Contoh Proposal Penelitian Tindakan Kelas Tentang Penggunaan Alat Peraga IPA Materi Bagian-Bagian Tumbuhan

Posted on
Loading...
Penelitian Tindakan Kelas

PROPOSAL
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
PENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA MENGGUNAKAN ALAT PERAGA
ALAMIAH DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
TENTANG MATERI BAGIAN-BAGIAN TUMBUHAN PADA KELAS IV SDN I JAGOAN.

Disusun Guna Melengkapi Salah Satu
Tugas Kuliah

Disusun Oleh:

Hanifah Kusumawati 292012168

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
2013

JUDUL PENELITIAN

Peningkatkan Pemahaman Siswa Menggunakan Alat Peraga Alamiah Dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Tentang Materi Bagian-Bagian Tumbuhan pada Kelas IV SDN I Jagoan

LATAR BELAKANG MASALAH

Setiap guru atau siswa pasti selalu mengharapkan agar setiap proses belajar mengajar dapat mencapai hasil belajar yang sebaik-baiknya. Guru mengharapkan agar siswa dapat memahami setiap materi yang diajarkan , siswapun mengharapkan agar guru dapat menyampaikan atau menjelaskan pelajaran dengan baik, sehingga memperoleh hasil belajar yang memuaskan.

Akan tetapi harapan–harapan itu tidak selalu dapat terwujud. Masih banyak siswa yang kurang memahami penjelasan guru. Ada siswa yang nilainya selalu rendah, bahkan ada siswa yang tidak bisa mengerjakan soal atau jika mengerjakan soalpun jawabannya asal–asalan. Semua itu menunjukkan bahwa guru harus selalu mengadakan perbaikan secara terus menerus dalam pembelajarannya, agar masalah–masalah kesulitan belajar siswa dapat diatasi, sehingga hasil belajar siswa mencapai tujuan yang diharapkan.

Masalah – masalah yang dialami oleh siswa dalam pembelajaran tidak muncul begitu saja, tetapi ada faktor–faktor penyebabnya. Apabila guru mampu mengidentifikasi penyebab timbulnya masalah yang dialami oleh siswa , maka guru tersebut akan dapat melakukan penanganan–penanganan yang tepat dalam memecahkan masalah pembelajarannya.

Contoh masalah yang sering muncul dalam pembelajaran yaitu siswa kurang memahami penjelasan guru, siswa tidak mengerti kata, kalimat, bentuk kalimat, yang diucapkan ataupun yang ditulis. Hal Ini mungkin karena penjelasan guru tidak disertai alat peraga atau alat peraga kurang atau bahkan tidak sesuai.

Sejujurnya penggunaan alat peraga untuk pembelajaran IPA di SD jarang bahkan hampir tidak pernah digunakan oleh guru-guru SD, padahal alat peraga itu ada. Akhirnya alat peraga itu hanya jadi pajangan kantor atau tersimpan rapi di lemari. Alat peraga IPA tidak perlu mahal, kita bisa menemukannya di sekitar kita seperti kebun sekolah, sawah, sungai, dan semua yang kita lihat di alam raya ini.

Oleh karena itu tugas PTK yang kami laksanakan ini mencoba mengambil tema “ Penggunaan Alat Peraga Alamiah Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Terhadap Materi Bagian–Bagian Tumbuhan dalam Pembelajaran IPA di SD Karangasem I.” Tentu saja alat peraga yang baik harus ditunjang oleh metode yang sesuai dengan materi pelajaran.

PERMASALAHAN

Setelah kami mengevaluasi dan mengamati hasil belajar siswa, serta mengingat kembali proses pembelajaran, maupun melihat catatan harian evaluasi pada akhir pelajaran IPA, ternyata hasil belajar siswa masih banyak masalah yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Masalah -masalah tersebut diantaranya yaitu:
 Siswa membicarakan hal–hal di luar materi waktu berdiskusi.
 Siswa kurang memerhatikan penjelasan guru
 Siswa kurang memahami bahasa/ maksud kalimat soal.
 Siswa kurang aktif dalam diskusi kelas
 Siswa menjawab soal asal–asalan / tidak tahu
 Masih ada siswa yang tidak aktif dalam diskusi kelompok.
 Beberapa siswa masih bertanya tentang tugas yang haru dikerjakan.
 Sebagian siswa masih mencontoh/ menyontek dari teman waktu tes.

