetapi tidak semuanya berwarna hijau karena tertutup oleh pigmen-pigmen lainnya.

Arti penting algae antara lain sebagai fitoplankton, untuk stabilisasi dan perbaikan sifat fisik tanah yakni algae tanah, sebagai pupuk yakni algae merah dan algae coklat, serta sebagai sumber vitamin yakni ganggang hijau yang mengandung vitamin B1, C dan K dalam jumlah yang cukup besar. Di bidang pertanian algae jenis Laminaria sp. digunakan untuk pupuk pertanian. Spirogyra dan Chara braunii dalam bidang sains digunakan sebagai bahan percobaan fotosintesis, sedangkan beberapa ganggang merah seperti Eucheuma spinosum dan Agardhiella digunakan sebagai dasar pembentukan gel untuk media biakan mikrobiologis serta fase padat pada elektroforesis gel.


a. Blue-green algae (Ganggang biru-hijau)


Berdasar cara pembelahan sel-nya yang biner dan struktur selnya yang sama dengan bakteri, blue green algae/sianobakteri digolongkan dalam kelompok bakteri dan dinamakan Schizophyt dan bersifat prokariotik. Adanya sifat-sifat fisiologi yang sama dengan tumbuhan kemudian menyebabkan organism ini dinamai Blue green algae atau Blue-green algae (Schlegel, 1994). Blue-green algae berukuran mikroskopis. Blue-green algae tersebar luas, banyak ditemukan di perairan tanah yang lembab, permukaan dinding tembok, pot, batu karang yang lembab. Bahkan ditemukan pula di tempat yang kurang menguntungkan lingkungannya. Beberapa jenis dijumpai pada sumber air panas.

Ciri dari Blue Green algae antara lain merupakan tumbuhan bersel satu, benang (filamen) dan hidup berkoloni, Memiliki klorofil, karotenoid serta pigmen fikobilin yang terdiri dari fikosianin dan fikoeritin (sering disebut ganggang biruhijau).

b. Azolla


Dinding sel mengandung peptida, hemiselulosa dan selulosa, kadangkadang berlendir, Inti sel tidak memiliki membran (prokarion).

Azolla merupakan sejenis pakis yang mengambang bebas di air tawar, termasuk dalam famili Azollaceae dan orde Pteridophyta. Terdapat enam spesies Azolla. Pada umumnya, Azolla ditemukan di daerah tropis dan sub-tropis. Azolla tumbuh secara alami di aor tergenang dari saluran air, kanal, kolam, sungai, tanah berawa. Anabaena azollae dhidup di rongga daun Azolla, dia dapat memperbaiki nitrogen di atmosfer dalam jumlah tinggi karena adanya ganggang simbolis dalam daun (Basak et al. 2002).

Azolla sp
Azolla sp


Azolla adalah tumbuhan paku air yang biasa ditemukan di kolam, sungai, danau atau sawah. Azolla berasal dari kata azo yang berarti kering dan ollyo yang berarti terbunuh. Sehingga azolla akan mati apabila kekeringan karena hidupnya di atas air dan berkelompok. Tumbuhan azolla di habitatnya bersimbiosis dengan Anabaena azollae yang merupakan salah satu jenis mikroalga. Anabaena azollae termasuk blue-green algae yang dapat menambat Nitrogen dari udara melalui kerjasama atau simbiosis dengan Azolla sp.Secara morfologi, azolla dapat dibedakan menjadi tiga bagian yaitu akar, rhizoma dan daun. Akar terdiri dari seberkas akar yang kecil-kecil. Rhizoma merupakan generasi sporofit, sedangkan daun terdiri dari dua lobi yaitu lobus dorsal dan lobus ventral. Daun berongga, di dalamnya hidup Anabaena azollae. Perakaran azolla menjadi habitat banyak mikro dan makroorganisme.

2. Protozoa


Protozoa berasal dari kata protos yang berarti pertama dan zoo yang berarti hewan sehingga disebut sebagai hewan pertama. Protozoa tergolong dalam filum hewan bersel satu yang dapat melakukan reproduksi seksual (generatif) maupun aseksual (vegetatif). Protozoa merupakan organisme yang bersel tunggal, dimana beberapa spesies mempunyai lebih dari satu nukleus (inti sel) pada bagian atau seluruh daur hidupnya. Seperti halnya sel pada tubuh makhluk hidup lainnya, sel protozoa dilapisi oleh tiga lapisan uni membran yang didalamnya terdapat ektoplasma, endoplasma dan nukleus. Dalam endoplasma ditemukan nukleus, mitokondria, badan golgi dan sebagainya, sedangkan ektoplasma ditemukan flagela, cilia dan sebagainya.

Protozoa merupakan organisme heterotrof yang mampu memanfaatkan bahan organik maupun anorganik, pada lingkungan tempat tumbuhnya sebagai nutrisi. Organisme ini memegang peranan utama pada penanganan limbah organik, sehingga effluent yang dihasilkan tidak mencemari lingkungan (Parwanayomi 2008).

Protozoa memiliki distribusi kosmopolitan dan memainkan peran integral dalam dekomposisi bahan organik, di siklus nutrisi dan dalam pemeliharaan aliran energi dalam ekosistem darat dan air (Kouris et al. 2006).

Berdasarkan alat geraknya, protozoa dibagi menjadi 4 golongan, yakni sarkodina (bergerak secara amuboid), mastigophora (ada flagela), chiliata (terdapat cilia) dan Sporozoa (tidak ada bentuk dewasanya). Protozoa pada dasarnya bergerak menggunakan 4 tipe organela yang merupakan bagian dari ektoplasma yaitu : flagela (bentuk langsing seperti rambut tunggal yang panjang), cilia (bentuk flagela yang kecil dan lebih pendek), pseudopodia (Organela sementara yang menonjol biasanya digunakan untuk bergerak/menangkap makanan) dan undulata bergerigi (pergerakan dengan menggunakan bentuk gelombang dari sel denganpergerakan dari belakang kedepan dan sebaliknya).

B. Tujuan


1. Mengetahui cara mengisolasi algae dan protozoa dari alam
2. Mengetahui cara mengidentifikasi secara visual algae dan protozoa dari alam
3. Memahami perbedaan antara algae dan protozoa
4. Mengetahui peranan algae dan protozoa dalam lingkungan pertanian

C. Alat, Bahan dan Cara Kerja


1. Alat : mikroskop binokuler, alat tulis, pipet tetes, mortar, kaca preparat, deglass.
2. Bahan : sampel air sawah, sampel air telaga dan Azolla

3. Cara kerja

a. Algae dan Protozoa dari air telaga dan sawah

1) Mengambil sampel air menggunakan pipet dan diletakkan pada kaca preparat.
2) Mengamati kaca preparat di bawah mikroskop binokuler.
3) Melakukan identifikasi morfologi mikrobiota (Algae dan Protozoa) yang ada di air.
4) Menggambar hasil pengamatan serta memberi keterangan.

b. Azolla

1) Pengamatan morfologi
a. Mengambil Azolla.
b. Mengamati dan menggambar morfologi Azolla dan sporangium yang terbentuk.

2) Pengamatan mikroskopis
a) Mengambil daun Azolla secukupnya.
b) Meletakkan pada mortar dan menambahkan sedikit aquades.
c) Menumbuk hingga halus.
d) Mengambil sedikit dengan pipet,meletakan di atas kaca preparat dan deglass.

3) Mengamati di bawah mikroskop binokuler.
4) Menggambarkan serta memberi keterangan sel vegetatif dan sel heterosit Anabaena azollae.
loading...

Materi Menarik Lainnya:

loading...



Back To Top