Deteksi Dini Gangguan Penglihatan Anak

Deteksi Dini Gangguan Penglihatan Anak

Perkembangan penglihatan:


  • Saat lahir, kedua retina & korteks oksipital belum sempurna. Perkembangan organ-organ ini tergantung pd penggunaannya.
  • Jika mata tidak menerima stimulus cahaya, maka penglihatan akan menjadi lemah & jalur-jalur saraf penglihatan tidak sepenuhnya berkembang.
  • Perkembangan penglihatan => bertambah secara bertahap.
  • Salah satu periode yg vital adalah saat periode bayi. Jadi anak yg mengalami katarak => kongenital harus dioperasi seawal mungkin, utk menghindari defek visual yg permanen, yg akan terjadi bila operasi ditunda di atas usia 1 tahun.
  • Pengalaman visual pertama didapat dari objek-objek dekat, kemudian secara bertahap dari jarak yg lebih jauh

Penyebab gangguan penglihatan pada anak:


  • Idealnya setiap anak menjalani tes ketajaman penglihatan.
  • Kejadian saat kehamilan atau persalinan dapat mempengaruhi
  • penglihatan anak
  • Rubela saat kehamilan => katarak?
  • Oksigen saat lahir => kebutaan?
  • Bayi lahir kecil/kembar => defek visual?

Kelompok berisiko tinggi

1. Anak dg riwayat keluarga mengalami gangguan penglihatan
2. Anak dg kelainan fisik/mental
3. Anak tuli

Deteksi dini

Deteksi Dini Gangguan Penglihatan Anak

  • Screening saat usia 2 tahun: defek, normal, meragukan tes ulang scr periodik => harus dipastikan bahwa pd usia 2 tahun, tidak ada gangguan penglihatan berat.
  • Usia 5 tahun => dilakukan tes: 
  • 1. Penglihatan (jauh, dekat)
  • 2. Penglihatan warna
  • Usia > 5 tahun: tes ada/tidaknya miop

Penglihatan kurang (low vision)


  • Penglihatan normal: 6/6
  • Penglihatan hampir normal: 6/9; 6/18 => tidak menimbulkan masalah yg gawat, ttp perlu diketahui penyebabnya.
  • Low vision sedang: 6/24 => dg kaca mata kuat/kaca pembesar masih dapat membaca dg cepat.
  • Low vision berat: 6/60 => masih mungkin orientasi & mobilitas umum, tetapi mendapat kesukaran mengenali tanda-tanda lalu lintas.Untuk membaca perlu lensa pembesar kuat => membaca menjadi lambat.
  • Hampir buta => penglihatan kurang 4 kaki utk menghitung 6 jari; penglihatan tidak bermanfaat, harus mengunakan alat non visual.
  • Buta total: tidak mengenal rangsangan sinar sama sekali.