Ciri-ciri Morfologi Hewan Vertebrata

Posted on
Loading...

Pengantar

Telah disinggung pada pendahuluan tentang pengelompokan dari keempat sub phylum chordata, di mana sub phylum vertebrata dimasukkan dalam kelompok Craniata karena hewan-hewan yang masuk dalam vertebrata sudah memiliki tulang tengkorak atau dapat dikatakan bahwa semua hewan yang masuk dalam golongan vertebrata sudah memiliki otak yang ukurannya relatif besar dan sudah dilengkapi dengan tulang Cranium.

Di samping itu juga sudah memiliki tulang penyokong tubuh yang disebut Columna vertebralis, pembagian tubuhnya sudah lengkap, yaitu terbagi atas kepala, leher, badan dan ekor. Hampir semua organ tubuh terutama organ-organ reproduksinya mengalami kemajuan baik dalam pertumbuhan, struktur dan fungsinya, kecuali bentuk dari notochord, nervecord dan celah-celah insang.

Sub phylum vertebrata dibagi dalam dua kelompok super kelas yang masing-masing terdiri dari 4 kelas, yaitu sebagai berikut.

A. SUPER KELAS PISCES

Berdasarkan strukturnya, super kelas pisces dikelompokkan ke dalam 4 kelas, yaitu sebagai berikut.

  • Kelas Agnatha, yaitu kelompok hewan yang belum memiliki rahang sehingga bentuk mulutnya sangat sederhana hampir mirip mulut cacing.
  • Kelas Placodermata, hewan-hewan dalam kelompok ini tubuhnya dilengkapi oleh sisik-sisik, sisiknya cenderung memiliki tipe placoid.
  • Kelas Chondrichthyes yang termasuk dalam kelompok ini terutama hewan dari jenis ikan yang bertulang rawan.
  • Kelas Osteichthyes yang termasuk dalam kelompok ini adalah semua jenis ikan yang bertulang sejati.

B. SUPER KELAS TETRAPODA

Hewan-hewan yang termasuk dalam super kelas ini adalah hewan-hewan yang berkaki empat (Tetra = empat dan poda = kaki). Super kelas Tetrapoda dibagi dalam empat kelas, yaitu sebagai berikut.

  • Kelas Amphibia, sesuai dengan arti dari amphibian, yaitu amphi artinya dua dan bios, artinya hidup, jadi hewan-hewan yang termasuk dalam kelompok ini adalah hewan yang siklus hidupnya mempunyai dua fase, yaitu fase dalam air dan fase di daratan.
  • Kelas Reptilia, hewan-hewan yang termasuk dalam kelompok ini adalah hewan yang jalannya merayap contohnya, kadal, ular, buaya, penyu, dan lain-lain.
  • Kelas Aves disebut juga kelompok unggas atau bangsa burung. Pada umumnya hewan-hewan yang termasuk dalam kelompok ini adalah hewan yang bersayap, dilengkapi dengan bulu yang berguna untuk terbang, contohnya semua bangsa burung, ayam, itik, dan lain-lain.
  • Kelas Mamalia, hewan-hewan yang termasuk dalam kelompok mamalia mempunyai glandula mamae atau kelenjar susu, yang berfungsi untuk menyusui anaknya.

C. CIRI-CIRI MORFOLOGI

Untuk membahas ciri-ciri morfologi hewan-hewan vertebrata ini maka sudah harus mulai dikelompokkan pada masing-masing jenis hewannya, sebab pada hewan-hewan yang termasuk dalam vertebrata tidak sama, baik bentuk kehidupan atau ekologinya, bahkan habitatnya pun sudah berbeda sehingga untuk memudahkan dalam membahas materi ini akan dimulai dari hewan-hewan yang dianggap rendah derajatnya atau tingkatannya, yaitu sebagai berikut.

