Belajar Biologi | Belajar Sains

Penjelasan Lengkap Biosistematika Hewan

Advertisement

Advertisement


loading...

Penjelasan Lengkap Biosistematika Hewan


Keanekaragaman makhluk hidup di dunia sangat bervariasi. Kira-kira satu juta jenis hewan dan lima ratus ribu jenis tumbuhan telah deskripsi, dan yang belum dideskripsi kira-kira 3 – 10 juta jenis. Setiap spesies mungkin memiliki berbagai perbedaan bentuk berdasarkan seks, umur, kelompok, musim, morfologi dan fenomena lain. Tidak mungkin untuk mempelajari keanekaragaman makhlik hidup di dunia ini tampa pengelompokan dan dan klassifikasi. Metoda dan prinsip yang digunakan dalam pengelompokan hewan yang beraneka ragam ini dipelajari didalam ilmu sitematik hewan (systematic zoology).
 
Taksonomi berasal dari bahasa latin taxis = susun, dan nomos = aturan, sedangkan deffinisi dari taksonomi adalah ilmu yang mempelajari tentang teori dan praktek pengelompokan hewan. Sistematik berasal dari kata latin systema, yaitu suatu sistem klassifikasi yang dikembangkan oleh seorang naturalist Linneaus tahun 1735. Sedangkan definisi sistematik moderen menurut Simpson (1961) adalah studi mengenai bentuk keaneka ragaman organisme dan bentuk hubungan biologi antara mereka atau ringkasnya sistematik adalah ilmu yang mempelajari keaneka ragaman organisme.
 
Salah satu fungsi utama ilmu sistematik adalah untuk determinasi dengan cara membandingkan sifat yang dimiliki oleh setiap spesies pada tingkatan takson yang lebih tinggi. Fungsi lain untuk determinasi apakah sifat takson tertentu memiliki kesamaan atau perbedaan karakter biologi antara satu dengan yang lainnya.
 
Jadi sistematik itu sendiri lebih terfokus pada variasi dalam takson. Secara keseluruhan sistematik memegang suatu posisi yang unik dan sangat diperlukan dalam ilmu biologi. Klassifikasi membuat diversitas organisme dapat diterima pada disiplin ilmu yang lain.
 

Prinsip dasar sistem Klasifikasi


  • Kesamaan ciri
  • Tingkatan taxon:

Tingkatan takson makhluk hidup
Tingkatan takson makhluk hidup

Ciri-ciri yang diperlukan untuk klasifikasi:
 
1. Jumlah jaringan: Diploblastik, Triploblastik
2. Struktur tubuh : Acoelomata, Pseudocoelomata, Coelomata
3. Ciri lainnya : Simetri, Buku (Segmen), Appendage, Skeleton, Seks (Kelamin), Perkembangan embrio (Holoblastis, Meroblastis), Larva (Trochopor, planula, mirasidium dll).
 
Peraturan dalam pemberian nama ilmiah (Kongres Zoologi Internasional, 1911):
 
  1. Nama binatang dan tumbuhan harus berbeda
  2. Tidak ada 2 genera pada hewan mempunyai nama yang sama & spesies yang sama.
  3. Tidak ada suatu nama yang diprioritaskan
  4. Nama ilmiah harus bahasa latin atau dilatinkan
  5. Nama genus harus tunggal dan dimulai dengan huruf besar
  6. Nama species harus kata tunggal, dimulai dengan huruf kecil (kata sifat yang menerangkan genus), kecuali nama yang telah memakai huruf besar
  7. Nama Author berhak dicantumkan dibelakang nama species
  8. Apabila nama genus baru diusulkan, tipe speciesnya harus ditunjukan
  9. Nama famili dibentuk dari nama genus dengan penambahan idae dan subfamili dengan inae
  10. Jika ada nama genus atau species di usulkan berlaku hukum prioritas, yaitu nama yang diusulkan dahulu, berhak di pakai

Klasifikasi Hewan


Klasifikasi tidak diberikan secara lengkap, hanya takson-takson yang cukup penting diberikan. Untuk memudahkan mengingatnya dibelakang nama takson dicantumkan arti kata asalnya, misalnya G berasal dari kata Greek (Yunani), L berasal dari kata latin.
 

A. Subkingdom: Protozoa


1. Filum: Protozoa (G. Protos=pertama; Zoon=hewan)


Hewan yang pertama di dunia.
 
