Belajar Biologi | Belajar Sains

Penggolongan Bakteri Berdasar Kebutuhan Oksigen (Aerob - Anaerob)

Advertisement

Advertisement


loading...

Penggolongan Bakteri Berdasar Kebutuhan Oksigen (Aerob - Anaerob) - Untuk mendapatkan energi, bakteri harus melakukan pernapasan (respirasi). Untuk melakukan respirasi, ada bakteri yang memerlukan oksigen bebas dari udara, namun ada pula yang tidak memerlukan oksigen bebas dari udara. Justru jika ada oksigen, bakteri yang tidak memerlukan oksigen akan mati. 

Bakteri yang memerlukan oksigen bebas untuk reaksi - reaksi pernapasannya digolongkan ke dalam bakteri aerobik, sedangkan bakteri yang tidak memerlukan oksigen bebas untuk reaksi - reaksi pernapasannya
digolongkan ke dalam bakteri anaerobik.
 

1. Bakteri Aerobik


Contoh bakteri aerobik adalah bakteri Nitrosomonas. Bakteri ini memerlukan oksigen untuk memecahkan amoniak (NH3) menjadi nitrit (HNO2). Prosesnya adalah sebagai berikut. 

 
Hasil pemecahan amoniak menjadi nitrit menghasilkan energi yang akan dimanfaatkan oleh bakteri tersebut. Bakteri lain yang hidup secara aerob dapat memecah gula menjadi air, CO2, dan energi. Prosesnya adalah sebagai berikut:
Reaksi kimia bakteri aerob
Reaksi kimia yang terjadi pada bakteri aerob

2. Bakteri Anaerobik


Contohnya adalah bakteri asam susu, yakni bakteri yang dapat mengubah gula menjadi asam susu. Bakteri ini banyak digunakan untuk berbagai keperluan, misalnya Lactobacillus bulgaricus untuk membuat yoghurt.
 
Reaksi pernapasan anaerob adalah sebagai berikut:
Reaksi pernapasan anaerob

 
Contoh bakteri lain yang bernapas secara anaerob adalah Clostridium tetani, yaitu bakteri penyebab tetanus. Jika luka yang mengandung bakteri ini tertutup sehingga tidak ada oksigen bebas, maka bakteri ini akan berkembang biak dan toksin yang dikeluarkan membahayakan kesehatan.
Place Your Ad Code Here

Materi Menarik Lainnya:

loading...



Tag : Bakteri
Back To Top