Proses Pembentukan Relung (Niche) | Pintar Biologi

Blog Pembelajaran Biologi Terlengkap


Proses Pembentukan Relung (Niche)

|

Dalam mempelajari relung, ada beberapa istilah yang dikaitkan dengan proses pembentukan relung, di antaranya tiga istilah berikut. 1). respon organisme terhadap persaingan sumber daya, 2). ekivalensi ekologi (Ecological Equivalents), dan 3). pemindahan karakter (Character Displacement).

1. Respon Organisme Terhadap Persaingan Sumber Daya

Berdasarkan konsep relung ekologi Hutchinson, adanya tumpang tindih dalam satu atau beberapa dimensi relung (sumber daya) di antara dua spesies yang berkoeksistensi dalam habitat yang sama akan menimbulkan interaksi persaingan yang sangat tinggi. Tidak ada dua spesies yang bentuk adaptasinya (fisiologi, struktural, dan perilaku) yang identik satu dengan lainnya, sehingga spesies yang memperlihatkan adaptasi yang lebih baik dan agresif akan memanfaatkan sumber daya secara optimal dan mampu bertahan hidup.

Sedangkan spesies yang kalah bersaing akan mencari tempat lain yang menyediakan sumber daya yang dibutuhkannya atau mengalami kepunahan. Terdapat dua respon organisme dalam menghadapi persaingan interspesifik ini yaitu:

a. Eksklusi persaingan (Competitive Exclusion): satu spesies akan memanfaatkan sumber daya dengan lebih efektif sehingga spesies lain akan punah.

b. Pemisahan sumber daya (Resource Partitioning): setiap spesies akan hidup dalam habitat yang sama tetapi tetapi terjadi pembagian sumber daya (pemisahan relung/niche separation).

a. Asas Eksklusi Persaingan (Competitive Exclusion)

Pada 1930-an, Georgy Gause melakukan serangkaian studi empiris tentang dinamika populasi paramecia dalam kompetisi atau pemangsaan untuk menguji prediksi persamaan diferensial (Vito Volterra,1926) dan (Alfred Lotka, 1924). Pada bukunya tahun 1934, Gause menyatakan bahwa dua spesies yang menempati relung yang sama dalam lingkungan yang homogen tidak bisa hidup berdampingan. saat mereka bersaing untuk mendapatkan sumber daya yang sama, artinya satu spesies satu relung (Gambar 1.8).

Proses Pembentukan Relung (Niche)

Sumber: Prezi (2019)

Gambar 1.8

Persaingan Dua Spesies berdasarkan Konsep Eksklusi Persaingan

b. Pemisahan Sumber Daya (Resource Partitioning)

Berdasarkan konsep koeksistensi dan pernyataan dari Gause, beberapa spesies yang hidup secara langgeng dalam habitat yang sama adalah spesiesspesies yang relung ekologinya berbeda atau terpisah. Artinya, relung ekologi dari beberapa spesies yang menyangkut dimensi sumber daya yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan harus berbeda dalam habitat yang sama.

Pada saat spesies memiliki tumpang tindih relung yang tinggi, maka spesies-spesies tersebut akan fokus pada perbedaan spektrum sumber daya.

MacArthur (1958) melakukan penelitian terhadap 5 spesies burung warbler (Cape May, Yellow-rumped, Black-throated Green, Blackburnian, dan Baybreasted) di Hutan Cornifer Amerika Utara. Burung warbler merupakan pemakan serangga yang menempati habitat yang sama yaitu pohon cemara atau pinus. Dengan menghitung jarak pada pohon, MacArthur membagi pohon ke dalam beberapa zona. Penelitian menunjukan bahwa setiap spesies warbler memiliki posisi makan dan ruang yang berbeda pada setiap zona pohon. Cape May berada di zona luar di bagian atas, Bay-breasted makan sebagian besar di sekitar zona interior tengah, sementara Yellow-rumped bergerak dari zona satu ke zona lainnya (Gambar 1.9).