1. Kelas Agnatha

Sebagai contoh untuk kelas ini adalah sub kelas Cyclostomata. Cyclostomata pada umumnya mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Tubuh bulat panjang atau silindris, pada bagian ekornya berbentuk pipih. Bagian sirip punggung disokong oleh tulang rawan yang bentuknya, seperti jari-jari, kulit biasanya lunak dan licin karena mengandung kelenjar mucosa yang bersel satu atau uniselluler, tidak bersisik dan tidak mempunyai sirip yang berpasangan.
  2. Mulut atau biasa disebut cavum oris terletak ventro-anterior yang merupakan mulut penghisap, pada tepi mulut dilengkapi dengan tentakel dan pada bagian median terdapat sebuah rongga hidung.
  3. Pada bagian dorso-posterior dari ekor terdapat sirip, mata terdapat sepasang, bentuknya besar terletak di sebelah lateral yang diliputi oleh lapisan kulit yang transparan dan di belakangnya terdapat celah-celah insang yang bentuknya bulat. Selanjutnya pada bagian tengah dari kedua sisi kanan dan kiri terdapat saluran yang berisi saluran indra peraba, saluran ini memanjang sampai bagian ekor.

2. Kelas Chondrichthyes

Jenis-jenis ikan yang termasuk dalam kelas Chondrichthyes ini memiliki tulang rawan. Kelompok ini merupakan vertebrata rendah yang mempunyai tulang columna vertebralis sempurna dan bentuknya terpisah satu sama lain.

Selain itu kelompok ini sudah mempunyai rahang yang dilengkapi beberapa pasang sirip. Adapun ciri-ciri khusus pada kelompok ini adalah sebagai berikut.

a. Kulit kuat dan diliputi oleh sisik tipe placoid, terdapat banyak kelenjar mucosa. Pada masing-masing bagian sisi telah dilengkapi dengan sirip.

b. Mulut terletak di sebelah ventral dari bagian kepala, dengan dilengkapi oleh gigi-gigi yang kuat karena sudah beremail. Mempunyai lubang hidung atau lubang nostril yang jumlahnya satu atau dua buah yang biasanya tidak berhubungan dengan cavum oris, mempunyai rahang bawah atau yang disebut mandibula dan rahang atas biasanya disebut maxilla.

c. Mempunyai bentuk tubuh yang bermacam-macam, ada yang berbentuk, seperti torpedo, ada juga yang berbentuk pipih bulat dorsoventral. Pada ikan yang berbentuk torpedo dilengkapi dengan pinae dorsalis (sirip punggung), yang masing-masing pada sebelah posteriornya dilengkapi dengan jari-jari keras sirip, sedangkan pada bagian ventral terdapat sepasang pinae pectoralis (sirip dada).

Pada pinae analis terdapat suatu alat tambahan yang bentuknya silindris dan disebut clasper yang berfungsi pada saat perkawinan, ini dimiliki oleh ikan jantan. Bentuk pinae caudalis (sirip ekor) adalah heterocercal, mulut terletak melintang di sebelah anterior ventralis pada bagian kepala. Mata sepasang terdapat di sebelah dorsal dari mulut dan di sebelah mata terdapat nostril atau lubang hidung.

Kemudian, antara mulut dan pinae pectoralis dilengkapi dengan 6 buah celah insang, yang pada salah satu celah insangnya mengalami modifikasi, baik fungsi maupun letaknya dan disebut sebagai spiracle. Anus terletak di antara pinae analis dan pinae dorsalis yang biasanya disebut sebagai cloaca karena antara lubang untuk urine dan faeces menjadi satu.

3. Kelas Osteichthyes

Jenis-jenis ikan yang termasuk dalam kelompok ini adalah ikan-ikan yang sudah mempunyai tulang sejati, Pada umumnya kelompok Osteichthyes, tubuhnya berskeleton tulang sejati, terbungkus oleh kulit yang dilengkapi dengan sisik, mempunyai bentuk mirip, seperti torpedo, bergerak atau berenang dengan menggunakan sirip dan bernapas dengan insang.