CARA PEMECAHAN MASALAH

Berdasarkan rumusan masalah tersebut, pemecahan masalah atau alternatif tindakan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Guru memberi tugas secara individual yaitu, setiap siswa harus mencatat hasil diskusi pada buku catatan.
  • Guru menjelaskan materi secara sistematis dengan memberikan pertanyaan atau balikan denga bahasa yang lugas, serta menggunakan alat peraga/ ilustrasi.
  • Guru mengawasi dan memperhatikan pada seluruh siswa, serta mengambil tindakan persuasif atau preventif..
  • Guru memberi kesempatan pada siswa untuk berpikir, ketika melontarkan pertanyaan.
  • Guru berusaha memotivasi siswa dan memberi latihan latihan penugasan.

TUJUAN PENELITIAN DAN MANFAAT PENELITIAN

A. Tujuan Penelitian

Tujuan umum

Kegiatan penelitian ini secara umum bertujuan untuk mendeskripsikan dan menemukan kebenaran penggunaan alat peraga alamiah pada pembelajaran IPA dapat menjelaskan, memotivasi, memusatkan perhatian, serta membantu meningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa.

Tujuan Khusus

Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk :

  • Meningkatkan perhatian dan keterlibatan siswa keles IV dalam pembelajaran IPA melalui penggunaan alat peraga alamiah.
  • Membangkitkan motivasi siswa sehingga proses belajar mengajar pada pelajaran IPA akan lebih bermakna dan bergairah.
  • Memusatkan perhatian siswa pada materi yang sedang diajarkan .
  • Membiasakan belajar mandiri dan menemukan sendiri tujuan belajarnya melalui pengamatan terhadap alam sekitar
  • Meningkatkan pemahaman terhadap materi pelajaran IPA

B. Manfaat Penelitian

Manfaat hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Bagi guru yaitu dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan serta membangkitkan rasa percaya diri sehingga akan selalu bergairah dan bersemangat untuk memperbaiki pembelajarannya secara terus menerus.
  2. Bagi siswa yaitu dapat meningkatkan pemahaman dalam menyerap materi yang dipelajari sehingga proses dan hasil belajar pun akan lebih meningkat pula.
  3. Bagi sekolah yaitu bermanfaat untuk membantu sekolah dalam mengembangkan dan menciptakan lembaga pendidikan yang berkualitas yang akan menjadi percontohan atau model bagi sekolah – sekolah, disamping akan terlahir guru – guru yang profesional berpengalaman dan menjadi kepercayaan orang tua masyarakat serta pemerintah.

Penelitian tindakan kelas ini bermanfaat bagi guru yang mau memperbaiki pembelajarannya terutama pada pelajaran IPA dengan penggunaan alat peraga alamiah. Penggunaan alat peraga alamiah yang menjadi inti penelitian ini merupakan alat peraga/alat bantu pembelajaran IPA yang murah dan mudah yang dapat ditemukan di lingkungan paling dekat di sekitar kita.

Guru bisa memberi tugas kepada siswa untuk mempersiapkan dan mencari alat peraga alamiah ini, sehingga siswa akan selalu terkait dengan apa yang dipelajari di sekolah dengan lingkungan yang mereka lihat sehari-hari. Jika hal demikian selalu dibiasakan maka keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran IPA akan mudah diwujudkan .Semoga!

KERANGKA TEORETIK DAN HIPOTESIS TINDAKAN

A. Deskripsi Teoritis

1) Pendekatan Lingkungan dalam Pembelajaran IPA.

Konsep pembelajaran merupakan usaha mengelola lingkungan dengan sengaja agar seseorang membentuk diri secara positif tertentu dalam kondisi tertentu (Miarso, 2004 : 528). Berangkat dari konsep tersebut maka pemberdayaan dan pengelolaan lingkungan sebagai sumber belajar maupun pendekatan belajar tidak bisa diabaikan.

Pendekatan pembelajaran yang digunakan berperan penting dalam menentukan berhasil tidaknya proses belajar IPA yang diinginkan. Pendekatan dalam pembelajaran merupakan proses mengalami untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik. Oleh karena itu tiap pokok bahasan yang diajarkan harus menggunakan pendekatan-pendekatan tertentu, dimana guru jangan menggunakan hanya satu atau dua pendekatan saja.

