Kolon dan Rektum; Fungsi dan Mekanisme Buang Air Besar Pada Manusia

loading...

Fungsi Kolon dan Rektum


Fungsi utama dari kolon adalah menyerap air dan elektrolit dari kimus menjadi bentuk padat feses dan menyimpan feses sampai bisa dieksresikan.Sekitar 1500 ml kimus biasanya melewati katub iliosaekal menuju usus besar setiap hari.

Kebanyakan air dan elektrolit dalam kimus ini diserap di dalam kolon, biasanya hanya meninggalkan sekitar 100ml dari cairan yang akan dieksresikan ke dalam feses. Pada pokoknya semua ion diserap dan hanya meninggalkan 1 hingga 5 miliequivalen setiap ion sodium dan klorida di dalam feses. Kebanyakan penyerapan di usus besar terjadi di pertengahan proksimal dari kolon, sehingga dapat disebut juga kolon penyerapan (absorbing colon). (Guyton, 2006)

Di dalam usus besar tidak terjadi pencernaan karena tidak terdapat enzim-enzim pencernaan. Namun, bakteri kolon melakukan pencernaan terhadap sebagian selulosa dan menggunakannya untuk kepentingan metabolisme mereka sendiri.

Kolon dan rektum pada manusia
Kolon dan rektum pada manusia

Mekanisme Buang Air Besar


Kontraksi haustra secara lambat mengaduk-aduk isi kolon maju mundur untuk dapat menyelesaikan penyerapan sisa cairan dan elektrolit. Tiga sampai empat kali sehari, umumnya setelah makan terjadi peningkatan nyata mortalitas. Terjadi kontraksi simultan segmen-segmen besar di kolon asenden dan transversum, sehingga dalam beberapa detik feses terdorong sepertiga sampai tiga perempat dari panjang kolon.

Baca juga: Anatomi dan Histologi Kolon dan Rektum

Kontraksi-kontraksi massif yang diberi nama gerakan massa (mass movement) ini, mendorong isi kolon ke bagian distal usus besar, tempat isi tersebut di simpan sampai terjadi defekasi. Sewaktu gerakan masa di kolon mendorong isi kolon ke dalam rektum terjadi peregangan rektum yang kemudian merangsang reseptor regang di dinding rektum dan memicu refleks defekasi. 

Refleks ini disebabkan oleh sfingter anus internus (yang terdiri dari otot polos) untuk melemas dan rektum serta kolon sigmoid untuk berkontraksi lebih kuat. Apabila sfingter ani eksternus (yang terdiri dari otot rangka) juga melemas terjadi defekasi.Karena otot rangka sfingter ani eksternus berada dibawah kontrol kesadaran.

Peregangan awal dinding rektum menimbulkan perasaan ingin buang air besar. Jika keadaan tidak memungkinkan defekasi, defekasi dapat dicegah dengan penguatan sfingter anus eksternus secara segaja walaupun terjadi refleks defekasi. Sekresi kolon terdiri dari larutan mukus alkalis yang fungsinya adalah untuk melindungi mukosa usus besar dari cedera kimiawi dan mekanis. (Sherwood, 2001)