Pengertian, Ciri dan Fungsi Tulang Rawan (Kartilago)

Posted on
Loading...
Pengertian, Ciri dan Fungsi Tulang Rawan (Kartilago)

Pengertian Tulang Rawan (Kartilago)

Tulang rawan adalah jaringan ikat khusus yang terdiri dari sel-sel yang disebut kondrosit dan matriks ekstrasel. Sel-sel kondrosit berada di dalam rongga-rongga yang disebut lakuna.

Tulang rawan (L. cartilago, tulang muda) merupakan jaringan ikat penahan-berat yang relatif padat, tetapi tidak sekuat tulang. Dalam kehidupan pasca lahir sesudah tidak tumbuh lagi, jaringan ini hanya ditemukan pada dua jenis tempat.

Tempat pertama, sejumlah bangunan tulang rawan ekstra-skeletal terdapat dalam tubuh. Sebagai contoh ialah cincin-cincin tulang rawan berbentuk tapal kuda pada dinding trakea. Peranan cincin ini ialah mencegah dinding trakea, yang sebenarnya hanya terdiri atas jaringan ikat biasa, agar tidak kolaps saat udara dihirup memasuki paru. Bangunan tulang rawan berbentuk tidak beraturan juga terdapat pada dinding jalan napas yang lebih kecil yang menunju paru. Juga terdapat lempeng-lempeng tulang rawan pada laring, hidung, dan dinding bagian medial tuba auditori (yang menghubungkan telinga tengah dengan nasofaring dan memungkinkan terjadinya keseimbangan tekanan udara antara kedua rongga itu). Tulang rawan juga terdapat pada tulang iga (yang menghubungkan ujung anterior iga dengan sternum), berupa bagian yang menghubungkan iga-iga dengan sternum yang kuat namun cukup fleksibel sehingga memungkinkan kerangka iga meluas pada gerakan respirasi.

Tempat kedua tertinggalnya tulang rawan seumur hidup ialah pada persendian. Pada sendi yang bergerak bebas, ujung-ujung tulang dibalut tulang rawan. Dalam hal ini tulang rawan itu disebut tulang rawan sendi, dan unsur interselnya (yang dikenal sebagai matriks) membentuk permukaan pelincir yang licin pada ujung sendi tulang. Tulang rawan juga terdapat pada beberapa sendi yang tidak dapat bergerak bebas.

Umumnya tulang rawan yang terbentuk semasa kehidupan pra-lahir hanya bersifat sementara karena akan diganti dengan tulang, namun pembentukannya merupakan tahapan menentukan dalam perkembangan tulang panjang. Lagi pula sejumlah tulang rawan demikian yang menetap sampai penumbuhan pasca lahir telah berakhir, merupakan alat penumbuh memanjang tulang.

Tulang rawan biasa disebut sebagai tulang rawan hialin (Yun. hyalos) karena matriksnya tampak putih kebiruan mirip mutiara dan agak tembus cahaya dalam keadaan segar. Namun pada beberapa tempat terdapat tulang rawan elastis karena juga mengandung serat-serat elastin, dan pada tempat lain lagi mengandung banyak kolagen sehingga pantas disebut sebagai fibrokartilago.

Fungsi Tulang Rawan

Fungsi dari tulang rawan adalah:

  1. Menyokong jaringan lunak.
  2. Untuk pertumbuhan tulang panjang sebelum atau sesudah lahir.
  3. Berdasarkan permukaan yang halus utk memberikan suatu daerah bagi persendian shg mempermudah pergerakan tulang.

Tulang rawan terbagi atas 3 tipe yaitu :

  1. Tulang rawan hialin, merupakan bentuk yang paling umum dijumpai, kolagen II merupakan tipe kolagen utamanaya
  2. Tulang rawan elastis, yang lebih lentur, memiliki banyak serat elastis dalam matriksnya selain kolagen tipe II
  3. Fibrokartilago, dijumpai di bagian-bagian tubuh yang mengalami tarikan atau tekanan ditandai matriks yang mengandung anyaman padat serat kolagen tipe-I yang kasar.

Ketiga tulang rawan bersifat avaskuler sehingga nutrisi diperoleh melalui difusi dari kapiler jaringan ikat di dekatnya atau melalui cairan sinovial dari kavum sendi. Selain itu tulang rawan juga tidak memiliki serabut saraf dan pembuluh limfe.

Perikondrium merupakan lapisan luar yang mengelilingi tulang rawan yang terdiri dari jaringan ikat padat. Perikondrium ini memiliki pembuluh darah yang memasok nutrisi ke kartilago.

Perikondrium terdiri dari dua lapisan:

  1. Lapisan luar (lapisan fibrosa)
    Pada lapisan ini sel-sel mesenkim berdifferensiasi menjadi sel fibroblas yang akan membentuk serta-serat kolagen
  2. Lapisan dalam (lapisan kondrogenik)
    Pada lapisan ini sel mesenkim berdiferensiasi menjadi sel kondroblas yang akan menghasilkan matriks tulang rawan

Kondrium merupakan lapisan paling dalam. Lapisan ini dapat dijumpai sel-sel dan matriks ekstrasel.