Jumlah sisik untuk setiap individu selalu tetap, apabila ikannya tumbuh menjadi besar maka diikuti pula oleh pertumbuhan sisiknya. Pertumbuhan sisik pada ikan umumnya dipengaruhi oleh musim, dengan menghitung Annulus, yaitu lingkaran tubuh garis radier yang jelas pada daerah yang beriklim sub tropis, sedangkan pada musim-musim dingin pertumbuhan dari sisik radier hampir tidak disebut Annulus.

Berdasarkan lingkaran-lingkaran sisik, sebetulnya umur ikan dapat ditentukan dengan jalan menghitung lingkaran tumbuh pada sisik. Tetapi ada juga beberapa jenis ikan yang tidak mempunyai sisik, seperti ikan lele, ikan belut, ikan keting dan sebagainya dan umumnya pada ikan-ikan tersebut mempunyai lapisan mukus atau lendir yang lebih tebal daripada ikan yang bersisik, selain itu juga ada jenis ikan yang kulitnya dilengkapi dengan duri-duri. Contohnya pada ikan buntal.

Di antara sisik-sisik lateral bagian kiri maupun kanan di sepanjang tubuh ikan terdapat saluran yang menembus sisik, biasanya berisi lendir dan ujung-ujung syaraf bebas, saluran tersebut biasanya disebut sebagai gurat sisi atau Linea lateralis merupakan alat indra keenam.

Pertumbuhan sisik plakoid pisces/ikan
Skema tipe sisik ikan
Tipe sisik Ganoid

Ciri-ciri khusus pada kelompok ikan ini adalah sebagai berikut:

  1. Kulit pada umumnya ditutupi oleh sisik dan banyak mengandung kelenjar mucosa. Adapun tipe-tipe sisiknya adalah sisik ganoid, cycloid, dan ctenoid, tetapi ada beberapa species yang tidak bersisik. Pada bagian tengah dari punggung terdapat sirip yang pada umumnya disokong oleh jari-jari lemah atau jari-jari keras.
  2. Mulut pada umumnya terletak di bagian anterior dan bergigi, terutama pada gigi rahang yang memperlihatkan pertumbuhan yang baik. Selain itu, pada bagian kepala dilengkapi juga dengan fovea nasalis atau lubang hidung bagian luar, bentuk mata besar dan tidak dilengkapi dengan kelopak mata.
  3. Bentuk tubuhnya dapat bermacam-macam, tetapi pada umumnya ikan kelompok ini mempunyai bentuk gelendong pipih yang berarti ukuran tingginya dapat mencapai lebih dari lebarnya sehingga apabila dilakukan pemotongan, penampang melintangnya berbentuk oval.
Morfologi ikan bertulang sejati

Bagian kepala mulai dari ujung moncong sampai pada batas akhir dari bagian operkulum atau tutup insang. Bagian tubuh atau badan membentang mulai dari akhir operkulum sampai ke bagian sendi ekor dan selanjutnya adalah termasuk bagian ekor. Mata terletak di sebelah lateral tanpa dilengkapi dengan kelopak mata, bagian belakang mata terdapat operkulum.

Pada bagian punggungnya terdapat pinae dorsalis, sedangkan sirip dada atau pinae pectoralis letaknya di belakang operculum dan di sebelah bawahnya terdapat sepasang pinae pelvicus, sirip ini umumnya dipunyai oleh jenis-jenis ikan air laut. Pada bagian perut terdapat pinae abdominalis, yaitu sebagai sirip perut. Pada bagian ujung belakang dari tubuhnya terdapat juga pinae caudalis atau sirip ekor.

Pada umumnya semua sirip-sirip tersebut, kecuali sirip dorsal pada beberapa species, bentuknya lemas karena disokong oleh jari-jari keras. Adapun fungsi dari sirip adalah untuk mempertahankan keseimbangan dalam air dan untuk bergerak.