Proses Pembentukan Relung (Niche)

Sumber : Biology Forums (2019)

Gambar 1.9

Pemisahan Sumber Daya Burung Warbler

Pemisahan sumber daya dapat terlihat jelas pada jenis makanan yang dikonsumsi. Pemisahan ini didukung oleh adanya perbedaan dalam adaptasi morfologi spesies sehingga memungkinkan timbulnya perbedaan penggunaan sumber daya. Hal ini juga dibuktikan dengan penelitian Pyke (1982), yangmeneliti tentang lebah di Gunung Colorado. Penelitian menunjukan spesiesspesies lebah mampu beradaptasi terhadap bentuk sumber daya yang spesifik.

Setiap lebah akan berkompetisi untuk memperoleh nektar bunga, tetapi setiap bunga penghasil nektar memiliki variasi dalam panjang mahkota bunga, sehingga setiap lebah akan beradaptasi dengan cara memilih bunga yang sesuai dengan morfologi proboscis lebah. Lebah menjadi sangat spesifik memilih bunga yang akan didatangi sehingga terdapat pemisahan sumber daya makanan antara berbagai spesies lebah (Gambar 1.10).

Proses Pembentukan Relung (Niche)

Sumber: The Nature Education (2011)

Gambar 1.10

Pemisahan Sumber Daya Lebah (Bambus spp.)

2. Ekivalensi Ekologi (Ecological Equivalents)

Ekivalensi ekologi atau kesamaan ekologi menunjukan dua atau lebih spesies memiliki relung yang sama tetapi berada di daerah geografis yang berbeda. Ekivalensi ekologi biasanya terjadi pada komunitas yang relatif sederhana. Perkerabatan taksonomi dari ekivalen ekologi ini dapat memiliki hubungan yang dekat atau jauh. 

Spesies dengan relung ekivalen cenderung memiliki kedekatan kekerabatan jika terdapat pada tempat yang berdekatan sedangkan pada tempat yang terpisah jauh cenderung tidak memiliki kedekatan taksonomik (kekerabatan). Secara umum ekivalen ekologi dapat dikenal dari kemiripan-kemiripan yang diperlihatkan organisme dalam proses adaptasi morfologi dan perilakunya dalam memanfaatkan sumber daya.

Contoh spesies yang memiliki ekivalensi ekologi adalah katak Mantella yang merupakan katak endemik dari Kepulauan Madagaskar, dimana memiliki relung yang sama dengan katak dari family Dendrobatidae (Poison dart frog) yang berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Keduanya memiliki kemiripan morfologi seperti ukuran dan morfologi tubuh serta pola tingkah lakunya.

Kedua katak ini memiliki warna yang mencolok dan menghasilkan racun yang mampu membuat takut predator (Gambar 1.11).

Proses Pembentukan Relung (Niche)

Gambar 1.11

Dua Spesies dengan Ekivalensi Ekologi

3. Pemindahan Karakter (Character Displacement)

Pemindahan karakter adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perubahan evolusioner yang terjadi ketika dua spesies serupa menghuni lingkungan yang sama. Pada kondisi sumber daya terbatas, spesies akan melakukan adaptasi morfologi, perilaku, dan fisiologi yang menyebabkan terjadinya perbedaan sifat antara spesies.

Terdapat dua bentuk pemindahan karakter. Pertama, ketika spesies bersaing untuk mendapatkan sumber daya, seleksi mungkin mengarah pada perpindahan karakter ekologis/ecological character displacement (Slatkin, 1980; Schluter, 2001). Pemindahan karakter ekologis muncul ketika persaingan antara individu heterospesifik yang sama melakukan adaptasi fenotipik atau morfologi untuk mengurangi persaingan antar spesies (Robinson dan Wilson, 1994; Schluter, 2000; Hari dan Muda, 2004; Dayan dan Simberloff, 2005). Kedua, ketika spesies saling mengganggu kemampuan antar spesies dalam mengidentifikasi pasangan atau mengakibatkan hilangnya kemampuan berkembangbiak sehingga terjadi perbedaan pola perilaku (perilaku berbiak) maka seleksi dapat mengarah pada pemindahan karakter reproduksi/reproductive character displacement (Blair, 1955; Crozier, 1974) (Gambar 1.12).

Proses Pembentukan Relung (Niche)

Sumber: Pfennig dan Pfennig (2009)

Gambar 1.12

Proses Pemindahan Karakter

Related Posts