Mekanisme Pendengaran Telinga Luar dan Tengah

Posted on
Loading...
Mekanisme Pendengaran Telinga Luar dan Tengah

Fisiologi Pendengaran

Proses mendengar diawali dengan ditangkapnya energi bunyi oleh daun telinga dalam bentuk gelombang yang dialirkan melalui udara atau tulang ke koklea. Proses mendengar melalui tiga tahapan yaitu tahap pemindahan energi fisik berupa stimulus bunyi ke organ pendengaran , tahap konversi atau tranduksi yaitu pengubahan energi fisik stimulasi tersebut ke organ penerima dan tahap penghantaran impuls saraf ke kortek pendengaran.

Mekanisme Pendengaran Telinga Luar dan Tengah

Aurikula berfungsi untuk mengetahui arah dan lokasi suara dan membedakan tinggi rendah suara. Aurikula bersama MAE dapat menaikkan tekanan akustik pada MT pada frekuensi 1,5 – 5 kHz yaitu daerah frekuensi yang penting untuk presepsi bicara, selanjutnya gelombang bunyi ini diarahkan ke MAE menyebabkan naiknya tekanan akustik sebesar 10-15 dB pada MT.

MAE adalah tabung yang terbuka pada satu sisi tertutup pada sisi yang lain. MAE meresonansi ¼ gelombang. Frekuensi resonansi ditentukan dari panjang tabung, lengkungan tabung tidak berpengaruh. Tabung 2,5 cm, frekuensi resonansi kira-kira 3,5 kHz.

Fo (frekuensi resonansi) = kecepatan suara (4 x panjang tabung)
Dimana : Kecepatan suara = 350 m/detik
Misal panjang tabung = 2,5 cm, maka :
Fo = 350 (4×2,5) = 3500 Hz = 3,5 kHz

Gelombang suara kemudian diteruskan ke MT dimana pars tensa MT merupakan medium yang ideal untuk transmisi gelombang suara ke rantai osikular. Hubungan MT dan sistem osikuler menghantarkan suara sepanjang telinga telinga tengah ke koklea. Tangkai maleus terikat erat pada pusat membran timpani, maleus berikatan dengan inkus, inkus berikatan dengan stapes dan basis stapes berada pada foramen ovale.

Sistem tersebut sebenarnya mengurangi jarak tetapi meningkatkan tenaga pergerakan 1,3 kali, selain itu luas daerah permukaan MT 55 milimeter persegi sedangkan daerah permukaan stapes rata-rata 3,2 milimeter persegi. Rasio perbedaan 17 kali lipat ini dibandingkan 1,3 kali dari dari sistem pengungkit , menyebabkan penekanan sekitar 22 kali pada cairan koklea.

Hal ini diperlukan karena cairan memiliki inersia yang jauh lebih besar dibandingkan udara, sehingga dibutuhkan tekanan besar untuk menggetarkan cairan, selain itu didapatkan mekanisme reflek penguatan, yaitu sebuah reflek yang timbul apabila ada suara yang keras yang ditransmisikan melalui sistem osikuler ke dalam sistem saraf pusat, reflek ini menyebabkan konstraksi pada otot stapedius dan otot tensor timpani.

Otot tensor timpani menarik tangkai maleus ke arah dalam sedangkan otot stapedius menarik stapes ke arah luar. Kondisi yang berlawanan ini mengurangi konduksi osikular dari suara berfrekuensi rendah dibawah 1 000 Hz. Fungsi dari mekanisme ini adalah untuk melindungi koklea dari getaran merusak disebabkan oleh suara yang sangat keras , menutupi suara berfrekuensi rendah pada lingkungan suara keras dan menurunkan sensivitas pendengaran pada suara orang itu sendiri.

Loading...

Mekanisme Pendengaran Telinga Dalam

Koklea mempunyai dua fungsi yaitu menerjemahkan energi suara ke suatu bentuk yang sesuai untuk merangsang ujung saraf
auditorius yang dapat memberikan kode parameter akustik sehingga otak dapat memproses informasi dalam stimulus suara.

Koklea di dalamnya terdapat proses transmisi hidrodinamik yaitu perpindahan energi bunyi dari foramen ovale ke sel-sel bersilia dan proses transduksi yaitu pengubahan pola energi bunyi pada OC menjadi potensial aksi dalam nervus auditorius. Mekanisme transmisi terjadi karena stimuli bunyi menggetarkan perilim dalam skala vestibuli dan endolim dalam skala media sehingga menggetarkan membrana basilaris.

Membrana basilaris merupakan suatu kesatuan yang berbentuk lempeng-lempeng getar sehinga bila mendapat stimuli bunyi akan bergetar seperti gelombang disebut traveling wave. Proses transduksi terjadi karena perubahan bentuk membran basilaris. Perubahan tersebut karena bergesernya membrana retikularis dan membrana tektorial akibat stimulis bunyi. Amplitudo maksimum pergeseran tersebut akan mempengaruhi sel rambut dalam dan sel rambut luar sehinga terjadi loncatan potensial listrik. Potensial listrik ini akan diteruskan oleh serabut saraf aferen yang berhubungan dengan sel rambut sebagai impuls saraf ke otak untuk disadari sebagai sensasi mendengar.

Koklea di dalamnya terdapat 4 jenis proses bioelektrik, yaitu : potensial endokoklea (endocochlear potential) , mikrofoni koklea (cochlear microphonic) , potensial sumasi (summating potensial), dan potensial seluruh saraf (whole nerve potensial). Potensial endokoklea selalu ada pada saat istirahat, sedangkan potensial lainnya hanya muncul apabila ada suara yang merangsang.

Potensial endokoklea terdapat pada skala media bersifat konstan atau direct current (DC) dengan potensial positif sebesar 80 – 100 mV. Stria vaskularis merupakan sumber potensial endokoklea yang sangat sensitif terhadap anoksia dan zat kimia yang berpengaruh terhadap metabolisme oksidasi. Mikrofoni koklea adalah alternating current (AC) berada di koklea atau juga di dekat foramen rotundum, dihasilkan area sel indera bersilia dan membrana tektoria oleh pengaruh listrik akibat vibrasi suara pada silia atau sel inderanya.

Potensial sumasi termasuk DC tidak mengikuti rangsang suara dengan spontan, tetapi sebanding dengan akar pangkat dua tekanan suara. Potensial sumasi dihasilkan sel-sel indera bersilia dalam yang efektif pada intensitas suara tinggi. Sedangkan mikrofoni koklea dihasilkan lebih banyak pada outer hair cell. Bila terdapat rangsangan diatas nilai ambang, serabut saraf akan bereaksi menghasilkan potensial aksi.

Serabut saraf mempunyai penerimaan terhadap frekuensi optimum rangsang suara pada nilai ambangnya, dan tidak bereaksi terhadap setiap intensitas. Potensial seluruh saraf adalah potensial listrik yang dibangkitkan oleh serabut saraf auditori. Terekam dengan elektroda di daerah foramen rotundum atau di daerah saraf auditori, memiliki frekuensi tinggi dan onset yang cepat.

Rangsangan suara dari koklea diteruskan oleh nervus kranialis VIII ke korteks melalui nukleus koklearis ventralis dan dorsalis. Jaras tersebut merupakan sistem pendengaran sentral

Loading...