Categories: Taksonomi

Dasar-dasar Taksonomi Tumbuhan

Loading...

A. KLASIFIKASI, SISTEMATIKA, BOTANI SISTEMATIK, DAN TAKSONOMI

Tumbuhan di permukaan bumi selain berjumlah sangat besar juga
menunjukkan keanekaragaman yang sangat tinggi. Jumlah dan keanekaragaman yang sangat tinggi mendorong manusia yang berkecimpung dalam studi tumbuhan melakukan penyederhanaan obyek tumbuhan itu melalui klasifikasi (pengelompokan) dan pemberian nama yang tepat untuk setiap kelompok yang terbentuk.

Dua kegiatan inilah yang merupakan tugas utama ilmu sistematik atau taksonomi tumbuhan. Penemuan tumbuhan dan pemanfaatannya telah dilakukan manusia sejak jaman batu. Sejak jaman itu manusia mencari tumbuhan di sekelilingnya dan memanfaatkannya untuk dimakan, dibuat obat ataupun untuk keperluan lainnya. Kemudian dari tumbuhan yang telah dimanfaatkan itu diberikan pertelaan atau deskripsi mengenai ciri-ciri dan sifat agar dapat diceritakan dan disebarluaskan kepada orang lain terutama perihal khasiat maupun manfaatnya.

Sejak dahulu kala bangsa-bangsa yang menempati lembah Euphrat,
Tigris, Mesir, Cina dan bangsa-bangsa Indian di Amerika telah mengenal dan memanfaatkan tumbuhan untuk berbagai keperluan. Jadi sudah berpuluhpuluh abad yang lampau secara tidak langsung orang mulai melaksanakan tugas ilmu taksonomi tumbuhan, meskipun pengetahuan tentang tumbuhan pada waktu itu belum dapat disebut sebagai ilmu untuk ukuran sekarang.

Kehidupan kita tidak dapat terpisahkan dari dunia tumbuhan, di era
modern keberadaan tumbuhan sangat diperlukan sebagai sumber bahan
makanan, energi, papan, sandang, obat-obatan, minuman, bahan estetika
lingkungan, dan bahkan sebagai penghasil oksigen yang sangat kita perlukan untuk bernafas.

Pada saat ini telah banyak dikenal berbagai macam tumbuhan termasuk
di antaranya tumbuhan yang bermanfaat. Tumbuhan tersebut perlu dibedabedakan agar supaya tidak salah penyebutannya, karena wujud dan
macamnya berbeda. Karena itu dirasakan perlunya suatu pengetahuan
mengenai cara atau metode untuk menguasai keseluruhan tumbuhan. Dari tumbuhan yang sudah dikenal atau diketahui kemudian digolong-golongkan, dikelompokkan, dikelas-kelaskan, disistematikkan atau diklasifikasikan.

Klasifikasi tumbuhan adalah penggolongan atau pengaturan tumbuhan dalam suatu tingkatan kesatuan yang setiap unit pengelompokannya disebut sebagai takson. Pengetahuan tentang sifat-sifat, ciri, nama-nama tumbuhan selanjutnya disusun dalam suatu sistem yang dikenal sebagai ilmu tumbuh-tumbuhan, dan terkadang disebut juga sistematika tumbuhan atau botani sistematika.

Kita telah mendengar istilah tentang klasifikasi, sistematika, botani
sistematika dan taksonomi, terkadang masing-masing istilah ini saling
dipertukarkan atau campur-baur pengertiannya. Sekarang setiap istilah
tersebut telah didefinisikan tersendiri sehingga tidak lagi saling dipertukarkan pengertiannya.

Taksonomi diartikan sebagai ilmu tentang teori klasifikasi, pencirian
dan penamaan. Taksonomi adalah suatu ilmu yang dinamis dan merupakan pekerjaan yang tidak ada habisnya. Tumbuhan perlu dipelajari, dipertelakan, direvisi, sistem klasifikasi perlu dievaluasi ulang, dicari kekerabatannya dan memerlukan data-data dari banyak disiplin ilmu. Selama dunia tumbuhan ada, selalu ada yang dipelajari tentang tumbuhan. Taksonomi sebagai ilmu terus akan berkembang sejalan dengan besarnya hasrat untuk mencari berbagai metode dan pendekatan baru guna menjelaskan evolusi dan sistematika dunia tumbuhan. Taksonomi sendiri telah mengalami evolusi, bahkan revolusi sejalan dengan revolusi yang terjadi dalam bidang biologi.