Untuk membantu Anda dalam mempelajari ciri-ciri morfologi ikan, akan dibahas beberapa tipe sirip ekor dan tipe sisik berdasarkan anatominya. Untuk itu Anda dapat mempelajarinya dalam pembahasan ciri-ciri anatomi hewan-hewan vertebrata.

4. Kelas Amphibia

Sebetulnya amphibia berasal dari kata amphi, artinya rangkap dan bios artinya kehidupan. Jadi, dapat dikatakan bahwa amphibia adalah hewan yang hidup melalui dua fase kehidupan, yaitu fase kehidupan di dalam air, keadaan ini pada umumnya disebut fase larva atau dalam istilah yang lebih populer disebut berudu.

Kemudian, setelah fase di air selesai dilanjutkan fase kehidupan di darat. Hewan yang sudah dewasa mempunyai columna vertebralis dan juga dilengkapi pula adanya extremitas (anggota badan) dengan jari-jari atau disebut digiti yang bentuknya berbeda-beda, sedangkan kulit bentuknya lembut dan tidak mempunyai sisik ataupun rambut.

Tetapi kriteria semacam ini, sering tidak dapat digunakan untuk species tertentu. Ada beberapa species yang mengalami modifikasi, bahkan ada pula yang tidak mengalami fase larva di dalam air dan sebaliknya ada beberapa jenis hewan dewasa yang tetap bertahan di dalam kehidupan air contohnya adalah Xyophus sp.

Untuk membahas materi ini diambil contoh jenis katak atau Rana sp. yang mewakili kelas amphibia.

Katak (Rana sp.)

Tinjauan Umum Morfologi Katak

Tubuh katak bentuknya hampir serupa pada masing-masing anggota katak, bentuknya menjadi lebih pendek. Hal ini disebabkan katak tidak mempunyai bagian ekor yang biasa disebut Cauda. Dalam pembahasan ini dapat ditegaskan bahwa hewan-hewan yang hidup berenang dalam air tidak satu pun bagian leher yang jelas atau batas antara daerah caput (kepala) dan truncus (badan) tidak jelas.

Bagian caput ujungnya tumpul, tanpa dilengkapi dengan moncong yang menonjol, pada bagian ini juga memiliki rima oris (mulut) yang bentuknya lebar biasanya berfungsi untuk memasukkan makanan. Pada bagian dorsal dari moncong terdapat sepasang nares atau lubang hidung yang kecil dan berfungsi dalam pernapasan. Sepasang mata atau disebut juga organon visus yang bulat ukurannya cukup besar dan bentuknya bulat menonjol.

Organon visus atau mata dilengkapi juga dengan alat-alat, seperti:

  • palpebra superior, yaitu berupa lipatan kulit tebal pada bagian tepi atas dari mata;
  • palpebra inferior, yaitu berupa lipatan kulit tebal pada bagian tepi bawah dari mata;
  • membrana nictitans adalah berupa lipatan kulit yang tipis dan transparan terletak pada bagian tepi bawah mata, ini dapat ditarik hingga Dapat menutupi seluruh permukaan mata.

Pada bagian dekat sebelah caudal dari organ mata terdapat bagian yang membulat yang berupa kulit disebut membrana tympani, organ ini merupakan bagian dari alat pendengaran dan tidak dimiliki oleh kelompok ikan. Bagian truncus atau badan dari katak bentuknya pendek. Adapun lubang cloaca terletak di bagian terakhir dari badan.

Loading...

Seperti pada jenis hewan vertebrata terrestrial yang lain, tubuh katak mempunyai dua pasang extremitas, yaitu sepasang extremitas anterior yang bentuknya pendek, tetapi mempunyai bagian-bagian yang jelas karena dilengkapi dengan adanya persendian. Adapun bagian-bagian extremitas anteriornya adalah:

  • brachium (lengan atas);
  • antebrachium (lengan bawah);
  • manus (telapak tangan);
  • carpus (pergelangan tangan) yang dilengkapi dengan metacarpus dan phalangus atau digiti, yaitu merupakan jari-jari yang jumlahnya masingmasing ada 5 buah. Di antara jari-jari biasanya terdapat selaput yang berfungsi untuk berenang dan disebut webs (selaput renang).