Kelas-kelasnya terdiri atas :
 
  1. Rhizopoda (G.Rhiza=akar, podous=kaki). Mempunyai pseudopodium untuk pergerakan. Contoh: a. Amoeba proteus ,hidup diair tawar, b. Entamoeba histolytica, parasit dalam usus.
  2. Flagellata (L.flagellum=cambuk kecil). Mempunyai satu atau lebih flagella untuk pergerakan. Contoh: a. Euglena, flagella yang hidup diair tawar, b. Trypanosoma,parasit dalam darah.
  3. Sporozoa (G.spora=benih, zoon=hewan). Sebagai parasit dalam daur hidupnya mengalami pembiakan dengan pembentukan spora. Contoh: Plasmodium vivax penyebab malaria.
  4. Ciliata (L.Cillium=bulu mata). Mempunyai banyak sillia untuk pergerakan. Contoh: a. Paramaesium caudatum, hidup diair tawar, b. Vorticella,hidup diair tawar, c. Balantidium coli, parasit pada usus.

B.Subkingdom Metazoa (Tubuh Terdiri Atas Banyak Sel )


I. Filum Porifera (L.Porus = lubang kecil;Ferre = mengandung)


Pada tubuhnya terdapat pori-pori untuk masuknya air. Air keluar melalui oskulum, mempunyai rangka atu spikula dan akuatik. Contoh: a. Crantia, b. Euspongia, rangka dari spongia, hidup diair laut, c. Spogila,hidup diair tawar.
 

II. Filum Coelenterata (G.Koilos = rongga;Enteran = usus)


Bentuk tubuh radial simetri, usus berupa kantung, tak ada anus, tentakel dengan nematosit.
 
Kelas-kelasnya terdiri atas:
 
  1. Hydrozoa, Contoh: a. Hydra,hidup diair tawar, b. Obelia,ada bentuk polip (koloni) medusa,hidup di air laut, c Physalia,hidup di air laut.
  2. Scypozoa,sebangsa ubur-ubur,bentuk medusa, Contoh: Aurelia aurita
  3. Antozoa,bangsa hewan karang dan anemon laut, Contoh:a.Fungia, karang jamur, b. Acropora, c. Metridium

III. FilumPlatihelminthes (G.Platy=pipih; Helminth=cacing)


Cacing yang pipih,saluran pencernaan tak lengkap atau tidak ada saluran pencernaan dan biasanya hermaphrodit.

Kelas-kelasnya terdiri atas:
 
  1. Turbelaria. Contoh: Planaria, hidup diair tawar.
  2. Trematoda, Fasciola hepatica, parasit dihati ternak.
  3. Cestoda (G.Cestos = ikat pinggang). Contoh: Taenia saginata, cacing pita sapi, Taenia solium,cacing pita babi.

IV. Filum Aschelminthes (Nemathelminthes; G.Nema=benang)


Biasanya berbentuk silindris,diliputi kutikula dan uniseksual. Kelas: Nematoda. Contoh: Ascaris lumbricoides (cacing perut/cacing gelang), Ancylostoma duodenale, (cacing tambang), Enterobius vermicularis (cacing kremi).
 

V. Filum Annelida (L.Annulus=cincin kecil)


Dibagian luar tubuh terdapat cincin-cincin, saluran pencernaan sempurna dan biasanya hermaphrodit.
 
Kelas-kelasnya terdiri atas :
  1. Polychaeta (G.Poly = banyak; chaeta = seta). Contoh: Nereis, hidup diair laut
  2. Olygochaeta (G.Olligai = sedikit). Contoh: Pheretima,cacing tanah; Tubifek, hidup didasar air tawar
  3. Hirudinea (L.Hirudo = lintah). Tak ada seta, mempunyai pengisap. Contoh: Hirudo medicinalis, lintah air tawar Haemadipsa zaeylanica, pacet.

 

VI. Filum Molusca (L.Mollis=lunak). 


Tubuh lunak, tak bersegmen, mempunyai struktur yang disebut mantel yang dapat membentuk cangkang.
 
Kelas-Kelasnya :
  1. Gastropoda (G.Gaster=perut; podous=kaki). Biasanya mempunyai satu cangkang diluar tubuh,bentuk terputar. Contoh: Achatina fulica, bekicot. 
  2. Pelecypoda (Lamellibranchiata, Bivalva) (G.Pelekys = kapak; podous = kaki). Punya sepasang cangkang kiri-kanan, insang berlapis-lapis (lamella). Contoh: Corbicula, kerang air tawar. 
  3. Cephalopoda (G.cephalo=kepala; podous=kaki). Tentakel-tentakel (kaki) terdapat disekeliling kepala. Contoh: Loligo indica, sotong; Sepia,cumi-cumi; Octopus gurita.

VII. Filum :Arthropoda (G.Arthron=ruas). 


Tubuh dan kakinya beruas-ruas, rangka luar mengandung kitin.
 
