Belajar Biologi | Belajar Sains

Tumbuhan Lumut (Bryophyta): Pengertian, Ciri, Klasifkasi, Siklus Hidup dan Manfaatnya Bagi Manusia

Advertisement

Advertisement


loading...

Pengertian


Tumbuhan Lumut (Bryophyta) adalah adalah kelompok tumbuhan yang sederhana yang hidup di tempat-tempat basah atau lembab di darat. Tumbuhan ini banyak dijumpai di tebing-tebing tanah, batuan, di hutan, di tepi sungai dan di cabang pepohonan sebagai epifit.

Semua lumut merupakan tumbuhan autotrop fotosintetik, tak berpembuluh, tetapi sudah memiliki batang dan daun yang jelas dapat diamati meskipun akarnya masih berupa rizoid. Maka lumut dianggap sebagai peralihan antara tumbuhan thallus ke tumbuhan berkormus, karena memiliki ciri thallus berupa rizoid dan kormus yang telah menampakkan adanya bagian batang dan daun. Bryophyta tidak memiliki jaringan yang diperkuat oleh lignin, oleh karenanya memiliki profil yang rendah, tingginya hanya 1–2 cm dan yang paling besar tingginya tidak lebih dari 20 cm.

Lumut merupakan organisme multi seluler eukariotik yang menunjukkan peralihan ciri thalus ke kormus yang telah beradaptasi dengan kehidupan darat, sehingga dimasukkan ke dalam Kingdom Plantae. Lumut dapat dengan mudah dijumpai di tempat yang lembap atau basah, seperti menempel pada pohon dan di permukaan batu bata. Di kutub, lumut merupakan penyusun ekosistem tundra (padang lumut). Lumut yang hidup di permukaan batu bata berbentuk seperti beludru yang berwarna hijau. Ada juga yang berupa lembaran menempel pada tebing atau dinding sumur. Lumut yang hidup di pohon, tubuhnya menjulur panjang, menggantung. Lumut kering yang dijual sebagai media tanaman disebut moss. Lumut mengalami pergiliran keturunan (metagenesis). Dalam daur hidupnya, lumut mengalami dua fase kehidupan, yaitu fase gametofit (haploid) dan fase sporofit (diploid). Alat perkembangbiakan jantan berupa antheridium dan alat perkembangbiakan betina berupa arkegonium.

Tumbuhan lumut dengan sporofit muda dan bagian-bagian lumut
Gambar: Tumbuhan lumut dengan sporofit muda dan bagian-bagian lumut


Ciri – Ciri Tumbuhan Lumut


Berikut ini ciri-citi tubuh tumbuhan lumut:
a. Sel – sel penyusun tubuhnya telah memiliki dinding sel yang terdiri dari selulosa.
b. Pada semua tumbuhan yang tergolong lumut terdapat persamaan bentuk susunan gametangiumnya (anteredium maupun arkegonium) terutama susunan arkegoniumnya, mempunyai susunan yang khas yang sering kita jumpai pada tumbuhan paku (pteridophyta).
c. Batang dan daun pada tumbuhan lumut yang tegak memiliki susunan yang berbeda – beda, jika batangnya dilihat secara melintang tampak bagian – bagian sebagai berikut:
 1. Selapis sel kulit, beberapa sel diantaranya memanjang membentuk rizoid – rizoid epidermis.
 2. Lapisan kulit dalam yang tersusun atas beberapa lapisan sel dinamakan korteks.
 3. Silinder pusat terdiri dari sel – sel parenkimatik yang memanjang dan berguna untuk mengangkut air dan garam – garam mineral (makanan).
Jadi pada tumbuhan lumut belum terdapat floem maupun xylem.
d. Daun lumut umumnya setebal satu lapis sel, kecuali ibu tulang daun, lebih dari satu lapis sel. Sel –se l daun kecil , sempit panjang dan mengandung kloroplas yang tersusun seperti jala.
e. Pada tumbuhan lumut hanya terdapat pertumbuhan memanjang dan tidak ada pertumbuhan membesar.
f. Rizoid tampak seperti rambut / benang – benang , berfungsi sebagai akar untuk melekat pada tempat tumbuhnya dan menyerap air serta garam –garam mineral (makanan).
g. Struktur sporofit (sporogonium) tubuh lumut terdiri atas:
1. Vaginula , kaki yang diselubungi sisa dinding arkegonium.
2. Seta atau tangki
3. Apofisis, yaitu ujung seta yang agak melebar yang merupakan peralihan antara seta dan kotak spora
4. Kaliptra atau tudung berasal dari dinding arkegonium sebelah atas menjadi tudung kotak spora.
5. Kolumela, jaringan yang tidak ikut mengambil bagian dalam pembentukan spora.