Metode dan pendekatan secara tradisional yang hanya berdasarkan pada sifat-sifat morfologi semata, telah berkembang dengan sangat pesat sampai pada penggunaan sumber bukti yang “kasat mata” yakni biologi molekuler dan DNA sebagai tumpuannya. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa
perkembangan dan kemajuan taksonomi saat ini maupun di masa depan tidak terlepas dari kemajuan ilmu-ilmu lain yang ada di sekitarnya, demikian juga sebaliknya bahwa kemajuan taksonomi akan turut berpengaruh terhadap kemajuan ilmu-ilmu lain.

Contoh kemajuan teknologi instrumentasi seperti TEM, SEM, dan sekuensing DNA serta perkembangan ilmu komputer memberikan jalan yang lebih leluasa untuk menggali sumber-sumber bukti
taksonomi dan menganalisisnya sehingga dapat dituangkan dalam suatu
sistem klasifikasi yang modern.

Tujuan utama taksonomi tumbuhan adalah mengenal, menjelaskan ciri,
variasi suatu tumbuhan, baik yang sekarang masih ada maupun yang dahulu pernah ada dalam suatu sistem yang sesuai dengan kemajuan ilmu
pengetahuan.

Upaya mempelajari tumbuhan memerlukan pendekatan-pendekatan
intelektual seperti pertelaan dan observasi, analitik dan eksperimen, sintetik dan teori. Data-data dikumpulkan dari lapangan, laboratorium, kebun raya, herbarium dan pustaka. Data-data ini sekarang dapat dianalisa dengan komputer dan didokumentasikan sebagai spesimen yang disimpan di herbarium, koleksi hidup di kebun raya atau berupa publikasi maupun
informasi tertulis yang disimpan di perpustakaan. Bahkan di era teknologi
informasi banyak data informasi yang dapat ditelusuri melalui internet.

Kita perlu mempelajari tumbuhan sebanyak mungkin serta merta
merawatnya karena tantangan besar saat ini adalah menjaga tumbuhan di atas permukaan bumi dari kepunahan. Bukan lagi menjadi rahasia publik bahwa dalam mempelajari tumbuhan kita perlu berpacu dengan gencarnya kerusakan hutan dan lingkungan, penebangan liar, penjarahan lahan, dan sebagainya. Kita perlu menggali informasi sebanyak-banyaknya sehingga informasi dan klasifikasi tumbuhan dapat lebih efektif dan efisien.

B. PENCIRIAN

Sampai saat ini dalam praktiknya taksonomi masih seringkali
menghadapi kenyataan bahwa buku-buku taksonomi yang tersedia cenderung berisi materi yang menjelaskan sifat-sifat morfologi, keterangan tentang penyebaran geografi, dan beberapa data lapangan lainnya. Meskipun ilmu tentang biologi molekuler, fitokimia, anatomi, palinologi, embriologi, sitologi, dan juga tentang kekerabatan tumbuhan berkembang dengan pesat.

Pencirian adalah uraian sifat-sifat serta ciri-ciri obyek yang diberikan
dalam bentuk pertelaan. Dalam kehidupan sehari-hari dapat dicontohkan,
seorang penjual tanaman buah-buahan harus mengenal betul pohon buah
yang dijualnya, apakah itu mangga manalagi, harum manis, golek, atau
gedong. Dalam hal buah durian, perbedaan antara durian sunan, petruk, atau monthong harus dikenal dengan baik. Ia perlu mengenal dan mengetahui secara pasti jenis-jenisnya.

Berdasarkan pengalaman dan pengetahuannya ia tentu akan mengenal setiap jenis tanaman yang dijualnya. Seorang ibu rumah tangga yang berbelanja sayur mayur dan rempah rempah untuk membuat suatu masakan harus mengenal jenis, macam sayuran, dan rempah-rempah untuk masakannya, demikian pula seorang penjual jamu gendong yang harus dapat mengenal dan membedakan bahan-bahan untuk jamunya misalnya kencur, kunyit, temulawak, jahe, sambiloto, dan sebagainya.