Kelas-Kelasnya:
  1. Crustacea (L.Crusta=cangkang keras). Contoh: a.Daphnia, kutu air.
  2. Hexapoda (G.Hexa=enam)atau Insecta;(L.Insecta=dibagi-bagi). Tubuh terbagi tiga bagian : kepala, thorak, dan abdomen, tiga pasang kaki pada thorak, ada mata facet dan tunggal dan kebanyakan bersayap. Contoh Formica (semut)
  3. Arachnida (G.Arachne =labah-labah). Bangsa labah-labah, pada bagian abnomen terdapat alat untuk membuat benang sarang. Contoh : Nephila maculata, labah-labah kuning, Argione undulate
  4. Myriapoda, bangsa lipan, Tubuh terdiri dari kepala dan badan yang bersegmen banyak, bentuk tubuh panjang. Contoh: Scolopendra, lipan besar, Geophilus, kelemayar.

VIII. Filum Echinodermata (G.Echinos =duri;derma=kulit). 


Tubuh radial simetri,rangka dalam dari kapur, permukaan tubuh berduri, hidup di laut.
 
Kelas-kelasnya:
  1. Asteroidea (G.Astron=bintang). Contoh: Asterias, bintang laut merah.
  2. Echinoidea (G.Echinos=duri). Contoh: a. Diadema,berduri panjang dan tajam, b. Colobocentrotus, duri tidak tajam.
  3. Holothuroidea,bangsa teripang. Contoh:a.Holothuria atra, teripang hitam.
  4. Ophiuroidea, brittle star. Contoh :Ophiolepsis
  5. Crinoidea, lili laut/bakung laut. Contoh; Asterias, Antedon

IX. Filum Chordata (G.Chorda=tali)


Tubuh bilateral simetris, saluran pencernaan lengkap, mempunyai korda pada bagian medio-dorsal, kadang-kadang hanya pada tingkat embrio. Syaraf pusat dibagian medio- dorsal.
 
  • Subfilum 1. Tunicata (G.Tunica=mantel penutup). Korda dan pusat syaraf dibagian dorsal hanya pada tingkat larva, sedangkan dewasa mempunyai tunika. Contoh:Ciona,hewan yang hidup dilaut
  • Subfilum 2. Cephalochordata (G.Cephalo = kepala). Kordata terentang hingga kebagian kepala, bentuk seperti ikan. Contoh : Eranchiostoma, hewan ini lebih dikenal dengan nama Amphioxus
  • Subfilum 3. Agnatha (G.Gnatos=rahang). Bentuk seperti ikan, tak mempunyai rahang dan sirip yang berpasangan. Contoh: Pteomyzon, hewan ini menempel pada ikan dan memakan dagingnya.
  • Subfilum 4. Gnathostomata (G.Gnathos=rahang;stoma=mulut). Mempunyai rahang serta sirip berpasangan atau anggota tubuh. Agnatha dan Gnathostomata dikelompokkan sebagai hewan vertebrata.

1). Superkelas Pisces (L.Pisces=ikan )


Hewan bersifat aquatik sirip berpasangan (s.pektoral dan s.pelvik) dan sirip tunggal (s.dorsal, s.kaudal, s.anal), bernafas dengan insang, rongga hidung tidak berhubungan dengan rongga mulut.
 
  • Kelas Chondrichthyes (G.Chondros=rawan;ichthys=ikan). Ikan bertulang rawan, sisik runcing, halus, mengarah kebelakang, mulut ventral dengan gigi-gigi tajam. Punya beberapa pasang celah insang, kebanyakan hidup di laut.
  • Kelas Osteicthyes (G. osteon=tulang; ichthys=ikan). Bangsa ikan bertulang sejati, mulut biasanya terminal, insang ditutup operkulum dan biasanya sisiknya pipih. Contoh Cyprinus carpio (Cypriniformes, Cyprinidae).

2). Superkelas Tetrapoda


Vertebrata biasanya hidup didarat (secara sekunder menjadi akuatik), berkaki empat, rangka dari tulang, rongga hidung berhubungan dengan rongga mulut.
 
  1. Kelas Amphibia (G.Amphi=kedua belah;bios=hidup). Hewan yang hidup didaratan dan diair (tak pernah dilaut). Contoh Bufo melanoctitus, kodok. 
  2. Kelas Reptilia (L. Repere=merayap). Kulit keras, sering bersisik, bernafas dengan paru-paru, biasanya bertelur dan bersifat poikilothermal. Contoh : Phyton reticulates, ular sanca, Crocodillus prosus, buaya. 
  3. Kelas Aves (L. avis=burung). Tubuh ditutupi oleh bulu, anggota depan menjadi sayap.Bagian depan distal bersisik, tak bergigi, mulut berparuh, dilapisi oleh zat tanduk Contoh Columba livia, merpati. 
  4. Kelas Mamalia. Tubuh ditutupi rambut, mempunyai kelenjar susu untuk meyusui anak-anaknya.Vertebtre leher biasanya 7 ruas.Termasuk hewan homoithermal Contoh: Babi Sus vitatus, babi hutan, Pongo pygmaeus orang hutan di Sumatera.
loading...

Materi Menarik Lainnya:

loading...



Back To Top