Berbagai pendekatan yang dapat digunakan dalam pembelajaran IPA, antara lain pendekatan lingkungan. Pendekatan lingkungan merupakan pendekatan yang memanfaatkan alam sekitar seperti halaman, kebun, lapang rumput, semak semak, hutan, selokan, sungai, danau, pantai, laut, kawasan industri, dan lain sebagainya untuk dijadikan alat peraga ataupun sumber belajar.

Untuk membuktikan bahwa tumbuhan memiliki bagian-bagian mungkin guru perlu membawa siswa ke kebun sekolah atau membawa beberapa contoh tumbuhan yang masih kecil ke kelas, atau memberi tugas secara kelomok untuk membawa macam-macam tumbuhan seperti tanaman padi, jagung, kunyit, bunga, tebu, ubi, singkong, sirih, dan tanaman yang masih berupa bibit.

Oleh karena dalam melaksanakan proses pembelajaran IPA, banyak sekali pendekatan lingkungan yang harus digunakan oleh guru. seperti materi tentang tumbuhan atau hewan sudah pasti banyak memerlukan contoh kongkrit dari lingkungan alam sekitar, maka sangat disayangkan apabila dalam penelitian Ilmu Pengetahuan Alam, guru tidak menggunakan pendekatan lingkungan untuk proses pembelajaran siswa.

Pendekatan lingkungan dalam pembelajaran akan mengatasi kesulitan belajar siswa, pembelajaran akan lebih menarik, mengurangi verbalsme, lebih memusatkan perhatian, dan meningkatkan pemahan siswa, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang optimal.

2) Pendekatan penemuan

Pendekatan penemuan (discovery) merupakan proses belajar untuk menemukan sendiri pemecahan masalah yang dihadapi. Dalam pendekatan ini siswa dibiarkan menemukan sendiri atau mengalami proses mental sendiri, sedangkan guru hanya memberi bimbingan dan arahan.

Pendekatan ini erat kaitannya dengan teori belajar (Bruner, 1915) yang beranggapan bahwa belajar merupakan sesuatu kegiatan pengolahan informasi untuk menemukan kebutuhan-kebutuhan ,mengenal dan menjelaskan gejala yang ada di lingkungan. Dalam penerapannya Bruner mengembangkan model pembelajaran penemuan (discovery learning), yang prinsipnya siswa memperoleh informasi sendiri dengan bantuan guru dan menggunakan barang nyata (alamiah).

Dari uraian singkat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pendekatan lingkungan tidak bisa dipisahkan dari pendekatan penemuan. Dimana guru dan siswa akan memerlukan lingkungan dalam menemukan informasi sesuai dengan hakikat manusia yang mempunyai sifat untuk selalu ingin mencari pengetahuan, dan memecahkan masalah sehingga akan memperoleh pengetahuan yang bermakana.

3) Metode Pembelajaran IPA kelas IV SD

Pendekatan pembelajaran di kelas IV SD merupakan awal pembelajaran dengan pendekatan kompetensi bidang mata pelajaran, setelah pembelajaran dengan pendekatan terpadu atau tematik di kelas di bawahnya. Pembelajaran di kelaas IV lebih menekankan pada pengembangan konsep dan generalisasi secara logis dan sistematis.

Metode yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar IPA di kelas IV diantaranya ceramah, tanya jawab, latihan atau drill, kerja kelompok, observasi atau pengamataan, experimen atau percobaan, inkuiri, discoveri (penemuan). Siswa dibimbing dengan menggunakan pembelajaran konstruktif yaitu mencari, menemukan,menggolongkan, menyusun, mengkaji, menyimpulkan sendiri atau bersama-sama dalam kerja kelompok tentang tujuan-tujuan pembelajarannya.

Setiap konsep dan sub konsep disajikan dengan melibatkan buku sumber IPA, lingkungan, masyarakat. , atau teknologi. Dengan demikian siswa diharapkan dapat termotivasi rasa keingintahuannya, menambah wawasan dan penerapannya di dalam kehidupan sehari-hari, mengembangkan keterampilan proses, ikut serta melestarikan lingkungan, menumbuhkan kesadaran dalam menghargai alam sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa.

