Blog Pembelajaran Biologi Terlengkap


Mekanisme Kontraksi Otot

|

Awal mula kontraksi terjadi ketika retikulum sarkoplasmik melepaskan ion Ca2+ ke dalam sarkoplasma. Pada sarkoplasma, ion kalsium berikatan dengan troponin, menjadi troponinC. Troponin tersebut menggeser tropomyosin dari daerah perlekatan myosin (myosin binding site) pada aktin. Ketika daerah perlekatan tersebut sudah tidak tertutupi tropomiosin, terjadilah siklus kontraksi otot.



Kontraksi otot terdiri dari empat langkah:

1. ATP Hidrolisis

Pada kepala myosin, terdapat daerah perlekatan ATP (ATP binding-site) dan terdapat enzim ATPase. Enzim ATPase adalah enzim yang memecah ATP menjadi ADP dan kelompok fosfat. Pada proses hidrolisis ATP ini, kepala myosin menjadi bengkok.

Produk dari hidrolisis ATP (ADP + P) masih menempel di kepala myosin.

2. Cross bridge

Pada saat kepala myosin menempel pada daerah perlekatan myosin pada aktin, kelompok fosfat yang tadi telah terhidrolisis dilepaskan. Keadaan saat kepala myosin menempel pada aktin selama kontraksi disebut cross bridge.

3. Power stroke

Setelah cross bridge terbentuk, terjadi power stroke. Selama power stroke, daerah di mana ADP masih menempel (pada myosin) terbuka. Karena itu, cross bridge berputar ke tengah sarkomer (garis M) dan melepaskan ADP tersebut. Cross bridge menghasilkan usaha selama bergerak ke tengah sarkomer, menggerakkan filament tipis (aktin) melewati filament tebal (myosin).

4. Pelepasan myosin dari aktin

Pada akhir power stroke, cross bridge tetap menempel pada aktin sampai myosin mengikat molekul ATP yang lain. Saat ATP menempel pada daerah perlekatan di kepala myosin, myosin melepaskan diri dari aktin yang lama.

Siklus kontraksi berulang selama enzim ATPase menghidrolisis molekul ATP yang baru. Proses tsb berlangsung selama ATP tersedia dan konsentrasi Ca2+ tinggi. Ketika Ca2+ tidak dilepaskan lagi ke reticulum sarkoplasmik, proses kontraksi berhenti dan terjadi relaksasi.

Related Posts