Struktur sporofit (sporogonium)
Gambar: Struktur sporofit (sporogonium)


Reproduksi


Reproduksi lumut bergantian antara seksual dengan aseksualnya, reproduksi aseksualnya dengan spora haploid yang dibentuk dalam sporofit, sedangkan reproduksi seksualnya dengan membentuk gamet – gamet, baik gamet jantan maupun gamet betina yang dibentuk dalam gametofit.

Ada 2 macam gametangium , yaitu sebagai berikut:
1. Arkegonium adalah gametangium betina yang bentuknya seperti botol dengan bagian lebar yang disebut perut, bagian yang sempit disebut leher.
2. Anteredium adalah gametangium jantan yang berbentuk bulat seperti gada. Dinding anteredium terdiri dari selapis sel sel yang mandul dan didalamnya terdapat sejumlah sel induk spermatozoid.

Reproduksi aseksual dan seksual berlangsung secara bergantian melalui suatu pergiliran keturunanyang disebut metagenesis.

 

Klasifikasi


Digolongkan menjadi dua kelas, namun berdasarkan penelitian terbaru maka lumut dibagi menjadi tiga kelas yaitu Musci, Hepaticeae, dan Anthoceroraceae.

a. Lumut daun / Musci 
Lumut daun banyak terdapat ditempat — tempat yang lembab, mempunyai stniktur seperti akar yang disebut rizoid dan struktur seperti daun. Siklus hidup lumut mengalami pergantian antara generasi haploid dengan diploid. Sporofit pada umumnya lebih kecil , berumur pendek dan hidup tergantung pada gametofit. Contoh lumut ini antara lain: Polytricum juniperinum, Furaria, Pogonatum cirratum, Aerobrysis longissima, dan lumut gambut Sphagnum.

b. Lumut hati (Hepaticeae)
 Tubuhnya terbagi menjadi dua lobus sehingga tampak seperti lobus pada hati. Siklus hidup lumut ini mirip dengan lumut daun. Di dalam spongaria terdapat sel yang berbentuk gulungan disebut alatera. Elatera akan terlepas saat kapsul terbuka, sehingga membantu memencarkan spora. Lumut ini juga dapat melakukan reproduksi dengan cara aseksual dengan sel yang disebut gemma, yang merupakan struktur seperti mangkok dipermukaan gametofit. Contoh lumut hati adalah Marchantia polymorpha dan Porella.

c. Lumut tanduk (Anthocerotaceae)
 Mempunyai gametofit lumut hati; perbedaannya adalah terletak pada sporofit lumut ini mempunyai kapsul memanjang yang tumbuh seperti tanduk dari gametofit, masing – masing mempunyai kloroplas tunggal yang berukuran besar, lebih besar dari kebanyakan tumbuhan lumut.Contoh lumut tanduk adalah Anthoceros laevis.

Siklus Hidup


Pada tumbuhan lumut terjadi pergiliran keturunan antara fase yang menghasilkan sel kelamin atau gamet yang disebut gametofit dan fase yang menghasillkan spora (sporofit).Gametofit merupakan bentuk tubuh yang haploid sedangkan sporofit diploid (kromosomnya berpasangan). Proses pergiliran keturunan ini disebut metagenesis. Kedua fase ini berlangsung secara bergiliran.

Ketika spora telah matang, maka ia akan dilepaskan dari kotak spora dan diterbangkan angin. Jika spora tersebut jatuh di tempat yang lembab maka akan tumbuh menjadi benang-benang halus berwarna hijau yang disebut protonema. Selanjutnya benang-benang tersebut akan tumbuh menjadi tumbuhan lumut seperti yang kita lihat sehari-hari.