Kemudian, pada bagian belakang terdapat extremitas posterior yang bentuknya lebih besar, bila dibandingkan dengan extremitas anterior. Adapun bagian-bagian dari extremitas posterior adalah sebagai berikut.

  • femur (paha);
  • crus (betis);
  • pes (telapak kaki) yang terdiri dari metatarsus dan phalangus atau jarijari disebut juga sebagai digiti yang jumlahnya 5 buah.
Morfologi umum dari Katak

Gambar 1.3.
Morfologi umum dari Katak (http://www/lawrence.edu)

5. Kelas Reptilia

Reptilia adalah kelompok hewan yang hidupnya bergerak dengan cara merayap, oleh karena itu disebut juga sebagai hewan melata. Reptilia juga merupakan sekelompok hewan dari vertebrata yang tempat hidupnya menyesuaikan di tempat kering sehingga proses penandukan kulit atau disebut proses cornificatio dimaksudkan untuk menjaga agar tidak banyak kehilangan cairan tubuh. Kelas reptilia yang masih ada sekarang terbagi menjadi 4 ordo, yang masing-masing adalah sebagai berikut.

a. Ordo Chelonia

Sebagai contoh ordo ini adalah penyu dan kura-kura. Chelonia bentuk tubuhnya relatif lebih pendek dan melebar biasanya dilengkapi juga dengan dua pasang kaki yang bersifat pentadactil artinya terdiri dari lima jari-jari dengan kuku-kuku yang kuat. Bentuk kaki pada kura-kura yang hidup di laut telah mengalami modifikasi, menjadi menyerupai sirip sehingga bentuknya mirip, seperti dayung. Pada mulut tidak terdapat gigi, bentuk rahang tertutup oleh paruh yang tajam yang terbentuk dari bahan tanduk, lubang pelepasannya terletak di bagian ventral badan dan berupa celah yang panjang.

Hewan-hewan dalam kelompok Chelonia mempunyai ciri khas, yaitu adanya kulit keras yang menutupi bagian dorsal tubuhnya, bagian kulit itu disebut carapax, sedangkan pada bagian ventral disebut plastron. Kulit keras ini biasanya terdiri dari lapisan tulang yang diselubungi oleh bahan tanduk yang mempunyai bentuk dan susunan hampir sama pada sebagian besar jenis-jenisnya.

b. Ordo Rhynchocephalia

Ordo Rhynchocephalia hanya memiliki satu jenis saja, yaitu Sphenodon punctatum yang hidup di New Zealand, oleh sebab itu hewan tersebut sering disebut sebagai fosil hidup. Hal ini juga karena hewan ini hanya satu-satunya dari ordo Rhynchocephalia dan sifatnya masih primitif terutama struktur tubuhnya sehingga hewan ini dikatakan sebagai hewan yang tertua yang dikenal sekarang.

c. Ordo Squamata

Hewan yang termasuk dalam ordo ini adalah kadal dan ular, hewan ini diduga masih satu nenek moyang dengan Sphenodon punctatum. Kulit ular dan kadal pada umumnya diliputi oleh lapisan squama epidermal yang bentuknya sudah menanduk, tetapi kadang-kadang di bagian bawahnya disokong oleh lamina dermalis yang menulang. Adapun lubang pelepasan hampir selalu berupa celah yang transversal. Ordo ini terbagi menjadi dua sub ordo, yaitu sebagai berikut.

1) Sub ordo Sauria atau Lacertilia contohnya adalah kadal (Mabouya sp.). Tubuh kadal biasanya mempunyai dua pasang anggota badan atau extremitas. Membran tympani bentuknya tidak cembung dan celah auris externa dapat dilihat dengan jelas. Kemudian, palpebra superior dan palpebra inferior serta membran nictitansnya dapat digerakkan. Mulutnya kurang dapat dibuka, hal ini disebabkan kedua bagian rahang bawah bersatu.