4) Evaluasi Pembelajaran IPA di Kelas IV SD

Evaluasi pembelajaran IPA meliputi penilaian proses dan hasil. Penilaian proses dibagi atas ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Penilaian yang sifatnya kognitif dilaksanakan dengan tes lisan atau tes tertulis dalam bentuk pertanyaan esai atau bentuk pilihan ganda.

Sedangkan penilaian yang bersifat pengembangan psikomotor dan afektif dilaksanakan melalui observasi. Hasil penilaian proses digunakan untuk menentukan kualitas pembelajaran bukan untuk menentukan nilai peserta didik/ siswa.

Penilaian hasil pembelajaran IPA yang bersifat kognitif menggunakan tes bentuk obyektif atau tes bentuk uraian. Hasil penilaian hasil digunakan untuk menentukan kualitas tercapainya tujuan belajar siswa. Penilaian yang bersifat psikomotor dengan menggunakan teknik observasi, praktek experimen, pemberian tugas dan lain-lain.

Sebagaimana mata pelajaran lain, hasil penilaian mata pelajaran IPA pun diharapkan mencapai hasil yang maksimal sesuai tujuan pembelajaran IPA dan tujuan pendidikan nasional.

B. Kerangka Berpikir

Permasalahan dalam penelitian ini adalah pemahaman Siswa tentang pembelajaran IPA khususnya kompetensi dasar Bagian-Bagian Tumbuhan yang masih belum sesuai dengan harapan. Kekurang berhasilan tersebut disebabkan oleh kurangnya pemanfaatan sumber belajar yang tersedia di lingkungan sekitar dan guru adalah sebagai satu satunya sumber belajar bagi siswa sehingga hasil belajar masih kurang maksimal. Siswa kurang diberi kesempatan untuk mengembangkan kreativitasnya. Di samping itu, dari sisi siswa sendiri juga masih terbiasa pasif, sehingga kurang berpartisipasi aktif dalam pembelajaran.

Untuk mengatasi hal ini, perlu di tambahkan sumber belajar dari alat peraga alamiah dan lebih memberdayakan siswa. Situasi kehidupan nyata dan lingkungan sekitar yang ada di sekitar siswa merupakan sumber belajar yang sangat penting dan dapat memberi informasi dan pengalaman belajar yang tidak terbatas bagi siswa. Ada banyak informasi, fakta dan pengetahuan yang dapat digali dari situasi nyata dan lingkungan sekitar guna mendukung rekonstraksi dan memperkaya pemahaman serta pengalaman belajar siswa

Loading...

Secara konkret, kerangka berpikir dalam penelitian ini adalah berawal dari permasalahan bahwa pemahaman siswa dalam belajar IPA pada kompetensi dasar Bagian-Bagian Tumbuhan. Agar hasil belajar siswa meningkat, perlu ditentukan alternatif pemecahannya dengan cara melakukan penelitian tindakan kelas yakni dengan menerapkan alat peraga ilmiah dalam pembelajaran IPA. Penelitian tindakan kelas ini direncanakan sebanyak tiga siklus. Pelaksanaan setiap siklus diobservasi, dianalisis, dan direfleksi untuk menentukan perencanaan tindak lanjut pada siklus berikutnya.

C. Hipotesis Tindakan

Berdasarkan landasan teori dan kerangka berpikir yang telah diuraikan, dapat diajukan sebuah hipotesis tindakan bahwa dengan Menggunakan Alat Peraga Alamiah, dapat meningkatkan pemahaman Siswa tentang pembelajaran IPA dalam Materi Bagian-Bagian Tumbuhan pada Kelas IV SDN I Jagoan.

RENCANA PENELITIAN

A. Subjek Penelitian

Peneltian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di kelas IV SDN Jagoan I Kecamatan Sambi Kabupaten Boyolali. Mata pelajaran yang menjadi subjek penelitian yaitu mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan materi pokok “Bagian- bagian tumbuhan dan fungsinya bagi tumbuhan itu sendiri”, dengan menggunakan alat peraga alamiah.

