Anatomi dan Fisiologi Reproduksi Manusia

Posted on
Loading...

Dalam pembahasan Anatomi dan Fisiologi Reproduksi Manusia kali ini, akan dipelajari beberapa materi sebagai berikut:

  • Struktur dan fungsi organ reproduksi laki-laki.
  • Struktur dan fungsi organ reproduksi wanita.
  • Penyimpangan-penyimpangan perilaku seksual.
  • Macam-macam penyakit seksual.

Pendahuluan

Mungkin masih segar dalam ingatan Anda bahwa penduduk Indonesia pada tahun 2004 ini telah mencapai lebih dari 200 juta orang. Bahkan merupakan penduduk keempat terbesar di dunia, cobalah Anda cari urutan negara lain yang penduduknya termasuk tiga besar!. Mengapa penduduk bertambah banyak dan bagaimana hal ini dapat terjadi? Hal ini disebabkan manusia juga merupakan mahluk hidup yang secara biologis senantiasa melakukan reproduksi. Hanya dalam melahirkan anak-anaknya ada yang cepat dan ada yang lambat tergantung kemampuan seseorang dalam mengatur kelahiran anak tersebut.

Bagaimana manusia melakukan reproduksi? Reproduksi pada manusia hanya terjadi secara generatif dengan pembuahan secara internal. Sebagaimana Anda ketahui manusia terdiri atas laki-laki dan wanita yang masing-masing memiliki organ reproduksi dengan bentuk dan struktur yang spesifik.

Organ reproduksi laki-laki disebut testes dengan struktur dan fungsi fisiologinya berperan dalam menghasilkan sperma, sedangkan organ reproduksi wanita berupa ovarium berperan dalam menghasilkan sel telur.

Kedua organ reproduksi tersebut dinamakan gonad. Sel telur yang dibuahi sperma akan berkembang menjadi zigot dan akhirnya menjadi embrio di dalam rahim (uterus). Di dalam rahim inilah embrio akan menetap selama kurang lebih sembilan bulan 10 hari, dan selama itu pula embrio diberi makan oleh tubuh induknya melalui plasenta.

Perlu Anda ketahui bahwa reproduksi pada manusia juga berperan dalam menurunkan materi genetik dari satu generasi ke generasi berikutnya. Untuk lebih memahami mengenai struktur organ reproduksi yang dimiliki oleh lakilaki dan wanita cobalah Anda ikuti uraian di bawah ini.

A. STRUKTUR DAN FUNGSI ORGAN REPRODUKSI LAKI-LAKI

Sebagaimana telah dikemukakan di atas, organ reproduksi laki-laki disebut testis (jamak = testes) yang berfungsi untuk menghasilkan sperma. Testes ini memiliki sejumlah saluran yang berperan dalam menyimpan dan mengangkut sperma ke luar. Beberapa buah kelenjar yang berfungsi untuk mengekresikan cairan-cairan sperma dan beberapa buah struktur penunjang seperti penis.

Secara garis besar organ reproduksi laki-laki dapat dilihat pada gambar berikut:

 Sayatan membujur Organ Reproduksi laki-laki

1. Skrotum

Skotrum merupakan organ genitalia eksterna ( yang ada di luar tubuh) yang dapat dilihat dari luar. Bagian ini berupa kantung yang disusun oleh kulit tipis dan fascia superficial. Dari luar skrotum nampak seperti sebuah kantung kulit yang dipisahkan ke arah lateral oleh sekat tengah yang disebut rafe. Sedangkan di bagian dalam skrotum ini dipisahkan oleh suatu sekat (septum) menjadi dua buah kantung yang masing-masing berupa sebuah testis.

Sekat pemisah tersebut terdiri atas fascia superficial dengan jaringan kontraktil yang disebut dartos yang terdiri dari ikatan serabut-serabut polos.

Dartos juga terdapat pada jaringan subkutan ( bawah kulit) skrotum yang secara langsung berhubungan dengan jaringan subkutan dinding abdomen. Dartos inilah yang menyebabkan skrotum mengkerut bila berkontraksi.

Lokasi skrotum dan kontraksi serabut-serabut ototnya dapat mengatur temperatur testes. Testes adalah organ reproduksi laki-laki yang dapat menghasilkan sperma dan hormon testoteron. Produksi dan kehidupan sperma memerlukan temperatur yang lebih rendah dari temperatur tubuhnya.

Kerena skrotum terletak di luar rongga tubuh, maka temperaturnya selalu di bawah temperatur tubuh.

Dalam skrotum juga terdapat kremaster suatu otot serat lintang yang kecil dan dapat mengangkat testes mendekati rongga pelvis bila dalam keadaan dingin. Dengan demikian testis akan dapat menyerap panas dari tubuh. Untuk menghilangkan kelebihan panas akan terjadi proses sebaliknya.

2. Testes

Laki-laki memiliki sepasang kelenjar testes yang berbentuk oval dengan panjang kira-kira 5 cm, diameter 2,5 cm dan berat 10-15 gram. Pada waktu embrio testes berkembang pada dinding abdomen bagian posterior dan biasanya akan memasuki skrotum setelah 32 minggu (8 bulan), namun belum turun seluruhnya, sampai tiba masa kelahiran.

Tetstes ditutupi oleh lapisan padat dari jaringan fibrosa putih yang disebut tunica albuginea. Lapisan ini meluas ke arah dalam dan membagi masing-masing testes memiliki kira-kira 200-300 tobulus yang terdiri atas satu sampai tiga buah tubula yang rapat dan membentuk koil dan disebut tubula seminiferus. Bagian inilah yang menghasilkan spermatogenesis.

