Petunjuk Praktikum Ekosistem Perairan | Pintar Biologi

Blog Pembelajaran Biologi Terlengkap

Petunjuk Praktikum Ekosistem Perairan

|

PELAKSANAAN PRAKTIKUM I

MENGUKUR SUHU AIR

I. Bahan dan Alat yang Digunakan:

Thermistor

II. Cara Kerja:

a. Pengukuran suhu air harus dilakukan secara seri.

b. Untuk danau yang kedalamannya kurang dari 2 meter, pengukuran dilakukan di permukaan dan di dasar danau.

c. Untuk air dengan kedalaman lebih dari 2 meter, maka pengukuran dilakukan setiap dua meter ke bawah atau kalau perlu bahkan setiap 0,5 meter pada daerah-daerah tertentu.

d. Ulangi beberapa kali dan ambil rata-ratanya.

e. Dalam pengukuran suhu secara lebih objektif, usahakan lokasi dan kedalaman harus tepat sehingga dapat benar-benar mewakili tingkatan suhu yang terukur sesuai dengan keberadaan organismenya. Misalnya, pengukuran tidak boleh dilakukan dekat dengan sumber yang dapat mengganggu pembacaan secara tepat, seperti lubang saluran pembuangan limbah. Begitu pula dengan kedalaman yang harus tepat.

Dalam pengukuran suhu, tidak ada patokan secara khusus yang menyatakan bahwa dengan kedalaman perairan tertentu suhunya harus tertentu pula. Semuanya tergantung dari kondisi dan keberadaan perairan, serta musim/iklim yang sedang berlangsung.


MENGUKUR KEKERUHAN

1. Bahan dan Alat:

Cakram Secchi

II. Cara Kerja:

Untuk pembacaan dengan cakram Secchi dilakukan langkah-langkah sebagai berikut.

a. Turunkan alat di tempat permukaan air yang teduh, sampai mulai menghilang (tidak terlihat).

b. Ukur kedalaman jarak ini.

c. Naikkan alat sampai mulai tampak lagi, dan ukur kedalaman jarak ini.

d. Cari rata-rata dari kedua hasil pengukuran.

e. Ulangi percobaan sampai 3 kali atau lebih, dan ambil rata-ratanya.

f. Kondisi permukaan dan warna air perlu dicatat. Jika diperoleh pembacaan rendah, misalnya 65 cm maka air banyak mengandung bahan suspensi. Jika amat dalam, misalnya 600 cm, maka air itu amat bening dan relatif bebas dari bahan suspensi. Hasil baca Secchi dapat berbeda dari tempat ke tempat, waktu ke waktu, dan bergantung pada kondisi air. Karena itu lakukanlah pengukuran untuk beberapa bulan sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih tepat.

Pengukuran dengan Cakram Secchi, hasilnya amat relatif untuk masing-masing pengukur karena mengandalkan pengukuran secara visual saja (tergantung kemampuan mata dari orang yang mengukur). Belum lagi faktor cuaca yang dapat saja mempengaruhi kemampuan pembaca untuk mengukur batas kejernihan Cakram Secchi. 

Untuk itu disarankan, pengukuran di lapangan dilakukan pada waktu cuaca yang mendukung untuk pembacaan. Tidak diperkenankan melakukan kegiatan pengukuran di bawah naungan tajuk pohon. Oleh karena hasil pengukuran masih sangat relatif, untuk lebih validnya (akurat) pada sampel air dilakukan pengukuran di laboratorium melalui Spektrofotometer yang mempunyai nilai dan skala tersendiri, sekaligus memeriksa apakah suspensi yang terlarut merupakan partikel terlarut ataukah organisme yang terlarut.


MENGUKUR KECEPATAN ARUS/ALIRAN

I. Bahan dan Alat yang digunakan:

Pengukuran kecepatan aliran mempergunakan stopwatch, tali dengan panjang tertentu (n meter), dan objek yang dapat mengapung, misalnya bola karet. Pengukuran dimulai dengan berdiri di tengah arus.

