Konsep Fundamental Fisiologi Hewan | Pintar Biologi

Loading...

Konsep Fundamental Fisiologi Hewan

Konsep Fundamental Fisiologi Hewan

By: G. Nugroho Susanto, FMIPA Unila

Fisiologi Hewan adalah Ilmu pengetahuan yang membahas dan mengkaji mengenai
mekanisme kerja fungsi kehidupan dan segala sesuatu yang dilakukan hewan dengan berbagai
gejala yang ada pada sistem hidup, serta pengaturan atas segala fungsi dalam sistem hidup.

Manusia menjalankan fungsi kehidupan lingkungan luar dipengaruhi aktifitas hewan
mempengaruhi lingkungan internal tubuh hewan berubah yakni hewan harus mempertahankan
diri atau beradaptasi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Konsep Fundamental Fisiologi Hewan


1. Claude Bernard ( 1813-1878 )
Syarat penting untuk bertahan hidup di lingkungan eksternal yakni mempertahankan stabilitas
lingkungan internalnya,dikembangkan penyebabnya ialah senyawa khusus yang di hasilkan
oleh semua organ dan dikeluarkan kecairan jaringan,dia adalah pelopor munculnya gagasan
hormon dan regulasi kimia.

2. Canon ( 1871-1945 )
Mengembangkan gagasan Claude Bernard memperkenalkan istilah HOMEOSTATIS,yakni
adalah keadaan lingkungan internal yang konstan dan mekanisme yang bertanggung jawab
atas keadaan konstan tersebut.

Faktor-faktor lingkungan internal yang harus dijaga stabilitasnya oleh hewan :
1. Keasaman atau pH, kadar garam
2. Kandungan air tubuh suhu tubuh
3. Kandungan nutrient

Hewan di bagi dalam dua jenis yaitu:

1.Hewan regulator
Yaitu Hewan yang mampu mengatur berbagai faktor stabilitas lingkungan internal dengan
tepat

2.Hewan konformer
Yaitu Hewan yang tidak mampu mempertahankan keadaan lingkungan internalnya,
lingkungan internalnya berubah seiring dengan perubahan lingkungan eksternal.

Hewan akan menyesuaikan diri dengan cara : Adaptasi yaitu proses timbulnya perubahan
dalam tubuh hewan yang membuat hewan dapat bertahan ketika lingkungan eksternal
berubah. Adaptasi ada dua jenis:

1.Aklimasi


Yaitu perubahan adaptik yang terjadi pada hewan dalam kondisi yang terkendali,biasanya
hanya ada satu atau dua faktor lingkungan yang berubah

2. Aklimatisasi


Yaitu reaksi keseluruhan yang terjadi setelah perubahan-perubahan yang kompleks dari
lngkungan eksternal,yang disebabkan banyak faktor sekaligus.

Respon hewan terhadap lingkungan merupakan sistem dinamis yang melibatkan interaksi
hewan dengan lingkungannya. Menurut K.Bycov dalam membahas dan mengkaji fisiologi
hewan tidak lepas dari bahasan dan kajian tentang fungsi pada tubuh hewan serta interaksi
dengan lingkungan.

Lingkungan eksternal dibedakan dua macam: lingkungan Akuatik dan Terestrial.

1. Lingkungan Akuatik


yaitu tempat hidup hewan yang berupa air, baik air tawar, air laut
maupun air payau.

Faktor yang mempengaruhi lingkungan akuatik adalah:
a. Tekanan hidrostatik yaitu tekanan yang ditimbulkan oleh kedalaman air
b. Kandungan zat terlarut yaitu lingkungan akuatik yang mengandung berbagai zat terlarut
seperti garam,gas,sejumlah kecil senyawa organic dan berbagai polutan.
c. Suhu yaitu lingkungan akuatik yang memiliki nilai fisiologis penting untuk mendukung
kehidupan hewan,selain itu suhu di dalam air tidak banyak mengalami perubahan yakni
hewan POIKILOTERM: Hewan yang suhu tubuhnya berubah-ubah akibat perubahan suhu
lingkungan.

2. Lingkungan Terestrial


Adalah tempat hidup hewan yang berupa daratan. Faktor lingkungan luar yang berpengaruh
besar terhadap aktivitas kehidupan hewan. Keuntungannya ketersediaan oksigen yang
melimpah, lalu ancamannya berupa radiasi dan dehidrasi.

a. Radiasi adalah perpindahan panas yang terjadi antara dua benda tanpa ada kontak langsung
diantara keduanya.
b. Dehidrasi yaitu kondisi tubuh yang kekurangan cairan akibat tubuh hewan kehilangan air
dalam jumlah besar,yang di pengaruhi oleh: suahu tinggi dan kelembaban rendah,kecepatan
angin dan luas permukaan benda.

Homeostatis yakni stabilitas lingkungan internal yang terjadi relative konstan dan dinamis.
Loading...