Belajar Biologi | Belajar Sains

Osmoregulasi Pada Ikan: Pola Regulasi dan Organ yang Digunakan

Advertisement

Advertisement


loading...


Pengertian Osmoregulasi


Osmoregulasi adalah suatu proses pengaturan tekanan osmosa, yaitu: upaya hewan air untuk mengkontrol keseimbangan air dan ion antara tubuh dan lingkungannya.

Osmoregulasi penting dilakukan terutama oleh organisme air, karena:

  • harus ada keseimbangan antara substansi tubuh dan lingkungan
  • membran sel yang permeable mrpkn tempat lewatnya beberapa substansi yang bergerak cepat.
  • adanya perbedaan tekanan osmose antara cairan tubuh dan lingkungan

Tidak ada organisme yang hidup di air tawar tidak melakukan osmoregulasi. Sedangkan pada ikan air laut, beberapa diantaranya hanya melakukan sedikit upaya untuk mengontrol tekanan osmose dalam tubuhnya

Semakin jauh perbedaan tekanan osmose antara tubuh dan lingkungan, semakin banyak energi metabolisme yang dibutuhkan untuk melakukan osmoregulasi sebagai upaya adaptasi, namun tetap ada batas toleransi.

Osmoregulasi merupakan fungsi fisiologis yang membutuhkan energi, dikontrol oleh penyerapan selektif ion-ion yang melewati insang dan pada beberapa bagian tubuh lainnya dikontrol oleh pembuangan yang selektif terhadap garam-garam (Stickney 1979 dalam Bestian 1996). 

Osmoregulasi erat kaitannya dengan salinitas, yakni upaya untuk mengontrol keseimbangan air denga konsentrasi total dari ion-ion yang terlarut dalam air, seperti Na (nstrium), K (kalium), Ca (kalsium), Mg (magnesium), Cl (khlor), SO4 (sulfat), dan HCO3 (asam karbonat) antara tubuh dan lingkungannnya (Effendi 2003). 

Selama osmoregulasi, hewan air membutuhkan keseimbangan osmotik antara cairan tubuh dan media yang sangat penting terhadap kelangsungan hidupnya. Kemampuan osmoregulasi bervariasi yang dapat dipengaruhi oleh suhu, musim, umur, kondisi fisiologis ikan, jenis kelamin, dan perbedaan geografis yang disebabkan oleh perbedaan genotif (Kimne 1964 dalam Bestian 1996)


Osmoregulasi Beberapa golongan Ikan (Telesostei)


Ada tiga pola regulasi:

1. Regulasi Hipertonik atau Hiperosmotik

Yaitu pengaturan secara aktif konsentrasi cairan tubuh yang lebih tinggi dari konsentrasi media, misal: pada potadrom (ikan air tawar) Potadrom mempertahankan konsentrasi cairan tubuhnya dengan mengurangi minum dan memperbanyak urine

2. Regulasi Hipotonik atau Hipoosmotik

Yaitu pengaturan secara aktif konsentrasi cairan tubuh yang lebih rendah dari konsentrasi media, misal: pada oseandrom (ikan air laut).
  • Oseanodrom memperbanyak minum dan mengurangi volume urine
  • Diadrom, melakukan aktivitas osmoregulasi seperti petadrom bila berada di air tawar dan seperti oseanodrom bila berada di air laut.

3. Regulasi Isotonik atau Isoosmotik

Yaitu bila konsentrasi cairan tubuh sama dengan konsentrasi media, misalnya ikan-ikan pada daerah estuarine (ikan eurihaline).

Ikan eurihalin, konsentrasi cairan tubuhnya hampir sama dengan lingkungannya, sehingga hanya sedikit melakukan osmoregulasi

Osmoregulasi Beberapa Golongan Ikan


Ikan Elasmobransi, melakukan osmoregulasi dengan cara menahan urea sampai konsentrasi dalam darah meningkat kira-kira 5 % untuk meningkatkan total tekanan osmose darah ke tingkat yang lebih tinggi dibanding air laut.

Osmoregulasi pada ikan air tawar dan ikan air laut
Osmoregulasi pada ikan air tawar dan ikan air laut

Osmoregulasi pada ikan air laut berbeda dengan ikan air tawar. Ikan air laut hidup dalam medium yang memiliki konsentrasi osmotik lebih tinggi dari cairan tubuhnya sehingga ikan cenderung kehilangan kandungan air melalui kulit dan insang serta masuknya garam-garam melalui proses difusi (hipoosmotik).
 
Ion-ion natrium dan klorida diserap oleh usus dan dibuang melalui ginjal. Sementara ikan air tawar memiliki konsentrasi media yang lebih rendah dari konsentrasi cairan tubuhnya (hiperosmotik) sehingga secara alami air bergerak masuk kedalam tubuh dan ion-ion keluar ke lingkungan secara difusi. Beberapa organ yang berperan dalam osmoregulasi antara lain: insang, kulit, ginjal, usus, dan darah. Insang menurut Tridjoko (2009), tempat pertukaran antara oksigen yang masuk kedalam darah dengan CO2 yang keluar dari darah yang terjadi secara difusi pada pembuluh darah dalam insang. Peredaran darah dalam filamen insang merupakan pertemuan antara pembuluh darah yang berasal dari jantung yang masih banyak mengandung CO2 dengan pembuluh darah yang akan meninggalkan filamen insang yang kaya akan oksigen. 

Difusi oksigen pada filamen insang dibantu oleh tekanan air yang terdapat pada rongga mulut dan air dipaksa keluar melului insang yang dijelaskan pada gambar berikut ini:

Morfolofi insang
Morfolofi insang

Organ Osmoregulasi


Beberapa organ yang berperanan dalam proses osmoregulasi ikan, ntara lain: insang, ginjal dan usus

Organ-organ ini melakukan fungsi adaptasi di bawah kontrol hormon osmoregulasi, terutama hormon-hormon yang diekresi oleh pituitari, ginjal dan urofisis.

Kata kunci pada postingan ini:
  • Elasmobransi = ikan bertulangrawan
  • Teleostei = ikan bertulang sejati atau bertulang keras

loading...

Materi Menarik Lainnya:

loading...



Tag : Ikhtiologi
Back To Top