  • Sel Kondroblas dan Kondrosit
    • Kondroblas yang menghasilkan matriks sehingga akhirnya terpendam dalam matriks dan dan sekarang disebut kondrosit yang terdapat dalam rongga lakuna. Kondrosit dalam lakuna mampu membelah beberapa kali sehingga sel anak menetap di lakuna yang sama.
  • Lakuna yang berisi empat sel disebut sel isogen “cell nest”.
    • Matriks merupakan gel amorf yang mengandung glikosaminoglikans dan serta kolagen tipe II. Selain itu terdapat kondronektin yang merupakan protein yang melekatkan kondrosit pada serat kolagen dan kondrokalsin yang berperan proses pengapuran tulang rawan.

Pertumbuhan tulang rawan melalui 2 cara

  1. Pertumbuhan intertisiel, merupakan pembelahan dari sel kondrosit yang sudah ada.
  2. Pertumbuhan aposisional, merupakan pertumbuhan yang disebabkan oleh differensiasi selsel perikondrium.

Pertumbuhan intertisiel hanya terjadi pada tahap awal pembentukan tulang rawan, saat massa tulang bertambah dan matriks tulang rawan berkembang dari dalam. Pertumbuhan intertisiel juga terjadi pada lempeng epifisi tulang panjang dan tulang rawan sendi. Pada tulang rawan sendi, karena sel-sel dan matriks dekat permukaan sendi menjadi aus sehingga harus diganti dari dalam karena tidak ada perikonrium untuk menambah sel melalui aposisi.

Regenerasi jaringan tulang rawan kurang baik kecuali pada kanak-kanak. Tulang rawan yang cedera sukar beregenerasi dan degenerasinya sering tidak sempurna, mellaui aktivitas perikondrium yang memasuki daerah cedera dan membentuk tulang rawan yang baru. Pada daerah cedera yang luas dan pada daerah yang kecil perikondrium mebentuk jaringan parut
jaringan ikat padat dan bukan membentuk tulang rawan.

TULANG RAWAN HIALIN

Tulang rawan yang paling banyak dijumpai pada orang dewasa. Lokasi :

  • Ujung ventral iga
  • Larynx,trachea, bronchus
  • Permukaan sendi tulang
  • Pada janin & anak yg sedang tumbuh pada lempeng epifisis

Matriks tulang rawan hilain mengandung kolagen tipe II, meskipun terdapat juga sejumlah kecil kolagen tipe IX, X, XI dan tipe lainnya. Proteoglikan mengandung kondroitin 4-sulfat, kondroitin 6-sulfat dan keratan sulfat.

TULANG RAWAN ELASTIS

Paling banyak ditemukan pada daun telinga, dinding meatus akustikus eksternus, tuba auditori eustachia, epiglotis, dan sebagian larynx. Tulang rawan elastis pada dasarnya sama dengan tulang rawan hialin kecuali memiliki banyak serat elastis selain serat kolagen tipe II.

Sel-sel kondroblas dan sel-sel kondrosit pada tulang rawan elastis ini mempunyai sifat seperti tulang rawan hialin, pada sel-sel ini memproduksi juga serat elastis.

TULANG RAWAN FIBROSA / FIBROKARTILAGO

Distribusi fibrokartilago dapat ditemukan pada anulus fibrosus diskus intervertebralis, symphisis pubis, tempat melekatnya tendo pd tulang rawan.. Fibrokartilago mengandung kondrosit yang tersusun dalam barisan panjang dan dipisahkan oleh serat kolagen tipe I kasar.

Kolagen tipe I membuat matriks fibrokartilago bersifat asidofilik. Fibrokartilago tidak memiliki perikondrium.

Diskus Intervertebralis

Tiap-tiap diskus terletak di anatar dua vertebra dan melekat pada vertebra ini melalui ligamentum. Diskus ini memiliki 2 komponen yaitu

  1. Anulus fibrosa
    Merupakan lapisan paling luar dari diskus intervertebralis dan terdiri dari fibrokartilago dengan kedua sisinya melekat pada vertebra dan anyaman penyambung padat. Pada anak-anak anulus fibrosus relatif tipis tetapi cukup kuat, sedangkan pada orang dewasa sesuai pertambahan umur kekuatannya mulai menurun dan mudah sobekm memyebabkan nukleus pulposus yang setengah cair akan keluar dan merembes ke akar saraf sehingga menyebabkan rasa sakit (hernia diskud intervertebralis).
  2. Nukleus Pulposus
    Terdapat pada bagian tengah anulus fibrosus. Memiliki sifat cairan viskus dengan sedikit sel dan matriks mengandung asam hialuron. Pada anak-anak nukleus pulposus ini besar dan dengan meningkatnya umur ia kan mengecil dan sebagian diganti fibrokartilago
Loading...