Glaukoma: Pengertian, Jenis, Pemeriksaan dan Pengobatannya

Glaukoma: Pengertian, Jenis, Pemeriksaan dan Pengobatannya

A. Pengertian Glaukoma


Glaukoma adalah suatu keadaan dimana tekanan bola mata lebih tinggi dari normal. Hal ini dapat mengakibatkan kerusakan saraf penglihatan & kebutaan. Tekanan bola mata normal: 15-20 mmHg.

Glaukoma: Pengertian, Jenis, Pemeriksaan dan Pengobatannya


Mengapa tekanan bola mata meninggi?

  • Di dalam mata, cairan mata (humor akuos) selalu mengalir.
  • Bila terjadi gangguan pengeluaran cairan, maka humor akuos akan terbendung sehingga tekanan bola mata meninggi.

Bagaimana terjadinya penyempitan lapang pandangan pada glaukoma?

  • Pada glaukoma, tekanan bola mata meningkat, sehingga pembuluh darah yg menyuplai saraf penglihatan menciut, dan serabut saraf penglihatan tidak mendapat nutrisi yg cukup.
  • Terjadi kerusakan serabut saraf secara bertahap. Terdapat bercak gelap pada lapang pandangan, yg scr berangsur-angsur akan menyempitkan lapang pandangan => yg berakhir dg hilangnya seluruh lapang pandangan.

Kebutaan karena glaukoma

  • Di Indonesia, 700.000 penderita glaukoma
  • Sepertiganya buta
  • Duapertiganya terancam buta.
  • Jika dibiarkan, glaukoma mengakibatkan kebutaan.
  • Diagnosis & pengobatan yang lebih awal, dapat mengontrol penyakit & mengurangi ancaman kebutaan.

B. Tipe Glaukoma

  1. Glaukoma kongenital
  2. Glaukoma akut
  3. Glaukoma kronis
  4. Glaukoma sekunder

Glaukoma kongenital

  • Terjadi sejak lahir
  • Ada ketidaksempurnaan perkembangan saluran humor akuos di masa janin.
  • Gejala: sangat peka cahaya, mata merah, kornea membesar.

Glaukoma Akut

  • Pada orang yg mempunyai sudut sempit antara iris & kornea.
  • Iris bergeser dari tempatnya & menutup pangkal saluran humor akuos.
  • Gejala: nyeri pada mata, mata merah, pandangan kabur dg cepat, mual.

Glaukoma kronis

  • Terjadi krn saluran keluar humor akuos menyempit scr bertahap.
  • Merupakan tipe yg paling banyak ditemui.
  • Biasanya tanpa gejala apapun & baru disadari jika lapang pandangan benar-benar telah menyempit.

Glaukoma sekunder

  • Glaukoma yg terjadi akibat penyakit lain.
  • Misalnya: uveitis, diabetes melitus, obat-obatan.

C. Pemeriksaan Glaukoma

1. Tonometri


Pemeriksaan tekanan bola mata.
Alat: tonometer
Cara: penderita tidur telentang, mata ditetesi dg anestesi lokal, kemudian alat tonometer diletakkan pada kornea.
Dilihat angka yg tercatat pada tonometer menunjukkan tekanan bola mata yg diukur.

2. Kampimetri

  • Pemeriksaan lapang pandangan
  • Alat: kampimeter
  • Cara: pemeriksaan dilakukan di tempat gelap, satu mata ditutup, mata yg terbuka melihat ke bidang parabola sebelah dalam, melihat lampu. Setelah seluruh bidang diamati diketahui hasilnya.

3. Gonioskopi

  • Pemeriksaan utk melihat sudut bilik mata
  • Alat: goniolens & lampu celah
  • Cara: pemeriksaan dg lampu celah, goniolens ditempelkan pd kornea. Sinar diatur masuk goniolens sehingga sinar dipantulkan pd sudut bilik mata.

 D. Pengobatan Glaukoma

Pengobatan glaukoma kronis

  • Tujuan: menghambat pembentukan humor akuos & menambah aliran keluar, sehingga humor akuos tidak tertimbun di bola mata.
  • Tahap awal: dg obat => digunakan scr teratur & berkesinambungan, kemudian dievaluasi.
  • Bila tidak berhasil menurunkan tekanan bola mata => dilakukan tindakan operasi.

Pengobatan glaukoma akut

  • Prinsip penanganan: operasi (pembedahan).
  • Saat serangan: diberikan obat untuk pertolongan pertama, kmd direncanakan pembedahan.