Categories: Taksonomi

Kaitan Taksonomi dengan Cabang Ilmu yang Lain

Loading...

Sistematika (termasuk taksonomi di dalamnya) sebagai salah satu cabang utama biologi dengan cakupan luas seperti halnya genetika atau biologi molekuler. Sistematika mencakup fungsi-fungsi pelayanan seperti identifikasi dan klasifikasi, studi komparatif pada seluruh aspek organisme, dan interpretasi peran taksa yang lebih rendah dan lebih tinggi dalam ekonomi alam.

Sistematika adalah sintesis berbagai macam pengetahuan, teori, dan metode yang diaplikasikan ke semua aspek klasifikasi. Tugas paling utama dari ahli sistematika bukan hanya menggambarkan perbedaan antara makhluk hidup tetapi juga memberi andil untuk memahaminya.

Taksonomis modern berperan lebih dari sekedar mengurus koleksi-koleksi hewan. Para ahli ini adalah naturalis lapangan yang terdidik dengan baik, yang mempelajari ekologi dan perilaku spesies di lingkungan asli mereka.

Para ahli sistematika muda telah menjalani pelatihan dalam berbagai cabang biologi termasuk genetika dan biologi molekuler. Pengalaman lapangan dan laboratorium memberikan bekal untuk melaksanakan penelitian yang lebih fundamental.

Taksonomi Berperan Sebagai Alat Bantu Ilmu Biologi

Taksonomi berperan sebagai alat bantu dalam kajian berbagai bidang
biologi maupun bidang ilmu yang lain. Peran taksonomi dalam biologi adalah:

  1. Merupakan satu-satunya ilmu yang menyediakan gambaran cukup jelas mengenai keanekaragaman organik yang ada di bumi.
  2. Menyediakan sebagian besar informasi yang diperlukan untuk rekonstruksi filogeni kehidupan.
  3. Menyediakan informasi yang diperlukan oleh seluruh cabang biologi.
  4. Menyediakan klasifikasi-klasifikasi yang bernilai penjelasan dan heuristik tinggi pada sebagian besar cabang biologi. Contohnya: biokimia, imunologi, ekologi, genetik, etologi, dan geologi sejarah.
  5. Sebagai eksponen awal dari sistematika, taksonomi memberi kontribusi konseptual penting yang susah diperoleh bagi ahli biologi eksperimental.

Jadi, taksonomi berkontribusi secara signifikan untuk memperluas biologi
dan keseimbangan yang lebih baik dalam ilmu biologi secara keseluruhan.

Taksonomi memberikan kontribusi terhadap struktur konseptual biologi.
Contoh, pemikiran populasi masuk ke dalam biologi melalui taksonomi, dan sesungguhnya salah satu dari dua akar genetika populasi adalah taksonomi.

Masalah yang berkaitan dengan multiplikasi spesies telah diatasi oleh para
taksonomis yang telah memberi jalan bagi pemahaman mengenai struktur
spesies. Taksonomis dan naturalis menggunakan taksonomi sebagai instrumen pengembangan etologi dan studi filogeni dari perilaku.

Para ahli taksonomi telah mendemonstrasikan bahwa studi keanekaragaman organik (yang menjadi perhatian utama sistematika) adalah cabang integral utama dari biologi. Peran penting taksonomi didukung oleh kenyataan adanya dua metode ilmiah utama, yaitu: metode eksperimental dan metode komparatif (berdasarkan observasi).

Data hasil observasi tidak akan memiliki arti kecuali data tersebut diklasifikasikan sebelum dibandingkan. Pemahaman tentang masalah ini menciptakan minat baru mengenai metode dan teori klasifikasi pada semua ilmu komparatif. Kondisi tersebut didorong oleh naiknya kebutuhan aspek-aspek terapan dari taksonomi misalnya identifikasi yang tepat dan klasifikasi spesies dalam ilmu pertanian, kesehatan masyarakat, ekologi, konservasi, genetika, dan biologi perilaku.