C. PERTELAAN CIRI ATAU DESKRIPSI

Pertelaan merupakan bagian yang sangat penting, sebab pertelaan
merupakan pengetahuan tentang takson. Pertelaan atau deskripsi adalah
pelukisan atau penggambaran dengan kata-kata tentang batasan, ruang
lingkup, dan sifat-sifat suatu takson itu. Pertelaan merupakan kesimpulan dan perwujudan dari pencirian takson.

Bahan baku pencirian itu pada umumnya berupa sifat dan ciri yang dirinci, dianalisis atau disintesis, serta disajikan sebagai bukti taksonomi. Sifat dan ciri inilah yang memungkinkan orang menggambarkan konsep dan mengenal suatu takson. Hampir semua kegiatan taksonomi tumbuhan itu melibatkan sifat dan ciri tumbuhan beserta variasinya. Pertelaan umumnya berisi sifat dan ciri, yang sebagian besar bersumber pada sifat-sifat morfologi tumbuhan.

Penguasaan morfologi dan terminologi tumbuhan mutlak diperlukan
untuk dapat membuat suatu pertelaan yang baik. Khususnya dalam
pengenalan atau identifikasi, baik identifikasi pertama kali untuk diterbitkan, maupun identifikasi ulangan, yaitu identifikasi tumbuhan yang belum kita kenal, tetapi telah dikenal oleh ahli-ahli tumbuhan, telah diberi nama dan pertelaannya, dan telah dipublikasikan dalam bentuk karya ilmiah.

Jumlah jenis tumbuhan yang dikenal seseorang umumnya cukup banyak
walaupun pengenalannya hanya terbatas pada kesan visual dan terbatas pada daya tampung ingatan saja. Untuk jenis-jenis tumbuhan yang tumbuh di sekitar lingkungan barangkali belum banyak yang dikenal dan bahkan para ahli taksonomipun tidak akan mampu mengenal semua jenis tumbuhan yang ada di muka bumi kita. Indonesia yang wilayahnya di sekitar katulistiwa dikenal sebagai “mega diversity”, sangat kaya akan macam ragam jenis tumbuhann yang ditaksir mencapai 10% dari kekayaan tumbuhan dunia.

Tumbuhan yang sudah dikenal oleh para ahli termuat dalam karya-karya
ilmiah berupa flora atau monografi. Flora adalah suatu buku yang memuat
berbagai informasi mengenai semua jenis tumbuhan yang ada di wilayah itu, sedangkan monografi merupakan suatu karya ilmiah yang memuat berbagai informasi mengenai jenis-jenis tumbuhan yang termasuk dalam suatu unit takson tertentu.

Baik buku flora maupun monograf seringkali disertai dengan suatu sarana yang berupa kunci atau tabel untuk mengenali jenis-jenis tumbuhan yang nama dan berbagai informasi lainnya dimuat di dalam buku itu. Kunci atau tabel itu memuat serentetan pertanyaan-pertanyaan, yang bila sudah terjawab akan memberitahukan nama jenis tumbuhan yang ditanyakan.

Oleh karena itu kunci atau tabel tersebut disebut kunci determinasi atau
kunci identifikasi. Pertanyaan-pertanyaan itu merupakan pertanyaan yang
sebagian besar mengenai sifat morfologi tumbuhan, sebagian kecil saja
mengenai hal-hal lainnya, misalnya mengenai habitat, dan sebagainya.

Tumbuhan yang belum kita kenal, tetapi telah dikenal oleh para ahli
taksonomi dan telah dimuat di suatu flora atau monograf dapat kita kenali
dengan menggunakan kunci identifikasi yang ada dalam karya-karya itu.
Untuk dapat menggunakan kunci identifikasi tersebut mutlak diperlukan
penguasaan istilah morfologi dan terminologi tumbuhan, disamping
ketajaman observasi dan ketelitian kerja.

Loading...

Menyusun pertelaan, deskripsi atau diagnosis suatu tumbuhan harus
menggunakan suatu cara, sehingga hasilnya tertata dan sistematis, bentuknya singkat, ringkas, dan padat seperti kalau orang menuliskan telegram, serta yang penting adalah memudahkan para pemakainya.