Kadal bentuk tubuhnya hampir mirip dengan Salamander. Tetapi ada sedikit perbedaan, yaitu pada Salamander kulitnya licin dan selalu bersih serta jari-jari kakinya tidak berkuku. Pada bangsa kadal ada jenis tertentu yang mempunyai keistimewaan untuk mengubah warna kulit dengan cepat yang biasanya disesuaikan dengan warna lingkungannya, contoh bunglon (Chameleo sp.). Sifat yang seperti itu biasanya disebut mimikri.

Morfologi kadal

Jenis yang terbesar dari golongan kadal adalah hewan Komodo atau Varanus komodoensis. Hewan ini terdapat di Pulau Komodo dan ujung barat Flores. Panjang tubuhnya dapat mencapai 4 meter. Sedangkan jenis kadal yang beracun adalah Heloderma.

2) Subordo Sarpentes atau Ophidia; Kelompok hewan sub ordo ini adalah ular, tidak mempunyai kaki atau extremitas, tetapi pada jenis Phyton masih mempunyai sisa-sisa dari bentuk pelvis dan extremitas posterior. Ular dapat bergerak maju dengan menggunakan musculus undulans yang ada di sebelah lateral dari tubuh dan juga karena pergerakan dari squamae yang terletak di bagian ventral yang tersusun transversal.

Ular tidak mempunyai celah auris externa dan membrana tympani, maupun palpebra. Mata tertutup oleh membrana nictitans yang bentuknya tetap dan transparant. Jenis-jenis ular yang mempunyai kelenjar racun atau jenis-jenis ular yang beracun antara lain ular pucuk (Dryophis prasinus), ular bakau (Homolopsis buccata), ular sendok (Naja tripudians) dan ular benang (Dispodomarphus dendrophylis).

d. Ordo Crocodilia atau Loricata

Crocodilia adalah merupakan kelompok reptilia tua yang masih ada atau hidup sampai sekarang. Hewan ini umumnya mempunyai ekor atau cauda yang memipih ke arah lateral dan mempunyai dua pasang anggota badan atau extremitas yang bentuknya pendek. Extremitas anterior dilengkapi dengan 5 digiti atau jari-jari, sedangkan extremitas posterior hanya mempunyai 4 digiti atau jari-jari dan di antara digiti terdapat selaput yang berfungsi untuk berenang.

Membrana tympani bentuknya menonjol ke luar, tetapi diliputi oleh lapisan kulit, sedangkan mata, lubang hidung dan telinga terdapat pada garis lurus di bagian ujung kepala. Bentuk kulit tebal dengan dilengkapi lamina tulang yang letaknya di bawah lapisan tanduk pada sebelah dorsal dan sebelah ventral tubuh.

Perbedaan Crocodilia dengan Alligator adalah bahwa gigi ke 4 pada hewan Alligator pada setiap sisi pada rahang bawah akan masuk ke dalam suatu celah pada rahang atas, ini terjadi apabila mulut menutup. Sedangkan pada Crocodilia gigi yang ke empat pada rahang bawah akan masuk ke dalam suatu takik atau sela-sela pada sisi keluar dari bagian rahang atas dan kelihatan agak menonjol apabila mulut dalam keadaan tertutup. Di samping itu kebanyakan Crocodilia mempunyai moncong yang lebih sempit dari Alligator.

6. Kelas Aves

Aves adalah bangsa unggas atau bangsa burung. Hewan ini paling mudah dikenal oleh manusia karena terdapat atau hidup di mana-mana. Bangsa burung umumnya aktif di siang hari dan bentuknya sangat menarik karena burung tubuhnya ditutupi oleh bulu-bulu yang indah. Mempunyai dua pasang anggota badan atau extremitas.

