Diare Pada Anak dan Balita; Penyebab, Cara Penularan dan Pencegahan

loading...
Menurut World Health Organization (WHO), penyakit diare adalah suatu penyakit yang ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja yang lembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi buang air besar yang lebih dari biasa, yaitu 3 kali atau lebih dalam sehari yang mungkin dapat disertai dengan muntah atau tinja yang berdarah. Penyakit ini paling sering dijumpai pada anak balita, terutama pada 3 tahun pertama kehidupan, dimana seorang anak bisa mengalami 1-3 episode diare berat. Diare jugadiartikan sebagai buang air besar yang tidak normal atau bentuk tinja yang encer dengan frekuensi lebih banyak dari biasanya. Neonatus dinyatakan diare bila frekuensi buang air besar sudah lebih dari 4 kali, sedangkan untuk bayi berumur lebih dari 1 bulan dan anak, frekuensinya lebih dari 3 kali.

Penyebab Diare


Apa saja sih penyebab terjadinya diare pada anak? Berikut ini beberapa penyebabnya:

  • Makanan atau minuman yang tercemar kuman penyakit, basi, dihinggapi lalat dan kotor.
  • Mengkonsumsi air mentah yang tidak dimasak
  • Botol susu dan dot yang tidak bersih
  • Tidak membiasakan anak mencuci tangan sebelum dan sesudah makan

Bahaya Diare


Lalu, apa pula bahayanya diare pada anak?
  • Penderita akan kehilangan cairan tubuh
  • Penderita menjadi lesu dan lemas
  • Penderita bisa meninggal dunia jika tidak segera mendapat pertolongan.

Cara Penularan Diare dan Faktor Resiko


a. Cara Penularan


Penularan diare pada anak dapat terjadi dengan berbagai sebab, antara lain:
  • Penularan diare melalui mulut dan anus dengan perantaraan lingkungan dan perilaku yang tidak sehat. 
  • Melalui makanan dan atau alat dapur yang tercemar oleh kuman dan masuk melalui mulut, kemudian terjadi diare.
  • Tinja penderita atau orang sehat yang mengandung kuman bila buang air sembarangan dapat mencemari lingkungan, terutama air.

 

b. Faktor Resiko


  • Kondisi lingkungan yang buruk atau tidak memenuhi syarat kesehatan, misalnya tidak tersedia sarana air bersih dan jamban/WC
  • Buang Air Besar (BAB) secara sembarangan (BABs)
  • Tidak merebus air minum sampai mendidih
  • Tidak membiasakan cuci tangan dengan sabun sebelum menjamah makanan
  • Botol susu dan dot yang tidak bersih.

 

Cara Pencegahan Diare


Berikut ini beberapa langkah yang bisa mencegah diare:
  • Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan sesudah berak.
  • Pemberian ASI pada bayi dapat mencegah diare karena ASI terjamin kebersihannya dan sangat cocok untuk bayi.
  • Semua anggota keluarga berak di jamban yang sehat
  • Merebus peralatan makan dan minum bayi
  • Memasak air sampai mendidih sebelum diminum
  • Membuang tinja bayi dan anak kecil di jamban
  • Sipakkan dan berikan makanan pendamping ASI yang baik dan benar
  • Selalu gunakan air bersih untuk mandi, mencuci peralatan makan, sayur atau buah dan dalam memasak makanan
  • Berikan imunisasi campak

Diare Pada Anak dan Balita; Penyebab, Cara Penularan dan Pencegahan
Cuci tangan dengan sabun, salah satu upaya pencegahan diare

 

Cara Penanggulangan Diare


Berikut ini hal-hal yang bisa dilakukan untuk menanggulangi penyakit diare:
  •  Bila anak diare, segera beri banyak minum seperti larutan oralit atau air rumah tangga seperti kuah sayur, air putih, air tajin, dan lain-lain.
  • Untuk bayi dan balita yang masih menyusui, tetap diberikan ASI lebih baik dan lebih banyak.
  • Bila anak sudah memperoleh makanan tambahan, lanjutkan makanan seperti biasanya.
  • Saat anak diare sebaiknya diberikan makanan lembik.

 

Tindakan Darurat Jika Sudah Terkena Diare


1. Tindakan di Rumah

  •  Berikan ASI lebih sering
  • Berikan segera airan oralit setiap anak buang air besar.
    • Agar meminumnya sedikit-sedikit tapi sering dari mangkuk, cangkir, gelas.
    • Jika anak muntah, tunggu sekitar 10 menit, kemudian lanjutkan lagi dengan lebih lambat.
    • Lanjutkan pemberian cairan tambahan sampai diare berhenti.
  • Jika tidak ada oralit, berikan air matang, kuah sayur atau air tajin.
  • Jangan beri obat apapun kecuali dari petugas kesehatan.
  • Mencari pengobatan lanjutan dan anjurkan ke puskesmas untuk mendapatkan tablet Zink.

2. Tanda-Tanda Bahaya


  • Timbul demam
  •  Ada darah dalam tinja
  • Diare makin sering
  • Muntah terus menerus
  • Bayi terlihat sangat haus
  • Bayi tidak mau makan dan minum
  • Lemas

 

Langkah-langkah Membuat Oralit


Berikut ini langkah-langkah cara membuat cairan oralit:
  •  Cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan dengan air mengalir.
  • Ukur 200 ml air matang (gunakan gelas belimbing atau gelas ukur bila ada)
  • Gunakan air yang sudah direbus kemudian dinginkan. Bila tidak mungkin, gunakan air minum yang paling bersih yang ada.
  • Tuangkan seluruh bubuk oralit ke dalam gelas berisi air matang tadi.
  • Aduk sampai seluruh bubuk oralit terlarut.