Secara garis besar urutan yang umum diikuti dalam mempertelakan suatu
takson tumbuhan tinggi adalah:

  1. Perawakan tumbuhan dan daur hidup
    Apakah perawakan tumbuhan berupa pohon, semak, herba, atau terna. Kemudian mengenai panjang umurnya: setahun, dua tahun, atau menahun. Selanjutnya apakah ada bagian-bagian lain di luar akar yang ada di dalam tanah misalnya: umbi, akar, rimpang, dan sebagainya.
  2. Ekologi
    Tempat tumbuhnya diuraikan secara singkat misalnya di atas permukaan tanah berkapur, di sepanjang pantai, di pinggir sungai, rawa, dan sebagainya. Ketinggian tempat di atas permukaan laut, iklim yang sesuai untuk pertumbuhan optimal, dan data-data lain yang perlu diketahui.
  3. Akar
    Berakar tunggang atau serabut dan kalau ada ciri-ciri lain perlu ditambahkan.
  4. Batang
    Ada tidaknya cabang pokok, jauh atau dekatnya mulai ada percabangan, adanya akar banir, arah tumbuh, tegak, merayap, memanjat, membelit, dan sebagainya. Adanya alat-alat tambahan, duri, bulu, rambut, bergetah atau tidak, dan sebagainya. Demikian pula untuk dahan dan cabang diuraikan seperti batang.
  5. Daun
    Susunan daun, tunggal atau majemuk. Kalau majemuk yang bagaimana. Letaknya apakah berseling, berhadapan, berkarang atau tersebar. Apakah ada alat-alat tambahan misalnya daun penumpu dan ligula. Kemudian bagianbagian detil daun: pelepah daun, tangkai daun, dan helaian daun. Untuk daun majemuk, setelah disebutkan susunannya, kemudian uraian tentang ibu tangkai daun, cabang tangkai, dan anak daun.
  6. Alat-alat lainnya
    Apabila belum disebutkan pada waktu mempertelakan batang atau
    cabang, misalnya: kuncup, alat pembelit, duri, metamorfosis alat yang
    mempunyai fungsi khusus misalnya gelembung penangkap serangga, alat untuk mengapung di air, dan sebagainya.
  7. Bunga
    Susunan bunga dan tempatnya: bunga tunggal atau majemuk. Untuk
    bunga tunggal, ada tidaknya daun pelindung, uraian tentang tangkai bunga, kelopak bunga, kelopak tambahan; daun mahkota atau tajuk, jumlah benang sari dan bagian-bagiannya, jumlah putik dan bagian-bagiannya, bakal buah atau karpel. Untuk bunga majemuk, terbatas atau tidak terbatas. Bentuk bunga majemuknya apakah, bulir, tandan, malai, payung, atau bentuk lainnya, tempat, ukuran, dan sebagainya. Untuk masing-masing bunga diuraikan seperti pada bunga tunggal.
  8. Buah dan Biji
    Macam buah, jumlah dan bentuk ukurannya, warna dan sifat-sifat
    lainnya. Nama khusus buah kalau ada, warna waktu masih muda dan setelah masak, dapat dimakan atau tidak. Jumlah biji dalam buah, bentuk, ukuran, warna, dan sifat-sifat lainnya. Inti biji: bentuk lembaga, ada tidaknya putih lembaga, sifat putih lembaga, dan sebagainya.

D. KLASIFIKASI ATAU PENGGOLONGAN

Suatu proses pengaturan tumbuhan dalam suatu tingkat-tingkat kesatuan.
Ini dapat dicapai dengan menyatukan golongan-golongan yang berbeda.
Hasil dari proses pengaturan ini ialah suatu sistem klasifikasi, yang sengaja
diciptakan untuk menyatakan hubungan kekerabatan jenis-jenis makhluk
hidup satu sama lain. Pemakaian dan pengertian klasifikasi dalam praktik
sehari-hari sering simpang siur dan seringkali dipakai baik untuk proses
pengaturannya maupun untuk sistem yang dihasilkannya.

Penggolongan itu tidak hanya menyangkut soal penamaan dan pencirian
saja, akan tetapi juga berkaitan dengan masalah pencarian dan penentuan
hubungan kekerabatan atau kekeluargaan antara tumbuhan satu dengan
lainnya.