Extremitas anterior jumlahnya sepasang, tetapi sudah mengalami modifikasi menjadi sayap, sedangkan extremitas posterior bentuknya disesuaikan dengan kebiasaan burung untuk hinggap di pohon dan untuk berenang yang biasanya dilengkapi dengan selaput renang (web), setiap kaki memiliki 4 jari dan dilengkapi dengan cakar yang dibungkus oleh kulit yang menanduk dan sedikit mempunyai sisik.

Bentuk luar tubuh burung mempunyai bagian-bagian sebagai berikut.

  • Tubuh terdiri atas caput atau bagian kepala, collum atau cervix yang biasa disebut sebagai leher yang bentuknya panjang, mudah digerakkan ke berbagai arah dilindungi oleh bulu-bulu halus.
  • Mulut mempunyai rostrum atau paruh yang dibangun oleh maxilla pada bagian atas dan mandibulla pada bagian bawah.
  • Pada bagian atas paruh terdapat lubang hidung yang terdiri dari nares interna pada sebelah dalam dan nares externa terletak di sebelah luar.
  • Pada basis rostrum atau paruh bagian atas terdapat suatu tonjolan kulit yang lunak yang disebut dengan cerome.
  • Mata atau organon visus, dikelilingi oleh kulit yang berbulu mempunyai ukuran yang cukup besar terletak di sebelah lateral dari kepala, dan mata dilengkapi oleh iris yang berwarna agak jingga ke merah-merahan. Selain itu pada mata juga terdapat pupil yang bentuknya relatif besar bila dibandingkan dengan besarnya mata. Sedangkan membrana nictitans terdapat pada bagian sudut medial mata yang biasanya dapat ditarik menutupi mata.
  • Pada bagian belakang di bawah kedua pasang mata atau di sebelah dorso-caudal dari mata terdapat porus acusticus externus atau lubang telinga luar, sedang membrana tympani terdapat di bagian dalamnya yang berfungsi untuk menangkap getaran suara.
  • Truncus atau badan ditumbuhi oleh bulu-bulu yang biasanya memiliki warna yang indah, cauda atau ekor bentuknya pendek biasanya dikenal dengan uropygium. Bulu-bulu yang menutupi ekor disebut rectrices. Pada uropygium pada bagian dorsal terdapat kelenjar minyak yang disebut glandula uropygialis yang berfungsi untuk meminyaki bulubulu agar tetap mengkilap.
  • Bangsa burung dalam melakukan gerakan terutama pada waktu terbang dilakukan dengan menggunakan sayap dan bila berjalan dengan menggunakan kaki. Selain itu cauda atau ekor berfungsi sebagai pengemudi pada waktu terbang.

7. Kelas Mammalia

Mamalia adalah merupakan kelompok hewan yang paling tinggi derajatnya dalam golongan hewan. Hewan pada kelompok mamalia mempunyai glandula mammae yang menghasilkan air susu, untuk diberikan kepada anaknya. Hewan-hewan yang termasuk dalam kelompok ini antara lain adalah: tikus, kelelawar, kucing, kera, ikan paus, kuda, kijang, sapi, kerbau dan lain-lain.

Termasuk juga manusia atau Homo sapiens. Pada manusia menarik untuk dipelajari terutama karena susunan, bentuk dan fungsi struktur tubuhnya. Pada mamalia umumnya bagian-bagian tubuhnya dapat dibedakan dengan nyata, seperti caput atau kepala, truncus atau badan dan cauda atau bagian ekor. Antara caput dengan truncus atau badan dihubungkan dengan jelas oleh leher.

Khususnya pada manusia tidak terdapat cauda atau ekor, bila dilihat secara external, tetapi secara internal terdapat tulang vertebrae yang membentuk ekor. Walaupun jumlah ruasnya hanya tiga buah dan sudah mengalami reduksi.

Adapun ciri-ciri khusus dari mamalia adalah sebagai berikut.