Siswa yang Jumlah siswa kelas IV SDN Jagoan I pada saat ini dilaksanakan yaitu sebanyak 36 orang, terdiri dari 20 orang siswa laki-laki dan 16 orang siswa perempuan. Kapasitas tempat duduk terdiri atas 18 meja dan 36 tempat duduk/ kursi. Tingkat kemampuan para siswa bervariasi ada yang kurang, ada yang sedang dan ada pula beberapa orang di atas rata-rata.

Dari data ulangan IPA pada tes jeda semester tahun 2010 yang baru saja dilaksanakan tercatat siswa yang memiliki nilai di atas KKM yaitu 21 orang atau 58,3% dari 36 orang siswa. Siswa yang berada dibawah KKM ada 10 orang siswa atau 27,7% dan sisanya 14% memiliki nilai sama dengan KKM, dimana KKM untu pelajaran IPA semester 1 di IV SDN Jagoan I yaitu 64,9.

Selain itu ada 3 orang yang seharusnya sudah duduk di kelas V mereka tinggal kelas sewaktu di kelas I atau kelas II. Selain sekolah SD siswa Kelas IV ini juga bersekolah di Madrasah Diniyah (MD) pada sore hari.

B. Deskripsi per Siklus

Langkah –langkah yang dilakukan dalam penelitian tindakan kelas di kelas IV IV SDN Jagoan I dengan materi bagian-bagian tumbuhan dan fungsinya adalah sebagai berikut :

Rencana

Siklus I
1) Mengondisikan siswa pada situasi pembelajaran
2) Menyampaikan tujuan
3) Menjelaskan langkah–langkah pembelajaran
4) Mengaitkan pelajaran yang lalu dengan yang materi yang akan diajarkan
5) Dengan mengamati gambar jenis jenis akar, siswa dan guru mengadakan tanya jawab tentang bagian–bagian tumbuhan
6) Membimbing diskusi kelompok mengenai bagian-bagian akar dan fungsinya.
7) Membimbing pengamatan siswa dalam diskusi tentang jenis-jenis akar dan mengelompokkan tumbuhan berdasarkan jenis akarnya.
8) Menyimpulkan pelajaran
9) Mengadakan post tes

Siklus II
1) Mengondisikan siswa pada situasi pembelajaran
2) Menyampaikan tujuan
3) Menjelaskan langkah – langkah pembelajaran
4) Mengaitkan pelajaran yang lalu dengan yang materi yang akan akan diajarkan
5) Dengan mengamati gambar jenis jenis akar, siswa dan guru meng adakan tanya jawab tentang bagian – bagian tumbuhan
6) Membimbing diskusi kelompok mengenai bagian – bagian akar dan fungsinya.
7) Membimbing pengamatan langsung siswa dalam diskusi tentang jenis – jenis akar dan mengelompokkan tumbuhan berdasarkan jenis akarnya.
8) Menyimpulkan pelajaran
9) Mengadakan post tes

Siklus III
1) Mengondisikan siswa pada situasi pembelajaran
2) Menyampaikan tujuan
3) Menjelaskan langkah-langkah pembelajaran
4) Mengaitkan pelajaran yang lalu dengan yang materi yang akan akan diajarkan
5) Dengan mengamati gambar jenis jenis akar, siswa dan guru meng adakan Tanya jawab tentang bagian-bagian tumbuhan
6) Membimbing diskusi kelompok mengenai bagian – bagian akar dan fungsinya.
7) Membimbing pengamatan langsung siswa dalam diskusi tentang jenis-jenis akar dan mengelompokkan tumbuhan berdasarkan jenis akarnya.
8) Menyimpulkan pelajaran
9) Mengadakan post tes

Pelaksanaan Penelitian

Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana yang telah disusun
1) Melakukan pengamatan terhadap proses pembelajaran siswa.
2) Melakukan tindakan khusus kepada siswa yang memerlukan bimbingan.

Melakukan Pengumpulan Data
1) Mencatat nilai evaluasi siswa
2) Mencatat hasil pengamatan terhadap sikap siswa
3) Menganalisis hasil pembelajaran
4) Melakukan refleksi terhadaphasil analisis tindakan.