Setiap individu tumbuhan itu sekaligus dianggap termasuk dalam
sejumlah takson yang jenjang tingkatnya berurutan. Dengan demikian suatu kesatuan terbagi atas kesatuan-kesatuan berikutnya yang lebih rendah tingkatnya dan seterusnya. Setiap individu tumbuhan itu tergolong dalam kesatuan-kesatuan taksonomi yang masing-masing mempunyai kedudukan tertentu dalam sistem yang terjelma. Takson atau kesatuan taksonomi yang terjelma dalam penggolongan tumbuhan adalah forma, varitas (varietas), jenis (species), marga (genus), bangsa (ordo), dan seterusnya.

Suatu takson yang merupakan suatu populasi terdiri atas individu-individu dengan sifat yang sama, sifat-sifat itu mirip dengan sifat semua
keturunannya dan menempati suatu daerah distribusi tertentu pada saat
bersamaan disebut suatu jenis (species). Individu-individu suatu populasi akan berkembang biak, saling kawin dan bertukar gen, mati atau pindah, terpecah belah atau menggabung dengan populasi lainnya, namun ciri dasar populasi itu secara keseluruhan tetap tidak berubah.

Takson yang disebut dengan istilah jenis dianggap sebagai unit dasar, demikian mendasar, sehingga sadar atau tidak, jika kita berbicara tentang “tumbuhan” yang kita maksud sebenarnya adalah “jenis tumbuhan”. Apabila seseorang bertanya tumbuhan apakah gerangan ini, sebenarnya yang ia maksud adalah tergolong dalam jenis dengan nama apakah tumbuhan yang ditanyakan itu.

Tak banyak faktor dan kriteria yang bisa dijadikan dasar untuk mendefinisikan jenis, sehingga menyebabkan banyak munculnya pendapat tentang batasan atau definisi jenis itu. Salah satu kriteria jenis berdasarkan morfologi geografi. Konsep ini telah lama dipakai dan merupakan konsep paling umum hingga sekarang. Menurut konsep ini jenis merupakan populasi yang terdiri atas individu-individu dengan ciri-ciri morfologi yang sama dan dapat dipisahkan dari jenis-jenis lain oleh adanya ketaksinambungan ciri-ciri morfologi yang berkorelasi.

Beberapa jenis dengan persamaan sifat-sifat tertentu membentuk suatu
takson yang menurut hirarki diberi kedudukan dan jenjang yang lebih tinggi yang disebut dengan istilah marga (genus). Setiap marga diberi nama seperti halnya setiap jenis. Demikian selanjutnya berturut-turut sejumlah marga dijadikan satu suku (familia), yang masing-masing diberi nama yang
berbeda-beda pula. Beberapa suku dijadikan satu bangsa (ordo), beberapa
bangsa menjadi kelas (classis) dan divisi (divisio).

Biotipe adalah suatu populasi yang individu-individunya mempunyai
susunan genotipe yang sama. Dalam suatu populasi jenis secara sporadik
adakalanya terdapat satu atau beberapa biotipe tanpa pola penyebaran
tertentu tapi menunjukkan variasi bentuk yang jelas berbeda dengan anggota populasi lainnya. Inilah yang seringkali terjadi secara kebetulan, faktor-faktor gen resesif terkumpul sehingga timbulnya dalam populasi itu sporadik dan terbatas tapi dengan ciri-ciri yang mantap.

Forma merupakan tingkat terendah yang diberi pengakuan taksonomi,
dengan nama ilmiah sebab umumnya mudah dikenal, misalnya karena
perbedaan warna bunga, bentuk dan ukuran daun, dan lain-lain. Takson di
bawah tingkat jenis yang banyak dipakai adalah varietas. Dalam lingkungan pertanian istilah varietas umum dipakai untuk mengacu segala bentuk variasi jenis tanaman, untuk ini istilah yang paling tepat adalah kultivar (“cultivated variety”, varietas yang dibudidayakan atau dijinakkan).

E. RANGKUMAN

Kita telah sering mendengar istilah klasifikasi, sistematika, botani sistematika, dan taksonomi. Terkadang istilah-istilah ini saling dipertukarkan pengertiannya. Klasifikasi (penggolongan) adalah proses pengaturan tumbuhan dalam suatu tingkatan kesatuan yang setiap unit pengelompokannya disebut sebagai takson. Pengetahuan tentang sifat-sifat, nama-nama tumbuhan tersebut lalu disusun dalam suatu sistem dikenal sebagai ilmu tumbuh-tumbuhan, namun terkadang disebut juga sistematika tumbuhan atau botani sistematika.

