IBX58B70FBA271B4

Tanaman Saga: Deskripsi, Klasifikasi, Nama Ilmiah, Gambar dan Khasiat/Manfaatnya

loading...

Deskripsi Tanaman Saga


  • Habitus berupa perdu merambat, membelit dengan panjang 6-9 m. 
  • Batang bulat, berkayu, percabangan simpodial, bila masih muda warnanya hijau dan setelah tua berwarna hijau kecoklatan. 
  • Daun majemuk, berselang-seling, menyirip ganjil, anak daun 8-18 pasang, bentuk daun bulat telur, ujung meruncing dan pangkalnya bulat, tepi daun rata dengan panjang 6-25 mm dan lebar 3-8 mm, berwarna hijau. 
  • Bunga majemuk, berbentuk tandan, bagian bawah berkelamin dua, bagian atas hanya terdiri dari bunga jantan, kelopak bunga bergerigi pendek, berbulu, berwarna hijau, benang sari menyatu pada tabung, panjang tangkai sari ±1 cm, berwarna putih, warna kepala sari kuning, tajuk bunga bersayap, berkuku pendek, lebar ±1 cm, pangkal bunga berlekatan pada tabung sari, berwarna ungu muda hingga kemerah-merahan.
  • Buah polong, panjangnya 2-5 cm, jumlah buah 3-6 buah dan berwarna hijau. 

Bentuk biji bulat telur, keras, panjangnya 6-7 mm dan tebalnya 4-5 mm, warnanya merah bernoda hitam. Akar tunggang dan berwarna coklat kotor.

Gambar Tanaman Saga


Tanaman Saga (Abrus precatorius L.): Deskripsi, Klasifikasi dan Khasiat/Manfaatnya
Biji Tanaman Saga

Tanaman Saga (Abrus precatorius L.): Deskripsi, Klasifikasi dan Khasiat/Manfaatnya
Bunga Tanaman Saga

Tanaman Saga (Abrus precatorius L.): Deskripsi, Klasifikasi dan Khasiat/Manfaatnya
Penampakan Tanaman Saga

Klasifikasi Tanaman Saga


  • Divisi : Spermatophyta
  • Sub divisi : Angiospermae
  • Kelas : Dicotyledoneae
  • Bangsa : Fabales
  • Suku : Fabaceae
  • Marga : Abrus
  • Jenis : Abrus precatorius L.

 

Nama Umum dan Nama Daerah Tanaman Saga


Nama umum : Saga, Saga Manis

 

Nama Daerah


Di beberapa daerah, tanaman Saga memiliki nama yang berlainan. Berikut ini beberapa nama lain tanaman Saga di beberapa daerah di Indonesia:

  • Thaga (Aceh); 
  • Seugew (Gayo); 
  • Saga (Batak); 
  • Parusa (Mentawai); 
  • Kundi (Minangkabau); 
  • Kanderi (Lampung); 
  • Kenderi (Melayu); 
  • Piling-piling saga (Sampit); 
  • Taning bajang (Dayak); 
  • Maat metan (Timor); 
  • Walipopo (Gorontalo); 
  • Punu no matiti (Buol); 
  • Saga (Makasar); 
  • Kaca (Bugis); 
  • War kamasin (Kai); 
  • Mati-mati (Waraka-Seram); 
  • Aliweue (Atamona Seram); 
  • Pikalo (Amahai Seram); 
  • Kaitasi (Muaulu); 
  • Ailalu Picar (Ambon); 
  • Pikal (Haruku); 
  • Pikolo (Saparua); 
  • Seklawan (Buru); 
  • Idisi ma lako (Loda Halmahera); 
  • ldihi ma lako (pagu-Halmahera); 
  • ldi-idi ma lako (Ternate Tidore); 
  • Punoi (Arafuru); Kalepip (Kalana).

Manfaat/Khasiat Daun Saga


a. Aktivitas Antibakterial


Bedasarkan penelitian yang ada, Abrus precatorius Linn memiliki potensi antibakteri terhadap empat bakteri pathogen pada manusia yaitu Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Salmonella typhi, Salmonella paratyphi A, Salmonella paratyphi B, Klebsiela pneumonia, Corynebacterium spp, Bacillus subtilis, Streptococcus anginosus, Proteus mirabilis, Staphylococcus epidemidis, Candida albicans dan Staphylococcus aureus. 