Refleksi

Siklus I
Siswa belum semuanya memperhatikan penjelasan guru ketika guru sedang menjelaskan, siswa juga belum seluruhnya aktif dalam kerja kelompok/ diskusi, tercatat juga siswa kurang mengerti terhadap maksud kalimat atau bahasa yang diucapkan guru. Hal ini disebabkan guru kurang menggunakan contoh/ ilustrasi dan penekanan serta alat peraga yang menarik, guru juga tidak memberikan tugas secara individu dalam diskusi/ kerja kelompok, juga guru kurang memberi penekanan-penekanan terhadap kata baru atau kata kunci yang menjadi permasalahan.

Siklus II
Siswa sudah mulai memperhatikan apa yang dijelaskan oleh guru, siswa juga mulai aktif berkomunikasi dengan anggota kelompoknya dan mencatat hasil diskusi secara individual, tetapi para siswa kurang aktif ketika diskusi klasikal atau menanggapi kelompok lain ketika presentasi di depan kelas. Namun ada perkembangan yang lebih baik, siswa mulai mengerti bahasa yang dimaksud seperti, bagian-bagian, jenis-jenis, fungsi, bahwa kata-kata tersebut mengandung arti dan maksud yang berbeda.

Siklus III
Siswa mulai menunjukkan perkembangan yang lebih baik dari pembelajaran sebelumnya. Siswa sudah aktif memperhatikan penjelasan guru, aktif berdiskusi dan memahami kata kunci dalam pokok bahasan yang menjadi tujuan pembelajarannya. Siswa lebih respon dalam diskusi kelas/ presentasi ataupun tanya jawab. Hal ini disebabkan karena guru sudah menggunakan metode dan alat peraga yang sesuai , serta cara menjelaskan dan membimbing diskusi kecil dengan lebih intensif. Walau pada tes akhir ada saja siswa yang mau menyontek dari temannya tapi segera bisa diatasi dengan cara mendekati dan diberi teguran.

C. Data dan Pengumpulannya

1) Sumber Data

Sumber data yang diperoleh peneliti adalah berdasarkan keluhan guru dalam proses Pembelajaran tentang konsep perubahan benda, dari hasil ulangan yang diperoleh hanya mencapai rata-rata 5,38 ketika ditanyakan pada siswa ternyata hampir 79% siswa menjawab kesulitan.

2) Teknik dan Alat Pengumpulan Data

 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 2 teknik, yaitu teknik observasi dan teknik tes.

  • Teknik Observasi.

Observasi dilakukan selama kegiatan pembelajaran berlangsung dengan menggunakan lembar observasi yang dibuat untuk digunakan sebagai perangkat pengumpul data. Adapun hal-hal yang diobservasi antara lain:

  1. Observasi terhadap rencana pembelajaran.
  2. Observasi terhadap proses pembelajaran.
  3. Observasi terhadap hasil yang diperoleh siswa setelah dilakukan tindakan.
  • Teknik Tes

Teknik tes dilakukan pada akhir kegiatan pembelajaran dengan menggunakan lembar soal.

 Alat Pengumpulan Data

Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
a) Butir Soal tes sebanyak 10 nomor
b) Lembar Observasi, yaitu:
c) Observasi terhadap rencana pembelajaran.
d) Observasi terhadap proses pembelajaran.
e) Observasi terhadap hasil yang diperoleh siswa setelah dilakukan tindakan.

3) Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan ada yang bersifat kuantitatif dan kualitatif. Data yang diperoleh dikatagorikan dan diklasifikasikan berdasarkan analisis kaitan logisnya, kemudian disajikan secara aktual dan sistematis dalam keseluruhan permasalahan dan kegiatan penelitian.

Selanjutnya untuk menganalisis data, hasil tindakan yang dilakukan penulis disajikan secara bertahap sesuai urutan siklus yang telah dilaksanakan, adapun prosedur pengolahan data adalah sebagai berikut

a. Seleksi Data
Data yang telah terkumpul dari hasil observasi selama kegiatan penelitian maka diadakan penyeleksian data yang ada kaitannya dengan tujuan penelitian.
b. Klasifikasi Data
Data yang terkumpul berdasarkan penyeleksian, diklasifikasikan berdasarkan urutan logis untuk disajikan secara sistematis berdasarkan urutan siklus.
c. Prosentase Data
Tahap akhir dari teknik analisis data, dilakukan prosentase data bagi data yang telah terkumpul beradasarkan klasifikasi:

  • Seleksi Data
    • Data yang telah terkumpul dari hasil observasi selama kegiatan penelitian maka diadakan penyeleksian data yang ada kaitannya dengan tujuan penelitian.
  • Klasifikasi Data
    • Data yang terkumpul berdasarkan penyeleksian, diklasifikasikan berdasarkan urutan logis untuk disajikan secara sistematis berdasarkan urutan siklus.
  • Prosentase Data
    • Tahap akhir dari teknik analisis data, dilakukan prosentase data bagi data yang telah terkumpul beradasarkan klasifikasi.

