Belajar Biologi | Belajar Sains

Inilah 7 Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi

Advertisement

Advertisement


loading...

Inilah 7 Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi - Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu antigen, sehingga bila kelak ia terkena antigen yang serupa, tidak terjadi penyakit. Imunisasi merupakan suatu program yang dengan sengaja memasukkan antigen lemah agar merangsang antibodi keluar sehingga tubuh dapat resisten terhadap penyakit tertentu. Sistem imun tubuh mempunyai suatu sistem memori (daya ingat), ketika vaksin masuk kedalam tubuh, maka akan dibentuk antibodi untuk melawan vaksin tersebut dan sistem memori akan menyimpannya sebagai suatu pengalaman. Jika nantinya tubuh terpapar dua atau tiga kali oleh antigen yang sama dengan vaksin maka antibodi akan tercipta lebih kuat dari vaksin yang pernah dihadapi sebelumnya.

Daftar Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi


Beberapa jenis penyakit dapat dicegah dengan imunisasi. Penyakit apa sajakah itu? Berikut ini 7 jenis penyakit yang dapat dicegah dengan adanya imunisasi.

1. Tuberculosis (TBC)

  • Tuberculosis adalah penyakit yang disebabkan oleh basil Tuberculosis, yang menyerang paru, kelenjar, tulang, sendi, kulit, dan selaput otak.
  • Gejala batuk berdahak lebih dari 2 minggu, sesak nafas, berkeringat di malam hari, nafsu makan dan berat badan menurun atau tidak naik.
  • Menyerang semua golongan umur, terutama masyarakat dengan ekonomi rendah.
  • Tuberculosis dapat menular lewat percikan ludah
  • Kuman TBC dapat bertahan pada suhu lembab dan kurang sinar matahari
  • Rumah yang berlantai tanah, kurang sinar matahari dan tidak ada aliran udara akan mempermudah penularan TBC.
  • Pencegahan dengan imunisasi BCG dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

 

2. Polio


  • Polio adalah penyakit yang disebabkan oleh virus polio
  • Hampir sebagian besar penyakit polio tanpa gejala atau gejala ringan seperti flu, diare ringan, sebagian kecil menjadi lumpuh layuh dan menetap seumur hidup, yang terjadi terutama pada tungkai.
  • Imunisasi polio secara lengkap pada bayi sebanyak 4 kali, dan melaksanakan pola hidup bersih merupakan pencegahan penyakit polio.
Penderita polio
Penderita polio (foto: www.vaccineinformation.org)

3. Hepatitis B


  • Hepatitis B adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Hepatitis B.
  • Gejala penyakit Hepatitis B antara lain:
    • Nafsu makan hilang
    • Rasa tidak enak di perut
    • Mual sampai muntah
    • Nyeri dan rasa penuh pada perut sisi kanan atas
    • Disertai deman tidak tinggi
    • Kadang-kadang disertai nyeri sendi
    • Setelah 1 minggu, pada mata bagian putih tampak berwarna kuning dan kulit pun menguning
    • Air seni berwarna coklat seperti teh 
  • Penularan dari ibu ke bayi pada saat proses persalinan  dan melalui alat suntik bekas, tranfusi darah dan hubungan seksual
  • Pencegahan dapat dilakukan dengan imunisasi Hepatitis B.

4. Difteri


  • Difteri adalah penyakit akut yang disebabkan oleh racun yang dikeluarkan oleh kuman difteri.
  • Gejalanya adaah sebagai berikut: demam, nyeri saat menelan, terdapat lapisan putih abu-abu pada tenggorokan.
  • Penyakit ini menyerang selaput lendir hidung, tenggorokan dan radang di kulit.
  • Difteri ini sering menyebabkan kematian bila terlambat dibawa ke sarana kesehatan akibat sumbatan jalan nafas dan kelumpuhan otot-otot pernafasan.

 

5. Pertusis


  • Pertusis adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh racun yang dikeluarkan oleh kuman pertusis.
  • Gejalanya mula-mua seperti flu biasa, makin lama batuknya makin hebat, terus menerus dan cepat, keras, sampai puluhan kali dan diakhiri dengan sekuat tenaga mengambil nafas sampai berbunyi keras. Kadang-kadang sampai muntah, muka tampak kebiruan dan lelah.
  • Pertusis sering menimbulkan kematian karena radang paru-paru atau perdarahan otak.

6. Tetanus


  •  Tetanus adalah penyakit yang disebabkan oleh racun yang dikeluarkan oleh kuman tetanus, yang masuk melalui luka atau perawatan tali pusat bayi yang tidak baik.
  • Gejala penyakit ini adalah kejang seluruh tubuh yang berulang selama beberapa menit, rahang terkunci dan balita (mulut mencucu untuk bayi), kaku leher, sulit menelan dan kaku otot perut.
  • Pencegahan tetanus adalah dengan memberikan imunisasi yang diberikan pada ibu hamil, WUS (Wanita Usia Subur), dan siswi di sekolah.
  • Kekebalan TT dapat diberikan dengan imunisasi TT sebanyak 5 dosis, untuk kekebalan seumur hidup.

 

 7. Campak


  • Apa itu Campak? Campak biasa dikenal masyarakat dengan sebutan tampek (Jawa Barat) atau gabag (Jawa), yaitu penyakit yang ditandai dengan demam dan bercak kemerahan pada wajah atau tubuh terutama menyerang anak-anak.
  • Penyebab campak adalah karena virus campak.
  • Tanda-tanda penyakit campak:
    • Demam atau panas tinggi
    • Timbul bercak kemerahan pada wajah atau tubuh.
    • Disertai batuk dan atau pilek
    • Kadang-kadang disertai mata merah dan diare
  • Cara penularan dan faktor resiko:
    • Penularan secara langsung dari penderita campak ke anak yang sehat lewat udara
    • Anak yang tidak mendapat imunisasi campak
    • Kekurangan gizi
    • Lingkungan yang padat penduduk dan kumuh
  • Cara pencegahan:
    • Memberikan imunisasi campak
    • Perbaikan gizi
    • Menjaga kebersihan lingkungan
    • Menghindari kontak langsung dengan penderita campak 
  • Cara penanggulangan: Anjurkan ke sarana kesehatan (puskesmas, rumah sakit, dan lain-lain)
  • Bahaya Campak: Pneumonia dan meningitis (radang otak) yang menyebabkan kematian
loading...

Materi Menarik Lainnya:

loading...



Back To Top