Loading...

Regulasi yang mengatur batas cemaran dalam pangan dan batas migrasi logam berat dari kemasan

Regulasi yang mengatur batas cemaran dalam pangan dan batas migrasi logam berat dari kemasan

A. Regulasi di Indonesia


1. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor HK.00.06.1.52.4011 tahun 2009
tentang Penetapan Batas Maksimum Cemaran Mikroba dan Kimia dalam Makanan, ditetapkan batas
maksimum cemaran logam dalam produk pangan antara lain:





2. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan No. HK 00.05.55.6497 Tahun 2007 tentang
Bahan Kemasan Pangan. Dalam peraturan tersebut ditetapkan batas migrasi total logam berat dalam bahan dasar dan zat kontak dengan pangan dari plastik / karet / elastomer sebesar 1 bpj, juga ditetapkan batas migrasi timbal (Pb) dan kadmium (Cd) dalam keramik, logam dan kaca.

3. Pada SNI Mainan Anak-anak ditetapkan batasan maksimum logam berat sebagai berikut :


B. Regulasi Internasional


1. Peraturan yang berkaitan dengan Keamanan Pangan Badan Kesehatan Dunia (WHO) bekerjasama
dengan FAO (WHO-FAO Joint Commission on Food Additives) mengeluarkan peraturan sementara (provisional) mengenai asupan logam berat dalam makanan yang diperbolehkan, antara lain:

2. Peraturan yang berkaitan dengan Keamanan kemasan Dalam peraturan yang dikeluarkan Parlemen Eropa  94/62/EC mengenai kemasan dan limbah kemasan, diatur bahwa konsentrasi timbal, kadmium, merkuri dan kromium hekasavalen dalam kemasan maupun komponen kemasan tidak boleh melebihi 100 ppm.

3. Peraturan yang berkaitan dengan Keamanan Kemasan Pangan

Persyaratan untuk pewarna yang digunakan di material kemasan makanan bersumber terutama dari European Council Resolution AP(89) 1, dijelaskan batas kandungan logam berat dalam pewarna tidak boleh melebihi:

4. Peraturan yang berkaitan dengan Keamanan mainan anak-anak

a. ISO 8124-3:2010 yang menyebutkan kadar migrasi maksimum logam beracun (arsen,
kadmium, kromium, timbal, merkuri, dll) yang diperbolehkan dari bahan mainan dan bagian
mainan.

b. Standar Uni Eropa yaitu EN 71 Part 3 tentang persyaratan untuk penggunaan pewarna di mainan. Persyaratan utama mengenai ambang batas logam berat yang harus dipenuhi untuk keperluan pewarna dalam mainan:


Sumber: Direktorat Pengawasan Produk dan Bahan Berbahaya, BPOM RI, 2010. Jakarta
Loading...