4) Indikator Kinerja

Penelitian ini dilakukan berdasarkan hasil tes formatif yang hanya memperoleh nilai rata-rata 5,2 Adapun hasil penelitian yang diharapkan adalah siswa memperoleh nilai rata-rata 7,00

5) Prosedur Penelitian

Kegiatan penelitian ditempuh melalui prosedur yang ditentukan, yaitu melalui empat tahap, yaitu perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, observasi dan pencatatan pembelajaran, dan analisis serta refleksi pembelajaran.

JADWAL PENELITIAN

NO Hari/ tanggal Siklus Materi
1 Sabtu, 16-10-2010 I Bagian-bagian tumbuhan dan fuingsinya
2 Rabu, 10-11-2010 II Bagian-bagian tumbuhan dan fuingsinya
3 Rabu, 08-12-2011 III Bagian-bagian tumbuhan dan fuingsinya


Jadwal Penelitian meliputi beberapa tahapan sebagaimana tertera dalam table di bawah ini !
Kegiatan Waktu
Oktober Nopember Desember
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

A. Persiapan

Penyusunan Dasain

Revisi Desain

B. Pelaksanaan

Pembelajaran Awal
Tes Awal

Siklus 1
Tindakan 1

Siklus 2
Tindakan 2

Siklus 3
Tindakan 3

Tes Akhir

C. Pelaporan

Penyusunan laporan

Penyempurnaan laporan

Pengadaan & Distribusi Laporan

PERSONALIA PENELITIAN KEADAAN GURU / PERSONALIA SDN KARANGASEM I KECAMATAN LEUWIMUNDING KABUPATEN MAJALENGKA
NO NAMA NIP GOLONGAN JABATAN

Diding Jaeludin, S.Pd. 196206081982041004 IV/a Kepala Sekolah

Enay, A.Ma.Pd 195809161978032005 IV/a Guru kls I

Yuhana, A.Ma.Pd 195506021983032001 IV/a Guru PAI

Kanaah, S.Pd. 196706261992022001 III/d Guru Kls VI

Ahpad Ependi, S.Pd. 197006072007011008 II/b Guru Kls V

CASMAD 196804032007011014 II/a Guru Kls IV

Siti Halimah S.Pd.I – – Guru Kls III

Aef Syaeful B. – – Guru Penjas

Yati Sumiati – – Guru Kls II

Siti Arum R. – – Guru Kls 1  

DAFTAR PUSTAKA

  • BP Dharma Bakti, (2006). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) GBPP Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alamn (IPA). Jakarta
  • Budi Wahyono, Nurachmandani, (2008). Ilmu Pengetahuan Alam Untuk SD/MI Kelas IV. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
  • Eko Prabandari, Murwani Dewi, Kamari, (2007). Ilmu Pengetahuan Alam 4 untuk SD/MI Kelas IV. Jakarta: PT Bumi Aksara.
  • Kuraesin, (2004). Belajar Sains 4. Dengan Orientasi Keterampilan Experimen untuk SD kelas IV. Bandung: PT Sarana Pancakarsa
  • Maryati, Sukisyana, Sudibyo, Dede Yahya, (2004). Sains 4 Mengamati Alam Sekitar. Bandung: PT Sinergi Pustaka Indonesia.
  • Nasution, (2007). Pendidikan IPA DI SD. Jakarta: Penerbit : Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
  • Sri Anitah W, (2007) Strategi Pembelajaran. Jakarta : Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
  • Surya, (2007). Kapita Selekta Kependidikan SD. Jakarta: pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
  • Wardhani, Wihardit, (2008). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka.
  • http://ikahandayani.wordpress.com/2010/08/18/contoh-proposal-ptk/

Loading...
Gravatar Image
Hanya seorang pelajar biasa yang ingin berbagi ilmu biologi kepada masyarakat via Pintar Biologi