II. Cara Kerja

a. Pasang dan letakkan bola di ujung tali.

b. Begitu bola menyentuh air (pada titik A), pasanglah stopwatch sampai ujung tali terasa tegang karena bola sudah terbawa arus melewati acuan (titik B) sampai sejauh panjang tali (titik C).

c. Usahakan tangan pemegang tali selalu dekat dengan permukaan air.

d. Buat pengukuran kecepatan dengan rumus perbandingan jarak tempuh per waktu.

e. Ulangi pekerjaan ini 3 - 4 kali dan ambil rata-ratanya, seperti terlihat pada gambar berikut ini.

Pengukuran kecepatan aliran

PELAKSANAAN PRAKTIKUM

Petunjuk Pelaksanaan Praktikum

1. Setiap 10 mahasiswa membentuk satu kelompok praktikum.

2. Setiap kelompok mengerjakan praktikum yang pembagiannya ditentukan oleh Instruktur.

Petunjuk Penulisan Laporan Praktikum

A. Laporan dibuat sesuai format sebagai berikut.

I. Pendahuluan

II. Tinjauan Pustaka

III. Alat, Bahan, dan Cara kerja

IV. Hasil dan pembahasan

V. Kesimpulan

VI. Daftar Pustaka

B. Laporan diketik di atas kertas ukuran kuarto dengan jarak 1 ½ spasi.

C. Laporan dikumpulkan kepada instruktur sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.


PELAKSANAAN PRAKTIKUM II

PRODUKTIVITAS PRIMER KOLAM

I. Bahan dan Alat yang digunakan:

Dalam melakukan kegiatan pengukuran diperlukan sejumlah alat dan bahan, antara lain berikut ini.

1. Beberapa buah botol bersih tidak tercemar dengan kapasitas 500 ml.

2. Kertas alumunium.

3. Perangkat uji lengkap dari DO (Dissolved Oxygen).

II. Prosedur/Cara Kerja Pengujian

1. Tentukan lokasi-lokasi yang dianggap cocok untuk pengambilan sampel, baik untuk titik pengambilan maupun kedalaman.

2. Tentukan DO suatu kolam pada lokasi yang telah dipilih tadi. Catat hasilnya.

3. Isi 2 botol air untuk setiap lokasi. Amati dan jika miskin akan phytoplankton dan zooplankton tambahkan tumbuhan air ke dalam setiap botol. Usahakan agar tumbuhan yang ditambahkan tadi sama besarnya. Tutup botol itu semuanya.

4. Bungkus salah satu botol tadi dengan kertas alumunium, dan usahakan agar tidak terlepas. Kemudian, dipasangkan dengan botol satunya lagi.

5. Gantungkan setiap pasangan botol pada setiap lokasi yang dipilih dan kedalamannya.

6. Setelah periode tertentu, misalnya 1 sampai 24 jam. Tentukan DO akhir dan bandingkan dengan DO awal.

7. Lakukan beberapa kali pengulangan atau perbanyak titik sampel, dan ambil rata-ratanya agar data lebih valid.

Catatan

Pasangan botol sebaiknya digantungkan pada kedalaman air yang masih terkena cahaya, memungkinkan adanya fotosintesis. Harus dapat diupayakan, pengambilan air pada kedalaman yang dituju, jangan sampai terjadi membandingkan hasil pada sampel air dengan kedalaman berbeda.

Produksi oksigen total

Indeks produktivitas primer adalah produksi 11,0 ppm oksigen dalam satuan waktu atau 11,0 mg oksigen per liter air dalam beberapa jam (tergantung dari lamanya waktu penggantungan pasangan botol sampel). Dari hasil nilai pengujian, semakin besar nilainya, maka semakin tinggi indeks produktivitas primer yang semakin pula menjamin pola kehidupan organisme perairan.

Dalam mengukur indeks produktivitas primer perairan, sulit sekali mencapai nilai validitas terbesar, mengingat pengukuran indeks ini masih banyak dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain suhu, arus, dan bahan kandungan garam biogenik, untuk itu akan lebih baik lagi kalau pengukuran juga menyertakan hasil dari faktor-faktor tadi.

Sumber: Modul Kuliah Biologi UT

Related Posts