Loading...

Sebutkan bahaya, Mekanisme Kerja dan Antidotum logam beracun dan senyawanya (anorganik dan organik/organometalik)

Sebutkan Bahaya, Mekanisme Kerja dan Antidotum logam beracun dan senyawanya (anorganik dan organik/organometalik).

Berikut ini uraian penjelasan selengkapnya:

Jenis logam beracun: Arsen (As)


Organ Sasaran:


• Kulit
• Paru
• Ginjal
• Kandung empedu

Mekanisme Kerja:


• Berikatan dengan gugus sulfhidril, sehingga fungsi enzim pada jaringan tubuh akan terganggu kerjanya.
• Berikatan dengan enzim pada siklus Kreb, sehingga proses oksidasi fosforilasi tidak terjadi.
• Menyebabkan kematian (nekrosis) pada lambung, saluran pencernaan, kerusakan pembuluh darah,
perubahan degenerasi pada hati dan ginjal.

Bahaya:


• Kulit berwarna, hard patches pada kulit, kanker kulit, paru, ginjal dan kandung empedu serta dapat
menyebabkan gangrene.
• Kerusakan hati, jaundice dan sirosis, penyakit pembuluh darah tepi; sindroma Raynaud's; penyakit blackfoot (sejenis gangrene); kekurangan darah (anemia), menyebabkan penurunan biosintesis heme;
dan hiperkeratosis pada kulit.
• Arsen dan senyawanya, Karsinogenik pada manusia (Grup 1)

Antidotum:


• British Anti Lewisite / BAL (2,3-dimercapto propanol)
• Penisilamin
• Dimercaptosuccinic acid (DMSA)
• Dimercapto propane sulfonate (DMPS)

Sebutkan bahaya, Mekanisme Kerja dan Antidotum logam beracun dan senyawanya (anorganik dan organik/organometalik)
Sebutkan bahaya, Mekanisme Kerja dan Antidotum logam beracun dan senyawanya (anorganik dan organik/organometalik)





Demikian pemaparan terkait Bahaya, Mekanisme Kerja dan Antidotum logam beracun dan senyawanya (anorganik dan organik/organometalik). Semoga bermanfaat.

Sumber: Direktorat Pengawasan Produk dan Bahan Berbahaya, BPOM RI, 2010. Jakarta
Loading...