Belajar Biologi | Belajar Sains

Wujudkan Misi Menjadikan Kampus di Indonesia Sebagai Tempat Lahirkan Inovasi Untuk Bangsa

Advertisement

Advertisement


loading...

Kampus memiliki peran penting bagi masyarakat. Bukan hanya sebagai wadah menuntut ilmu bagi mahasiswanya, kampus juga punya tanggung jawab untuk bantu memajukan bangsa. Salah satu caranya ialah dengan menghadirkan beragam inovasi yang dapat menjadi solusi permasalahan di masyarakat.
 
Untuk mewujudkannya, tentu menjadi kewajiban bersama-sama dalam menjaga, mempertahankan, dan terus memumpuk semangat inovasi di kampus. Hal tersebut menjadi fokus perhatian Tanoto Foundation dalam menggelar Tanoto Student Research Award.

Tanoto Foundation
Tanoto Foundation

Sebuah ajang perlombaan riset di kampus-kampus yang menjadi mitra Tanoto Foundation ini mengundang para mahasiswa untuk berkompetisi dan menghadirkan beragam jenis inovasi terbaik. Kemudian, dipilih peserta yang akan mewakili kampus masing-masing untuk bersaing di tingkat nasional.
 
Setiap kampus yang menjadi mitra, mendapatkan dana hibah dari Tanoto Foundation untuk membiayai riset para mahasiswanya. Setiap tahun, Tanoto Foundation yang didirikan oleh keluarga Sukanto Tanoto ini mengucurkan dana masing-masing Rp100 juta untuk 35 perguruan tinggi partner di seluruh Indonesia.
 
Tanoto Foundation berharap hal tersebut bisa merangsang pertumbuhan jumlah peneliti andal di Indonesia. Sebab, harus diakui, jumlah periset di Indonesia sangat minim. Menurut Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Iskandar Zulkarnain, pada 2015, jumlah peneliti di Indonesia hanya ada 90 peneliti untuk setiap satu juta penduduk.
 
Jumlah tersebut sangat jauh dari ideal. Sebagai perbandingan, Indonesia kalah jauh dibanding negeri seperti India, Brasil, Rusia, Tiongkok, dan Korea Selatan. Jumlah peneliti di Brasil mencapai 700 orang per 1 juta penduduk. Di Rusia 3.000 peneliti per 1 juta penduduk, India 160 peneliti per 1 juta penduduk, Korea Selatan ada 5.900 peneliti per 1 juta penduduk, dan Tiongkok mmiliki 1.020 peneliti per 1 juta penduduk.
 
Tak heran, negara-negara dengan jumlah peneliti yang tinggi seperti Tiongkok, Korea Selatan, dan Rusia memiliki tingkat kemajuan yang tinggi. Pasalnya, keberadaan jumlah peneliti berbanding lurus dengan daya saing sebuah bangsa.
 
Maka, sudah seharusnya jumlah peniliti di Indonesia bertambah banyak. Kampus merupakan salah satu sumber utamanya. Itulah yang tengah diupayakan Tanoto Foundation lewat Tanoto Student Research Awards.
 
Kegiatan Tanoto Foundation ini sudah dilakukan secara rutin sejak 2011. Setiap tahun, para peserta akan bersaing di tingkat nasional seperti halnya pada 2016. Kali ini, ajang yang digelar pada 20 April 2016 di Jakarta ini para peserta dari Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Indonesia, Universitas Sumatera Utara, dan Universitas Hasanudin bersaing.
 
Tujuan Tanoto Student Research Awards bukan sekadar kompetisi. Lebih penting adalah kehadiran inovasi yang berguna bagi masyarakat. Ini pula yang membuat pihak lain, seperti Donald Wihardja, pendiri Convergence Ventures, perusahaan  yang bergerak di bidang permodalan (major capital), ikut menaruh perhatian.
 
“Untuk mendapatkan suntikan investasi, para peneliti juga perlu memikirkan sisi komersial. Pikirkan juga, apa kelebihan produk yang mereka teliti dibanding produk yang sudah ada, serta apa masalah yang ingin mereka pecahkan lewat penelitian itu,” ujarnya.

Materi Menarik Lainnya:

loading...



Tag : Review
Back To Top