Cara Mudah dan Praktis Membuat Pupuk Organik/Kompos Sendiri

loading...

Pengertian Pupuk Organik


Pupuk organik adalah pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup, seperti pelapukan sisa-sisa tanaman, hewan, dan manusia. Pupuk organik dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Pupuk organik mengandung banyak bahan organik daripada kadar haranya. Sumber bahan organik dapat berupa kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, sisa panen (jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, dan sabut kelapa), limbah ternak, limbah industri yang menggunakan bahan pertanian, dan limbah kota (sampah).
Pencemaran lingkungan berhubungan erat dengan sampah karena sampah merupakan sumber pencemaran. Permasalahan sampah timbul karena tidak seimbangnya produksi sampah dengan pengolahannya dan semakin menurunnya daya dukung alam sebagai tempat pembuangan sampah. Salah satu alternatif pengolahan sampah adalah memilih sampah organik dan memprosesnya menjadi pupuk organik berupa kompos atau pupuk hijau.

 

Manfaat Pupuk Organik


Manfaat pupuk organik meliputi:
  1. Meningkatkan produksi pertanian baik kualitas maupun kuantitas,
  2. Mengurangi pencemaran lingkungan,
  3. Meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan
  4. Meningkatkan produktivitas lahan dan dapat mencegah degradasi lahan.
  5. Memperbaiki sifat fisika, kimia biologi tanah serta lingkungan.
  6. Berperan sebagai sumber energi dan makanan mikroba tanah sehingga dapat meningkatkan aktivitas mikroba tersebut dalam penyediaan hara tanaman.

Penambahan bahan organik berpengaruh pada pertumbuhan tanaman. Hal ini disebabkan karena adanya senyawa yang berpengaruh terhadap aktivitas biologis di dalam tanah. Senyawa tersebut meliputi senyawa perangsang tumbuh (auxin), dan vitamin. Senyawa-senyawa ini di dalam tanah berasal dari eksudat tanaman, pupuk kandang, kompos, sisa tanaman dan juga berasal dari hasil aktivitas mikrobia dalam tanah.

Di samping itu, diindikasikan asam organik dengan berat molekul rendah, terutama bikarbonat (seperti suksinat, ciannamat, fumarat) hasil dekomposisi bahan organik, dalam konsentrasi rendah dapat mempunyai sifat seperti senyawa perangsang tumbuh, sehingga berpengaruh positip terhadap pertumbuhan tanaman. Kandungan bahan organik tanah merupakan ciri penting suatu tanah, karena bahan organik tanah mempengaruhi sifat-sifat tanah melalui berbagai cara. Hasil perombakan bahan organik mampu mempercepat proses pelapukan bahan-bahan mineral tanah; distribusi bahan organik di dalam tanah berpengaruh terhadap pemilahan (differentiation) horison. 

Cara Mudah dan Praktis Membuat Pupuk Organik/Kompos Sendiri
Pupuk Organik

Komponen pupuk organik yang paling berpengaruh terhadap sifat kimiawi tanah adalah kandungan humusnya. Humus dalam kompos mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Humus yang menjadi asam humat atau jenis asam lainnya dapat melarutkan zat besi (Fe) dan alumunium (Al) sehingga fosfat yang terikat besi dan alumunium akan lepas dan diserap oleh tanaman. Selain itu humus merupakan penyangga kation yang dapat mempertahankan unsur hara sebagai bahan makanan untuk tanaman.
Komposisi pupuk kandang yang berasal dari berbagai jenis ternak


Untuk mendapatkan kompos yang mempunyai kualitas yang baik, maka dalam pembuatannya melalui beberapa langkah dan pemahaman yaitu :
  1. Pengembangan MOL untuk mempercepat penghancuran bahan yang mau dikomposkan dipotong-potong dalam ukuran kecil untuk mempercepat bakteri masuk pada bahan yang dikomposkan.
  2. Pengomposan harus terlindung dari sinar matahari langsung dan air hujan .
  3. Memperhatikan perbandingan bahan yang dikomposkan disesuaikan dengan kondisi C/N ratio dari bahan organik.
  4. Mempertahankan sirkulasi udara (aerasi) pada saat pengomposan harus terpelihara.
  5. Menjaga suhu dalam proses Pengomposan agar terjaga dan tetap mendukung kerja mikro organisme.
  6. Menjaga kelembaban agar tetap optimal.
  7. Membunuh biji-biji gulma
  8. Membunuh sumber penyakit terutama patogen / sumber penyakit cendawan
  9. Meningkatkan kadar nutrisi bagi tanaman.

Cara Mudah dan Praktis Membuat Pupuk Organik/Kompos Sendiri 


Untuk membuat pupuk organik, meliputi 2 tahapan, yaitu pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) dan pembuatan pupuk organik itu sendiri. Mari kita bahas bersama-sama.

 

1. Membuat Mikroorganisme Lokal (MOL)


1. Siapkan bahan dan alat pembuatan MOL

Bahan :
  • Limbah sayuran (kangkung 3 kg, Sawi 3 kg, Kol 4 kg) atau bahan pengganti
  • Limbah cucian beras (leri) : 1 liter
  • Garam 5 % dari berat bahan : 0,5 kg
  • Gula merah/ molases : 2 % dari berat bahan : 2 ons
  • Air secukupnya
Alat :
  • Pisau : 1 bh
  • Talenan : 1 bh
  • Ember/drum plastik 20 liter : 1 bh
  • Plastik : 1 meter
  • Tampah/ember : 1 bh

2. Buat MOL sebagai starter pembuatan pupuk organik dengan cara :
  • Kangkung, sawi dan kol dipotong kr lebih 1 cm.
  • Dimasukkan dalam ember secara berlapis, + 10 cm.
  • Taburkan garam krokos/kasar diatasnya,
  • Buat secara berlapis tinggi 20 cm) hingga bahan potongan sayuran habisyang dipergunakan habis
  • Siram dengan air leri, serta air larutan gula merah/ molases
  • Tambahkan air hingga ¾ ember.
  • Aduk rata hingga garam dan gula benar-benar melarut.
  • Tutup rapat dengan plastik, dan ikat erat. Diatas plastik berikan air, hingga plastik cekung.
  • Setelah 3-4 minggu MOL sudah jadi.

3. Tanda-tanda MOL yang sudah jadi :
  • Cairan berwarna kuning kecoklatan;
  • Berbau segar;
  • Keasaman/pH 3-5.

2. Membuat Pupuk Organik


  1. Siapkan bahan untuk membuat pupuk organik berupa : jerami, dedaunan, dedak dan bahan organik lainnya yang sudah dipotong-potong serta MOL
  2. Buat pupuk organik/ kompos dengan cara : Bahan organik disusun berlapis-lapis dari bawah ke atas : jerami, kotoran hewan, dedaunan dan dedak. Setiap lapisan setebal 10-15 cm disiram dengan MOL lalu terakhir ditutup plastik
  3. Pengadukan dilakukan setiap 10 hari
  4. Ciri-ciri kompos yang sudah jadi yaitu apabila dikepal tidak panas dan remah