Taksonomi hewan merupakan dasar yang sangat esensial dalam ilmu
ekologi
, yaitu ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara organisme dengan lingkungannya. Hal ini didasarkan atas kenyataan bahwa hampir tidak ada survei ekologi yang tidak memerlukan identifikasi spesies. Ketepatan identifikasi ini sangatlah penting. Tanpa ketepatan identifikasi akan menyebabkan kajian ekologi menjadi sia-sia. Misalnya mempelajari hubungan timbal balik antara spesies X dengan lingkungannya.

Apabila kurang teliti dalam menentukan nama spesies yang akan digunakan sebagai objek kajian, misalnya peneliti menentukannya sebagai spesies Y. Ini berarti bahwa peneliti akan membuat uraian tentang hubungan spesies Y dengan lingkungan tempat hidupnya.

Dengan demikian uraiannya sama sekali tidak menggambarkan hubungan timbal balik antara spesies X dengan lingkungannya. Hal ini tentu akan berbeda dengan uraian yang menggambarkan hubungan antara spesies X dengan lingkungannya.

Dalam strata geologi, spesies berupa fosil berperan sebagai kunci yang
sangat menentukan. Para ahli biologi eksperimental juga mengapresiasi dan membutuhkan taksonomi dalam penelitian-penelitian yang mereka lakukan. Di dalam taksonomi sering dijumpai adanya beberapa genus dengan dua atau lebih spesies yang mempunyai ciri-ciri yang sangat mirip.

Loading...

Spesies tertentu memiliki perbedaan yang lebih tampak pada sifat fisiologis
atau sitologi daripada ciri-ciri morfologi eksternalnya. Kesalahan dalam
identifikasi spesies dengan ciri morfologi yang sangat mirip memungkinkan dua ahli biologi mendapatkan kesimpulan yang berbeda dengan obyek pengamatan spesies tertentu yang sama.

Faktanya, satu ahli biologi bekerja dengan spesies A, sedangkan ahli yang lain dengan spesies B meskipun mereka menganggap bekerja menggunakan spesies yang sama. Dalam hal ini terlihat adanya hubungan yang sangat erat antara taksonomi dengan fisiologi.

Taksonomi Berperan Sebagai Alat Bantu Ilmu Selain Biologi

Dalam kaitannya dengan ilmu di luar biologi, taksonomi sangat diperlukan
dalam ilmu geologi maupun stratigrafi. Kedua cabang ilmu ini sangat
memerlukan ketepatan identifikasi fosil yang dipandang sebagai spesies kunci. Untuk menentukan ketepatan identifikasi spesies diperlukan pengetahuan tentang taksonomi.

Taksonomi juga berperan dalam upaya pengendalian hayati terhadap serangga hama. Tiap serangga mempunyai parasit spesifik yaitu parasit yang khas untuk serangga tertentu. Dengan identifikasi serangga yang seksama akan dapat ditentukan nama spesies yang tepat. Selanjutnya nama spesies serangga yang telah ditetapkan dengan valid akan memudahkan menentukan jenis parasitnya. Pembasmian secara efektif dapat dilakukan. Pembasmian semacam ini disebut pengendalian hayati.

Taksonomi juga dapat memberikan sumbangan terhadap ilmu-ilmu terapan, misalnya ilmu kedokteran, ilmu pertanian, konservasi alam, dan pengelolaan sumber daya alam, atau entomologi, khususnya entomologi ekonomi. Suatu contoh dapat dipaparkan sebagai berikut: pada suatu waktu jenis nyamuk Anopheles maculipenis Meigen, diduga sebagai vektor atau penjangkit penyakit malaria di seluruh benua Eropa. Telah banyak biaya dikeluarkan untuk membasminya, tetapi menjadi mubazir karena tidak diketahui dengan pasti bagaimana hubungan antara wabah malaria yang sedang terjadi dengan penyebaran nyamuk Anopheles.

Setelah diadakan kajian taksonomi terhadap nyamuk tersebut diketahui bahwa kelompok spesies sibling atau spesies kriptik nyamuk Anopheles maculipenis terdiri atas beberapa, yang memperlihatkan perbedaan dalam hal ragam habitat yang disukai dan kebiasaan dalam perkembangbiakannya. Ternyata hanya beberapa kelompok saja di antara mereka itu yang menjadi penular penyakit malaria di daerah-daerah tertentu.

