Makalah Porifera: Pengertian, Ciri, Struktur Tubuh, dan Klasifikasinya

Makalah Porifera: Pengertian, Ciri, Struktur Tubuh, dan Klasifikasinya

A. FILUM PORIFERA


Hewan spons yang merupakan hewan menetap, sangat jarang kelihatan bergerak. Semua hewan spons digolongkan ke dalam Filum Porifera dan hampir semuanya berhabitat di laut, kecuali setidak-tidaknya ada 150 spesies yang hidup di air tawar. Pada masa kini hewan spons dikenal sebagai cabang tersendiri dari Metazoa dan dinamakan kelompok Parazoa. Hewan ini melekat pada karang, pada rangka-rangka kerang laut atau di bawah geladak lantai pelabuhan dan di permukaan batu-batuan di laut, dan perairan tawar misal Spongilla.
Bentuk morfologi umum spesies dari Filum Porifera beraneka ragam seperti mangkuk, vas bunga, dan yang bercabang-cabang dengan ukuran diameter yaitu: 1 mm sampai dengan 2 m; warna tubuh spons juga beraneka ragam yaitu: kelabu, merah, jingga, kuning, biru, hitam dan violet. Kegunaan spons dalam masyarakat umum adalah sebagai busa spons untuk berbagai kebutuhan rumah tangga.

B. CIRI-CIRI DAN STRUKTUR PORIFERA


  • Tubuh penyusun spons tersusun atas multiseluler, berbentuk radial simetri, dan diploblastik.
  • Jaringan tubuh tersusun atas sel-sel yang membentuk jaringan yang relatif tidak sempurna dengan lapisan mesenchym diantaranya.
  • Struktur tubuh terdiri atas pori-pori saluran (kanal) dan ruangan-ruangan kamar tempat air mengalir, tampak pada Gambar 1.10.
  • Sebagian atau seluruh lapisan permukaan dalam diisi oleh sel-sel leher berflagel yang disebut koanosit.
  • Reproduksi secara aseksual dilakukan dengan pertunasan atau gemul; dapat dengan cara pertunasan hasil penyatuan telur dan sperma.

Gambar 1.10. Struktur tubuh Porifera, berpori, berkanal (saluran air) dengan beragam tipe yaitu:
A. Tipe Askonoid C. Tipe Sikonoid khusus
B. Tipe Sikonoid D. Tipe Leukonid
(Sumber: Barnes, R. D, 1982).
  • Larva sebelum menempel dan berkembang, bersilia dan hidup bebas berenang-renang.
  • Kerangka dalam tubuh terdiri dari spikula, serabut organik, atau gabungan kedua macam kerangka tersebut. Senyawa spikula adalah CaCO3.H2Si3O4.
  • Protein utama hewan Porifera (spons) adalah skleroprotein atau spongin.

C. KLASIFIKASI PORIFERA


Berdasarkan bentuk struktur kanal, anatomi percabangan dari poriporinya,bentuk spikula yang khas maka Filum Porifera tidak mudah untuk dikelompok-kelompokkan dan diklasifikasikan. Klasifikasi yang pernah ada dan masih akan berkembang tentu saja menarik bagi ilmuwan, utamanya taksonomis hewan. Setidaknya ada 4 kelas yang dicakup oleh Filum Porifera yaitu: 

  1.  Kelas Calcarea, 
  2. Kelas Hexatinellida, 
  3. Kelas Demospongiae, dan
  4. Kelas Sclerospongiae.

1) Kelas Calcarea atau Calsispongiae


Dikenal sebagian spons bersifat “Calcareus” yang khas karena selalu mempunyai spikula yang tersusun atas kalsium karbonat. Hidup di laut, tubuh berukuran tidak lebih dari 10 cm. Spikula umumnya Sikonoid dan Leukonoid. Tubuh spons kelas Calcarea bervariasi warnanya yaitu: kuning cerah, merah dan ungu. Contoh dari kelas ini adalah genus Leucosolenia (kanal tipe askonoid), Sycon dan Grantia (kanal tipe sikonoid).

2) Kelas Demospongiae


Spons yang termasuk kelas Demospongiae mempunyai penyebaran tempat hidup yang luas dari perairan tawar sampai dengan perairan laut. Kelas Demospongiae mencakup 95 persen dari semua hewan-hewan spons. Struktur kanal kelas Demospongiae seluruhnya bertipe Leukonoid. Warna tubuh kelas ini kebanyakan berwarna cerah, perbedaan warna dipunyai oleh perbedaan spesies yang disebabkan oleh warna pigmen atau granula pigmen yang terletak di amebosit.
Struktur rangka dari kelas Demospongiae beraneka ragam. Struktur tersebut disusun oleh spikula “Silicceus” atau serat-serat spongin atau gabungan dua struktur tersebut. Spikula dari kelas ini relatif besar dengan struktur monokson atau tetrakson (cabang runcing satu atau cabang runcing empat). Contoh dari kelas Demospongiae antara lain: Haliclona permollis dan Microciona prolifera, lihat Gambar 1.11.


Gambar 1.11. Struktur anatomi Haliclona permollis dengan bentuk tubular (atas); dan struktur anatomi Microciona prolifera dengan bentuk banyak percabangan ke atas seperti pohon (bawah).
Perhatikanlah anatomi kanalnya. Contoh kelas Demospongiae yang hidup di air tawar adalah dari famili Spongillidae. (Sumber: Barnes, R. D, 1982).

3) Kelas Hexatinellida atau Hyalospongiae


Perwakilan dari kelas Hexatinellida biasa disebut spons gelas. Nama Hexatinellida berhubungan dengan bentuk spikulanya yang Heksason (bercabang enam). Spons klas ini hidup menyendiri dengan bentuk mangkuk, vas bunga, dan seperti piala. Kanal pada klas ini bertipe sikonoid, dengan ukuran tubuh spons berkisar dari 10 sampai 30 cm. Sebagian besar berwarna pucat. Spons dari Hexatinellida terutama hidup di perairan dalam sekitar 450 – 900 m di bawah permukaan laut. Spesies atau jenis yang dikenal sebagai contoh anggota kelas Hexatinellida adalah keranjang bunga “venus” Euplectella, ia bersimbiosa komensalisme dengan jenis udang Spongicola.

4) Kelas Sclerospongiae


Kelas Sclerospongiae hanya terdiri dari sedikit jenis spons yang biasa hidup di lorong-lorong gua, berkaitan dengan kehidupan batuan karang di beberapa tempat dunia. Spons kelas ini berkanal tipe Leukonoid dan mempunyai rangka dalam yang terstruktur atas spikula “silicceus”, serat-serat spongin, dan kristal kalsium karbonat

Sumber: Modul Kuliah Universitas Terbuka: Protozoa dan Porifera, Drs. Hurip Pratomo M.Si.

Video Animasi Klasifikasi Porifera