  1. Tubuh pada umumnya diliputi oleh rambut yang biasanya lepas secara periodik. Pada kulitnya banyak mengandung kelenjar baik kelenjar sebaceus, kelenjar keringat dan kelenjar susu.
  2. Mempunyai dua pasang anggota badan atau extremitas, kecuali pada anjing laut dan singa laut tidak memiliki kaki belakang, setiap kaki dilengkapi dengan 5 jari-jari yang bentuknya bermacam-macam sesuai dengan fungsinya, misalnya untuk berjalan, memanjat, membuat lubang, berenang, meloncat, oleh karena itu jari-jari biasanya mempunyai kulit tanduk dan berbulu.
  3. Pada caput atau bagian kepala terdapat rima oris yang biasanya dibatasi oleh bibir atas atau labium superior dan bibir bawah atau labium inferior. Di atas bibir atas biasanya ditumbuhi rambut yang disebut vibrissae. Lubang hidung terletak di atas mulut, mata atau organon visus bentuknya besar yang dilengkapi dengan palpebrae superior dan palpebrae inferior yang ditumbuhi rambut halus. Membrana nictitans terdapat di pojok dekat dengan hidung dari biji mata atau sering disebut sebagai plica semilunaris. Di bagian belakang mata terdapat auriculae atau daun telinga yang merupakan corong dari porus acusticus eksterna atau umumnya disebut lubang telinga luar yang kemudian masuk ke organ pendengaran.
  4. Bagian Truncus atau badan dibagi menjadi beberapa bagian yaitu: thorax atau bagian dada, abdomen atau bagian perut, dorsum atau dorsal adalah bagian punggung, glutea adalah bagian pantat dan bagian pireneum yaitu daerah sempit antara lubang anus dan urogenitalis. Pada permukaan ventral di bagian kanan dan kiri dari linea median terletak glandula mamae. Adapun di bagian belakang dari truncus terdapat ekor dan anus yang terletak di sebelah ventral dasar cauda atau ekor. Pada hewan jantan memiliki penis dan scrotum yang dilengkapi dengan testis, sedangkan pada hewan betina terdapat vulva atau suatu celah yang dibatasi oleh labia mayora atau bibir luar dan labia minora atau bibir dalam.
  5. Penutup tubuh adalah berupa kulit lunak dan bentuknya tipis, kecuali pada bagian tertentu mengalami proses penebalan dan cornifikasi, misalnya pada telapak tangan, pada telapak kaki. Umumnya seluruh permukaan kulit ditumbuhi rambut halus.

Rangkuman

  1. Hewan-hewan yang termasuk dalam sub phylum vertebrata termasuk kelompok craniata, hal ini disebabkan hewan-hewan yang termasuk dalam vertebrata sudah memiliki tulang tengkorak atau kranium. Di samping itu juga sudah mempunyai tulang penyokong tubuh yang disebut columna vertebralis dan pembagian tubuhnya sudah lengkap dan jelas.
  2. Bila ditinjau dari ciri-ciri strukturnya maka sub phylum vertebrata dikelompokkan menjadi dua kelompok super kelas, di mana pada masing-masing kelompok tersebut terdiri dari 4 kelas sehingga semuanya terdapat 8 kelas. Masing-masing kelas mempunyai ciri-ciri khusus untuk membedakannya.
  3. Pada super kelas Pisces terdapat jenis-jenis ikan yang termasuk dalam kelompok ikan bertulang rawan, yaitu Chondrichthyes dan jenis-jenis ikan yang termasuk dalam kelompok ikan bertulang sejati atau Osteichthyes. Adapun hewan-hewan yang termasuk dalam super kelas tetrapoda adalah hewan-hewan yang berkaki empat, tetapi pada kelompok aves atau bangsa burung, kaki depan atau extremitas anteriornya termodifikasi menjadi sayap.
Loading...
Gravatar Image
Hanya seorang pelajar biasa yang ingin berbagi ilmu biologi kepada masyarakat via Pintar Biologi