Aktivitas antimikroba berbagai bagian Saga rambat seperti akar, biji dan daun dipelajari terhadap semua strain bakteri yang disebutkan di atas.27,28  Ekstrak akar dari Abrus precatorius ditemukan aktif terhadap organisme gram positif. Ekstrak akar memiliki potensi antibakteri yang baik terutama terhadap Staphylococcus aureus. MIC dari ekstrak petroleum akar daun saga terhadap Staphylococcus aureus juga yaitu 0.44 mg/ml (440 μg/ml) dan pada ekstrak Metanol yaitu 0.40 mg/ml (400 μg/ml). Ekstrak dari batang dan minyak biji saga ampuh melawan beberapa bakteri gram positif dan Candida albicans, tetapi tidak terhadap S. anginosus, E. faecalis dan beberapa bakteri gram negative.

 

b. Aktivitas Antioksidan


Peranan antioksidan sangat penting dalam meredam efek radikal bebas yang berkaitan erat dengan terjadinya penyakit degeneratif seperti tekanan darah tinggi, jantung koroner, diabetes dan kanker yang didasari oleh proses biokimiawi dalam tubuh. Sebagian besar antioksidan alami berasal dari tanaman, antara lain berupa senyawaan tokoferol, karatenoid, asam askorbat, fenol, dan flavonoid.
Ekstrak etanol biji saga rambat dievaluasi dengan menggunakan metode in-vitro untuk menentukan efek antioksidannya. Hasilnya ditemukan senyawa fenolik dalam ekstrak etanol biji Abrus precatorius sebanyak 95 mg/g yang setara dengan asam galat (r2=0.9976) dan jumlah senyawa flavonoid adalah 21 mg/g (r2=0.9985). 

Penelitian in-vitro uji antioksidan ini menunjukkan ekstrak etanol biji Abrus precatorius memiliki aktivitas antioksidan yang kuat bila dibandingkan dengan senyawa butylated hydroxytoluene (BHT). Oleh karena itu ekstrak etanol biji Saga dapat berguna sebagai antioksidan kuat untuk mengobati berbagai penyakit manusia dan komplikasinya.

 

c. Aktivitas Bronkodilator


Ekstrak methanol dari daun saga diteliti dengan metode in-vivo dan invitro pada marmut untuk mengetahui aktivitas bronkodilatornya. Hasilnya, ekstrak methanol daun saga memperlihatkan perlindungan maksimum 41,62% yang sebanding dengan salbutamol 47,52% yang berperan sebagai agen bronkodilator. Pengaruh ektrak methanol daun saga mampu memberikan efek aktivitas relaksasi otot.

 

d. Efek Anti-diabetik


Efek antibakteri dari ekstrak kloroform-metanol biji saga (50mg/kg) diteliti pada kelinci yang menderita diabetes aloksan. Presentasi penurunan glukosa darah menunjukkan bahwa ekstrak kloroform-metanol biji saga memiliki kandungan trigoneline yang mirip dengan chlopropamide yang mampu menurunkan kadar gula darah pada diabetes aloksan.

 

e. Aktivitas Larvasida


Beberapa tanaman diuji terhadap aktivitas larvasida nyamuk dan ditemuka 17 tanaman yang efektif. Diantara spesies tanaman tersebut, Cymbopogon citrates dan Abrus precatorius menunjukan aktivitas larvasida yang paling maksimal terhadap larva Culex quinquefasciatus (nyamuk yang dapat menyebarkan kaki gajah).

 

f. Aktivitas Anti-epilepsi


Pada penelitian cross-sectional di Tanzania menunjukkan daun saga mampu memberikan efek anti-epilepsi ketika direbus dengan air dan diberikan secara oral sebanyak tiga sendok makan dua kali sehari.

 

g. Memblokir Aktivitas Neuromuskular


Ekstrak etanol (95%) daun saga kering dengan konsentrasi 0.5μg / ml dapat memblokir aktivitas saraf frenikus diafragma.

 

h. Antidepresan


Aktivitas antidepresan tanaman saga ditunjukkan setelah pengobatan dengan ekstrak etanol (70%) akar segar tanaman saga pada tikus dengan jenis kelamin yang berbeda pada tingkat dosis yang bervariasi.

 

i. Aktivitas Anti-inflamasi


Daun saga dipakai sebagai obat tradisional sebagai penyembuh radang. Berdasarkan pengetahuan yang diketahui turun menurun, aktivitas antiinflamasi ekstrak daun saga diteliti pada telinga tikus yang mengalami peradangan. Ketika ekstrak saga diaplikasikan bersama dengan minyak kelapa sawit, terlihat terjadinya pengurangan respon inflamasi setelah 6 jam.

Ekstrak saga yang diaplikasikan bersama minyak kelapa sawit menunjukkan ada pengurangan inflamasi sebanyak 2%. Hal ini dapat menjelaskan secara bahwa pengobatan alami untuk antinflamasi dengan daun saga terbukti.