Belajar Biologi | Belajar Sains

Poliomielitis; Pengertian, Tanda, Gejala, Penularan dan Pencegahannya

Advertisement

Advertisement


loading...

Poliomielitis; Pengertian, Tanda, Gejala, Penularan dan Pencegahannya - Dalam kesempatan kali ini, mari kita bahas bersama-sama terkait dengan penyakit Poliomielitis. Mudah-mudahan tulisan berikut ini bermanfaat. Selamat menyimak.

 

Pengertian Poliomielitis


Poliomielitis adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus polio dan dapat mengakibatkan terjadinya kelumpuhan. 50%-70% dari kasus polio adalah umur 3-5 tahun (Ranuh, I.G.N, 2008).
Poliomielitis adalah penyakit kelumpuhan akut yang menular disebabkan oleh virus polio. Predileksi virus polio pada sel kornu anterior medulla spinalis, inti motorik batang otak dan area motorik korteks otak menyebabkan kelumpuhan serta atrofi otot (Soedarmo, 2008).

Poliomielitis adalah penyakit menular akut yang disebabkan oleh virus dengan predileksi pada sel anterior masa kelabu sumsum tulang belakang dan inti motorik batang otak dan akibat kerusakan bagian susunan saraf pusat tersebut akan terjadi kelumpuhan dan atrofi otot (IKA, FKUI, 2005).
Poliomielitis adalah penyakit infeksi akut yang pada keadaan serius menyerang susunan saraf pusat. Kerusakan saraf motorik pada medulla spinalis menyebabkan paralisis flaksid (Jawetz, dkk, 2005).
Poliomielitis dahulu disebut penyakit lumpuh kanak-kanak, tetapi sekarang diketahui bahwa penyakit ini dapat juga menyerang orang dewasa (Oswari, 2009).
Poliomielitis
Poliomielitis

Tanda-Tanda Penyakit Poliomielitis Pada Balita


Virus polio yang masuk akan berkembangbiak di tenggorok dan usus, dan tanda-tanda klinik yang timbul kemudian akan sesuai dengan kerusakan anatomik yang terjadi. Biasanya masa inkubasinya adalah 6-20 hari dan kelumpuhan terjadi dalam waktu 3-35 hari. Replikasi di motor neuron terutama terjadi di sumsum tulang belakang yang menimbulkan kerusakan sel dan kelumpuhan serta atrofi otot, sedang virus yang berkembangbiak di batang otak akan menyebabkan kelumpuhan bulbar dan kelumpuhan pernafasan.
Pada anak yang datang dengan panas disertai dengan tanda sakit kepala, sakit pinggang, kesulitan menekuk leher dan punggung, kekakuan otot yang diperjelas dengan tanda-tanda head-drop, tanda trippod saat duduk, tanda-tanda spinal, tanda Brudzinsky atau Kernig harus dicurigai kemungkinan adanya poliomielitis (Soedarmo, 2008).

 

Gejala Infeksi Virus Poliomielitis Pada Balita


a. Minor Ilness( Gejala Ringan)


Gejala ini terjadi sebagai akibat proses inflamasi akibat berbiaknya virus polio. Gejalanya sangat ringan atau bahkan tanpa gejala. Keluhan biasanya nyeri tenggorok dan perasaan tidak enak diperut, gangguan gastroinstetinal, demam ringan, perasaan lemas, dan nyeri kepala ringan. Gejala ini terjadi selama 1-4 hari, kemudian menghilang. Gejala ini merupakan fase enterik dari infeksi virus polio. 

Masa inkubasi 1-3 hari dan jarang lebih dari dari 6 hari. Selama waktu itu virus terus bereplikasi pada naso faring dan saluran cerna bagian bawah. Gejala klinis yang tidak khas ini terdapat pada 90%-95% kasus  polio.

b. Major Illness( Gejala Berat)


Major illness merupakan gejala klinik akibat penyebaran dan replikasi virus di tempat lain serta kerusakan yang ditimbulkannya. Menurut Hostman, masa ini berlangsung selama 3-35 hari termasuk gejala minor illness dengan rata-rata 17 hari. Usia penderita akan mempengaruhi gejala klinis. 1/3 dari kasus polio berusia 2-10 tahun, akan memberikan gambaran bifasik atau dromedari yaitu terdapat 2 letupan kedua kelainanan sistemik dan neurologik.
Gejala klinis dimulai dengan demam, kelemahan cepat dalam beberapa jam, nyeri kepala dan muntah. Dalam waktu 24 jam terlihat kekakuan pada leher dan punggung. Penderita terlihat mengantuk, irritable dan cemas. 