Tumbuhan lumut dewasa akan menghasilkan sel kelamin jantan (spermatozoid) yang dibentuk dalam struktur khusus yaitu anteridium, dan sel telur yang dibentuk dalam alat kelamin betina yang disebut arkegonium. Pada beberapa jenis tumbuhan lumut anterdium dan arkegonium berada dalam satu tumbuhan atau berumah satu (homotalus). Pada umunya kelamin jantan dan betina dihasilkan pada talus yang berbeda disebut berumah dua (heterotalus).

Seperti pada lumut hati Marchantia anatara kelamin jantan dan betina terpisah pada talus yang berbeda. Sperma yang dihasilkan oleh anteridium akan berenang atau terbawa percikan air menuju sel telur. Hasil perkawinan sperma dan sel telur selanjutnya akan membentuk zigot yang selanjutnya akan berkembang menjadi embrio.

Zigot yang terbentuk tumbuh menjadi sporogonium, yakni tumbuhan baru berupa tangkai dengan kotak spora diujungnya menyerupai kapsul. Bagian tumbuhan baru yang terbentuk dari zigot ini disebut sporofit yang hidupnya menumpang pada gametofit. Demikian siklus pembiakan pada tumbuhan lumut, terjadi pergiliran antara keturunan kawin (generatif) dan keturunan tak kawin (vegetratif). Fase yang dominan pada tumbuhan lumut adalah gemetofit atau tumbhan lumut itu sendiri yang kita lihat sehari-hari. Pada lumut daun biasanya kita hanya dapat menemukan satu sporofit tumbuh diatas gametofit, tetapi pada lumut hati beberapa sporofit dapat tumbuh pada satu gametofit.

metagenesis lumut
Jika kedua gametangia terdapat dalam satu individu disebut berumah satu (Monoseus). Jika terpisah pada dua individu disebut berumah dua (Dioseus). Gerakan spermatozoid ke arah ovum berupakan gerak kemotaksis, karena adanya rangsangan zat kimia berupa lendir yang dihasilkan oleh sel telur.

Manfaat Tumbuhan Lumut Bagi Manusia


Tumbuhan lumut tidak berperan langsung dalam kehidupan manusia , tetapi ada spesies tertentu yang dimanfaatkan oleh penduduk untuk mengobati hepatitis, yaitu Marchantia polymorpha. Selain itu jenis – jenis lumut gambut dari genus Sphagnum dapat digunakan sebagai pembalut atau pengganti kapas. Tumbuhan lumut juga memiliki peran dalam ekosistem sebagai penyedia oksigen, penyimpan air (karena sifat selnya yang menyerupai spons), dan sebagai penyerap polutan.

Jika dibandingkan dengan alga, lumut lebih sedikit manfaatnya bagi manusia. Lumut disebut sebagai tumbuhan pioner karena rizoidnya dapat menembus permukaan batuan. Proses ini secara bertahap membentuk tanah baru. Selain itu, adanya lumut pada permukaan tanah  dapat mencegah erosi. Lumut yang mati akan hancur dan menjadi penambah zat organik dalam tanah. Kelak tanah tersebut akan subur dan cocok untuk pertumbuhan tanaman lain yang lebih besar. Lumut yang tumbuh di daerah tundra, yaitu Sphagnum sp. merupakan makanan rusa kutub.

Beberapa contoh manfaat tumbuhan lumut lainnya bagi manusia adalah:
  1. Marchantia polymorpha sebagai obat penyakit hepatitis.
  2. Sphagnum fimbriatum, S. squamosum, S. acutifolium, S. ruppinense sebagai bahan pengganti kapas.
  3. Sebagai bantalan lumut di hutan, mampu menyerap air hujan dan air salju yang mencair.
  4. Lumut gambut di daerah rawa sebagai penyubur tanah.
  5. Lumut merupakan vegetasi perintis (tumbuhan pionir).
loading...

Materi Menarik Lainnya:

loading...



Back To Top