Berdasarkan hasil kajian ini dapat diambil langkah-langkah yang tepat untuk membasminya, dengan cara diarahkan kepada tempat bersarangnya.

Perhatian kontrol biologis terhadap hama serangga telah meningkat,
penentuan negara asal hama dan parasit serta parasitoidnya yang tepat sangat penting. Taksonomi mengambil peran dalam penelitian beragam koleksi serangga untuk mengatasi masalah hama termasuk dengan kontrol biologis.

Salah satu contoh, sejenis kumbang kecil Syagrius fulvitarsis Pascoe
mengancam kelangsungan hidup tanaman pakis Sadleria yang tumbuh di hutan lindung Kepulauan Hawai sehingga diperlukan pengendalian terhadap jenis kumbang ini. Pihak berwenang tidak mengetahui asal-usul serangga ini.

Kontrol biologis terhadap kumbang Syagrius baru berhasil setelah Pemberton (1941) mendapatkan dan mempelajari koleksi serangga pribadi yang sudah tua yang dipakai untuk penelitian taksonomi. Koleksi serangga menjadi kunci penyelesaian masalah dengan diketahuinya areal hutan asal serangga (dari catatan di koleksi serangga) dan adanya parasit Braconid yang menyerang larva serangga ini.

Rangkuman

Sistematika (termasuk taksonomi di dalamnya) sebagai salah satu cabang utama biologi dengan cakupan luas yaitu fungsi-fungsi pelayanan seperti identifikasi dan klasifikasi, studi komparatif pada seluruh aspek organisme, dan interpretasi peran taksa yang lebih rendah dan lebih tinggi dalam ekonomi alam.

Taksonomi penting dalam biologi dan ilmu lain karena merupakan satu-satunya ilmu yang menyediakan gambaran yang jelas keanekaragaman organik yang ada di bumi, menyediakan informasi yang diperlukan oleh seluruh cabang biologi, menyediakan klasifikasiklasifikasi yang bernilai penjelasan dan heuristik tinggi pada sebagian besar cabang biologi (contohnya: biokimia evolusi, imunologi, ekologi, genetik, etologi, dan geologi sejarah).

Sebagai eksponen awal dari sistematika, taksonomi memberi kontribusi konseptual penting yang susah diperoleh oleh ahli biologi eksperimental. Taksonomi juga penting dalam berbagai ilmu terapan seperti kedokteran, entomologi, pertanian, konservasi, dan lain-lain.

admin

Hanya seorang pelajar biasa yang ingin berbagi ilmu biologi kepada masyarakat via Pintar Biologi

Share
Published by
admin

Recent Posts

Gangguan atau Kelainan yang Terjadi pada Sistem Saraf

Berikut ini beberapa gangguan atau kelainan yang terjadi pada sistem saraf. Ada beberapa gangguan atau…

2 hours ago

Sistem Saraf Tak Sadar (Otonom) Pada Manusia

Sistem Saraf Tak Sadar (Otonom) Pada Manusia - Sistem saraf tak sadar merupakan sekumpulan saraf…

6 hours ago

Latihan Soal UN dan Ujian SNMPTN / PTS

Latihan Soal UN dan Ujian SNMPTN / PTS Petunjuk: Pilih satu jawaban yang benar 1.…

10 hours ago

Macam/Jenis Enzim Pencernaan dan Fungsinya

Proses pencernaan di dalam tubuh makhluk hidup, melibatkan enzim-enzim pencernaan. Hal ini menyebabkan bahan makanan…

14 hours ago

Kisi-kisi Materi UKG Pelajaran Biologi SMA Tahun 2015

Kisi-kisi Materi UKG 2015 Pelajaran Biologi SMASalah satu cara pemerintah memajukan kualitas dan kompetensi guru…

18 hours ago

Tipe-Tipe Ekosistem Beserta Ciri-Ciri dan Gambarnya

Materi pembahasan tentang ekosistem telah banyak dibahas di beberapa kesempatan yang lalu. Sekedar untuk mengingatkan,…

22 hours ago

This website uses cookies.