Pada kasus tanpa paralysis maka keadaan ini sukar dibedakan dengan meningitis aseptik yang disebabkan oleh virus lain. Bila terjadi paralisis biasanya dimulai dalam beberapa detik sampai 5 hari sesudah keluhan nyeri kepala.
Pada anak stadium preparalisis lebih singkat dan kelemaham otot terjadi dalam waktu penurunan suhu, pada saat penderita merasa lebih baik. Pada dewasa, stadium pre paralitik berlangsung lebih hebat dan lebih lama, penderita terlihat sakit berat, tremor, agitasi, kemerahan daerah muka, otot menjadi sensitive dan kaku,pada otot ekstensor ditemukan refleks tendon meninggi dan fasikulasi. Poliomielitis merusak sel motorik, yaitu neuron yang besar pada substansi griseria anteria pada medulla spinalis dan batang otak (Soedarmo, 2008).

 

Jenis-Jenis Poliomielitis Secara Umum Menurut Bentuk Kliniknya


 Jenis-jenis poliomielitis secara umum menurut bentuk kliniknya :

 

a. Poliomielitis Abortif


Merupakan bentuk yang paling sering dari penyakit ini. Pasien hanya
menderita gejala minor, yang di tandai oleh demam, malaise, mengantuk, nyeri
kepala, mual, muntah, konstipasi, dan nyeri tenggorokan dalam beberapa
kombinasi. Pasien sembuh dalam beberapa hari.

 

b. Poliomielitis Non Paralitik


Selain gejala dan tanda di atas pasien dengan bentuk penyakit non
paralitik mengalami kekakuan dan nyeri punggung serta leher. Penyakit
berlangsung 2-10 hari dengan kesembuhan cepat dan sempurna. Dalam presentase
kecil kasus, penyakit berlanjut menjadi paralisis. Virus polio hanya satu dari
banyak virus yang menimbulkan meningitis aseptik.

 

c. Poliomielitis Paralitik


Penyakit mayor bisa mengikuti penyakit minor, tetapi biasanya terjadi
tanpa fase pertama dari kejadian sebelumnya. Keluhan utama berupa paralisis
flaksid yang disebabkan oleh kerusakan lower motor neuron. Tetapi bisa juga
terjadi inkoordinasi setelah invasi pada batang otak dan nyeri spasme dari otot
yang tidak lumpuh. Luasnya kerusakan sangat bervariasi. Kesembuhan
maksimum biasanya terjadi dalam 6 bulan dengan paralysis bertahan lebih lama.

 

d. Atrofi Otot Yang Progresif Pasca Poliomielitis


Terlihat paralisis yang timbul berulang-ulang dan pengecilan otot pada
individu puluhan tahun setelah perjalanan mereka dengan virus poliomielitis
paralitik. Walaupun atrofi otot progresif pasca poliomielitis jarang terjadi, ini
merupakan sindrome yang spesifik. Banyak kasus yang belakangan ini dilaporkan
di AS, dimana pada tahun 1993 ada sekitar 300.000 orang dengan riwayat
poliomielitis (Jawetz, dkk, 2005)

 

Penularan Virus Poliomielitis


Penularan virus poliomielitis terjadi melalui beberapa cara antara lain :
1. Secara langsung dari orang ke orang.
2. Melalui percikan ludah penderita.
3. Melalui tinja penderita.
Virus masuk melalui mulut dan hidung, berkembangbiak di dalam tengorokan dan saluran pencernaan, lalu diserap dan disebarkan melalui sistem pembuluh darah dan pembuluh getah bening (Jawetz, dkk, 2005).

 

Pencegahan Poliomielitis


Poliomielitis dapat dicegah dengan cara antara lain :
1. Jangan masuk daerah endemik.
2. Dalam daerah endemik jangan melakukan sters yang berat seperti tonsilektomi, suntikan dan sebagainya.
3. Mengurangi aktifitas jasmani yang berlebihan.
4. Imunisasi_aktif_(IKA,FKUI,2005).

Materi Menarik Lainnya:

loading...



Tag : Penyakit
Back To Top