Tranfusi Darah: Pengertian dan Manfaatnya

loading...

Pengertian Tranfusi Darah


Transfusi darah adalah suatu proses pekerjaan memindahkan darah atau pemberian darah dari orang yang sehat kepada orang yang sakit. Ahli-ahli yang terdahulu sudah berpendapat, bila seseorang kehilangan darah yang banyak harus diganti dengan darah atau bila seseorang kekurangan darah harus ditambah dengan darah, agar organ-organ tubuh berfungsi normal.

Kira-kira 100 tahun yang lalu sudah mulai dicoba melakukan transfusi, tetapi ternyata banyak menimbulkan bahaya atau kematian, sehingga sempat dilarang melakukan transfusi itu. Tetapi pada tahun 1900 setelah Dr.Karl Landsteiner menemukan golongan darah dan setelah ditemukan sel darah dapat diperpanjang hidupnya dalam larutan gula dan juga setelah ditemukannya anticoagulant, maka transfusi mulai berkembang dan banyak yang tertolong orang-orang yang kehilangan darah atau orang yang kekurangan darah.

Sebenarnya transfusi itu sangat penting dan seharusnya merupakan program nasional, tetapi sesuai dengan kondisi dan kemampuan negara hal ini belum merupakan masalah yang begitu dipikirkan.

 

Manfaat Transfusi Darah


Manfaat Transfusi Darah adalah sebagai berikut:

  • Menambah jumlah darah yang beredar dalam badan orang yang sakit, yang darahnya berkurang karena sesuatu sebab misalnya operasi atau perdarahan sewaktu melahirkan, kecelakaan.
  • Menambah kemampuan darah dalam badan si sakit untuk membawa zat asam atau O2, misalnya untuk penyakit-penyakit dimana sel-sel darahnya tidak berfungsi dengan baik, sehingga sel-sel darah itu cepat pecah dalam badan sendiri dan kemampuan darah untuk mengolah zat asam jadi berkurang. Disini jumlah CC darah penderita sama saja dengan orang biasa, tetapi kalau darahnya ada 5 liter, yang berfungsi baik hanya 3 liter.

Transfusi darah adalah suatu cara membantu pengobatan dan transfusi darah tidak bisa berdiri sendiri, jadi membantu cara pengobatan yang sudah ada. Suatu Kekhususan dari transfusi darah adalah sumber untuk darah itu terbatas. Sumber darah adalah tubuh manusia sendiri, dan tidak semua orang bisa menjadi donor, dan darah tidak dapat dibuat secara synthetis. Penentuan pasien yang akan diberi transfusi darah harus tepat dan diyakini benar-benar bahwa transfusi darah akan menolong sisakit.

Proses tranfusi darah
Proses tranfusi darah (foto: Dream.co.id)

Ukuran orang-orang yang menderita Thalasemia, yaitu penyakit darah dimana sel-sel darahnya tidak bisa hidup sepanjang waktu yang normal, penghancuran sel darahnya lebih cepat, sedangkan tubuh tidak bisa mengikuti pembuatan sel darah lebih cepat, sehingga pada umur tertentu terjadi kekurangan darah, untuk ini harus diberi transfusi darah sesuai dengan kebutuhannya. Biasanya penderita ini akan meninggal pada usia muda / sebelum berusia 10 tahun.

Bahaya transfusi darah diberikan kepada orang yang tidak kehilangan darah, misalnya untuk penderita Thalasemia tadi, ialah terjadinya penimbunan zat besi. Satu liter darah mengandung 50 mg zat besi. Tubuh kita hanya mampu mengeluarkan kelebihan itu sebanyak 1 mg perhari. Jadi dapat terjadi kelebihan zat besi di dalam tubuhnya, yang memerlukan pengobatan tersendiri (Haemosiderosis). Transfusi darah bukanlah pekerjaan yang tanpa resiko. Pada saat sekarang telah dipikirkan efisiensi penggunaan darah, yaitu darah tidak diberikan secara keseluruhan kepada orang sakit, tetapi apa yang dibutuhkan saja. Misalnya apabila yang dibutuhkan hanya sel darah merah, maka yang diberi hanya sel darah merahnya saja.

Darah umumnya dipandang sebagai cairan tubuh yang kental, berwarna merah dan tidak transparan serta berada dalam suatu ruang tertutup yang dinamai sebagai sistem pembuluh darah. Uraian yang demikian tentang darah lebih bersifat deskriptif, hanya menyebutkan apa yang dilihat, dari pada bersifat definitif, yang bersifat menguraikan secara analitis tetapi ringkas tentang hakikat sesuatu yang didefinisikan tersebut. Batasan yang tepat bahwa defenisi Darah adalah jaringan tubuh yang berbeda dengan jaringan tubuh lain,berada dalam konsistensi cair, beredar dalam suatu sistem tertutup yang dinamakan sebagai pembuluh darah dan menjalankan fungsi transpor berbagai bahan serta fungsi homeostasis. (Gandasoebrata.R, 1995)

Penggolongan darah sebagai suatu jaringan didasarkan atas defenisi jaringan, yaitu sekelompok sel atau beberapa jenis sel, yang mempunyai bentuk yang sama dan menjalankan fungsi tertentu. Hanya saja, berbeda dengan jaringan lain,sel-sel yang terdapat dalam darah dan dinamai sebagai sel-sel darah tidaklah terikat satu sama lain membentuk suatu struktur yang bernama organ, melainkan berada dalam keadaan suspensi dalam suatu cairan.

Baca juga:

Dengan demikian, darah dapat dibagi 2 bagian besar. Bagian pertama adalah unsur yang berbentuk atau figuratif, yang dapat dilihat dengan bantuan mikroskop. Bagian kedua adalah unsur tidak berbentuk atau non-figuratif. Dinamakan demikian karna bagian ini tidak dapat dilihat secara kasat mata dengan bantuan alat apapun. Kehadiran unsur ini hanya dapat diketahui secara kimia. Dengan demikian dapatlah dikatakan,bahwa bagian ini terdiri atas berbagai bahan yang terlarut di dalam cairan darah.