Jadi sistematika tumbuhan atau botani sistematika adalah suatu ilmu yang mempelajari keanekaragaman tumbuhan dan terkadang disebut sebagai taksonomi tumbuhan. Di sini cukup jelas batasannya sehingga dapat dibedakan di antara klasifikasi, sistematika, botani sistematika, dan taksonomi. Tujuan utama taksonomi tumbuhan adalah mengenal, menjelaskan ciri dan variasi suatu tumbuhan, baik yang sekarang masih ada maupun yang dahulu pernah ada dalam suatu sistem yang sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan.

Untuk mengenal lebih jauh suatu tumbuhan kita perlu mempelajari,
menjelaskan ciri, variasi suatu tumbuhan. Sampai saat ini taksonomi
masih seringkali menghadapi kenyataan bahwa sifat-sifat morfologi,
masih merupakan hal yang penting, meskipun saat ini ilmu tentang
biologi molekuler, fitokimia, anatomi, palinologi, embriologi, sitologi
dan tentang kekerabatan tumbuhan berkembang dengan pesat.

Pencirian adalah uraian sifat serta ciri obyek yang diberikan dalam
bentuk pertelaan atau deskripsi, dan secara rinci merupakan mata
pelukisan atau penggambaran dengan kata-kata tentang batasan, ruang
lingkup, dan sifat-sifat suatu takson itu. Pertelaan merupakan kesimpulan
dan perwujudan dari pencirian takson. Bahan baku pencirian pada
umumnya berupa sifat dan ciri yang terperinci.

Penguasaan morfologi dan terminologi tumbuhan mutlak diperlukan
untuk dapat membuat suatu pertelaan yang baik. Khususnya dalam
pengenalan atau identifikasi, baik identifikasi pertama kali untuk
diterbitkan, maupun identifikasi ulangan, yaitu identifikasi tumbuhan
yang belum kita kenal, tetapi telah dikenal oleh ahli-ahli tumbuhan, telah
diberi nama dan pertelaannya, dan telah dipublikasikan dalam bentuk
karya ilmiah.

Setiap individu tumbuhan itu sekaligus dianggap termasuk dalam
sejumlah takson yang jenjang tingkatnya berurutan. Suatu proses
pengaturan tumbuhan dalam suatu tingkat-tingkat kesatuan, ini dapat
dicapai dengan menyatukan golongan-golongan yang berbeda. Hasil dari
proses pengaturan ini ialah suatu sistem klasifikasi, yang sengaja
diciptakan untuk menyatakan hubungan kekerabatan jenis-jenis makhluk
hidup satu sama lain.

admin

Hanya seorang pelajar biasa yang ingin berbagi ilmu biologi kepada masyarakat via Pintar Biologi

Share
Published by
admin

Recent Posts

Macam-Macam Jaringan Ikat Pada Hewan, Struktur dan Fungsinya

Pendahuluan Saat kalian menyambung tali yang putus menjadi dua bagian, kemudian kalian mengikatnya, maka tali…

4 hours ago

Macam-Macam Jaringan Epitel Pada Hewan dan Fungsinya

Macam-Macam Jaringan Epitel Pada Hewan dan Fungsinya - Di dalam tubuh hewan, tidak terkecuali hewan…

8 hours ago

Mekanisme Kerja Hormon Secara Umum

MEKANISME KERJA HORMON I. PENDAHULUAN Organisme multiseluler memerlukan mekanisme untuk komunikasi antar sel agar dapat…

12 hours ago

Inilah Bahayanya Akibat Menghirup Asap Hasil Pembakaran

Asap yang dikeluarkan oleh jenis api (hutan, sikat, tanaman, struktur, ban, limbah atau pembakaran kayu)…

16 hours ago

Praktikum: Cara Membuat Tempe yang Praktis dan Mudah

Praktikum: Cara Membuat Tempe yang Praktis dan Mudah - Tempe merupakan makanan tradisional Indonesia, terutama…

20 hours ago

Praktikum: Cara Membuat Ragi Tempe

Cara Membuat Ragi Tempe - Jika dalam pembahasan yang lalu, kita sudah belajar tentang Cara…

24 hours ago

This website uses cookies.