Untuk lebih jelasnya, struktur testis dapat dilihat pada gambar berikut:

Sayatan membujur testis

Sel – sel spermatogonia pada tubulus seminiferus yang terletak di daerah berlawanan dengan membran dasar. Masih ingatkah Anda dengan sel spermatogonia? Bila lupa bacalah modul tentang spermatogenesis. Sel-sel spermatogonia akan berkumpul membentuk epithel germinatum, semakin kearah lumen semakin matang yang akhirnya melalui spermatosit pertama, spermatosit dua dan spermatid akan berkembang menjadi sel-sel sperma. Di dalam tubula juga terdapat sel-sel sustentakuler yang juga berkembang selama proses pembentukan sperma. Sel ini menghasilkan sekresi yang berfungsi untuk mensuplai makanan bagi sel-sel sperma atau spermatozoa. Selain itu pada tubula seminiferus ini terdapat pula sekelompok sel endokrin intersitial yang berfungsi untuk menghasilkan hormon testoteron.

3. Sel Sperma atau Spermatozoa

Sel sperma dihasilkan kira-kira 300 juta per hari dan bila telah memasuki alat reproduksi wanita dapat hidup 18 jam di dalam saluran telur atau alat reproduksi wanita. Sel sperma ini memiliki adaptasi yang sangat tinggi untuk dapat mencapai dan menembus sel telur.

Sel sperma terdiri atas kepala, bagian tengah dan ekor. Pada bagian kepala terdapat materi inti dan akrosom yang berisi enzim-enzim hyaluronidase dan proteinase yang berpengaruh ketika sel sperma menembus sel telur.

Bagian tengah memiliki sejumlah mitokondria yang berfungsi untuk melakukan metabolisme sehingga banyak dihasilkan energi untuk pergerakan. Sedangkan bagian ekor berbentuk seperti cambuk yang berperan di dalam membantu pergerakan. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar sebuah sperma berikut :

Sel Sperma

4. Saluran – saluran

Di dalam testis sel sperma yang telah matang akan bergerak melalui tubulus seminiferuus yang bergulung ke saluran yang lurus dan akhirnya ke jaringan tubulus yang disebut reletestis. Sperma ini selanjutnya akan diangkut ke luar testis melalui saluran-saluran tertentu.

  1. Epididimis . Sel sperma akan keluar testis melalui saluran-saluran efferent dalam epididimis ke dalam satu saluran yang disebut saluran epididimis. Saluran epididimis secara langsung berhubungan dengan saluran deferens. Fungsi saluran epididimis ini adalah sebagai tempat pematangan sperma. Sperma – sperma ini memerlukan 18 jam sampai 10 hari untuk benar-benar menjadi matang dan siap untuk membuahi sel telur. Selain itu saluran epididimis juga berperan untuk menyimpan sperma dan mendorong sperma ke arah uretra selama eyakulasi melalui kontraksi otot polos. Sel sperma dapat berada pada saluran epididimis sampai satu bulan. Setelah itu sperma akan diserap kembali.
  2. Saluran (vas) deferens. Saluran epididimis selanjutnya akan diteruskan ke dalan saluran deferens atau saluran sperma . Saluran ini menembus saluran inguinal (canalis iguinalis) dan masuk ke dalam rongga pelvis kemudian turun ke sebelah permukaan posterior dari kantung kemih. Bagian ujung dari saluran deferens disebut ampula. Fungsi saluran deferens ini adalah menyimpan sperma sampai beberapa bulan dan mendorong sperma ke arah uretra selama eyakulasi melalui kontraksi peristaltic dan otot-otot penutupnya.
  3. Saluran eyakulasi. Sebelah posterior dari kantung kemih terletak saluran eyakulasi. Saluran ini panjangnya kira-kira 2 cm dan dibentuk oleh gabungan saluran dari seminal vesikel dan saluran deferens. Saluran eyakulasi akan mendorong sperma ke dalam saluran uretra prostatik
  4. Uretra. Uretra merupakan ujung saluran dari sistem reproduksi laki-laki, yang berfungsi sebagai saluran sperma dan urine. Pada laki-laki uretra ini akan melewati kelenjar prostat, selaput (diafragma) urogenital, dan penis. Ujung uretra pada penis disebut urethral orifice.

Untuk lebih jelasnya cobalah Anda pelajari kembali Gambar 1.1

5. Kelenjar-Kelenjar Tambahan

Sebagaimana telah diuraikan, bahwa saluran-saluran pada organ reproduksi laki-laki berfungsi sabagai tempat penyimpanan dan alat transportasi sperma, maka kelenjar-kelenjar tambahan berfungsi untuk mensekresikan cairan sperma. Misalnya saja kantung sperma (seminal vesicle) terdapat satu pasang, memiliki struktur menyerupai kantong yang berlekuk-lekuk dan terletak di bagian posterior kantung kemih. Kelenjar ini berfungsi untuk mensekresikan cairan kental yang bersifat alkalis dan kaya akan fruktosa. Hasil sekresi ini akan dimasukkan ke dalam saluran ejakulasi.

Kira-kira 60% cairan sperma berasal dari hasil sekresi kantung sperma. Kelenjar prostat juga merupakan kelenjar tambahan yang terletak di sebelah bawah kantung kemih dan mengelilingi uretra bagian atas.

Kelenjar ini hanya satu buah dan menghasilkan cairan alkalin yang dimasukkan kedalam uretra prostatik. Cairan ini berperan di dalam menetralisasi asamasam yang terdapat di dalam uretra dan di dalam vagina karena sperma tidak tahan suasana asam.

Kelenjar bulbourethral merupakan kelenjar tambahan lainnya yang berfungsi untuk menghasilkan lendir dan zat yang bersifat untuk menetralisasi urine. Jumlah kelenjar ini satu pasang dan terletak sebelah bawah sisi membran uretra.

6. Cairan sperma (semen)

Cairan sperma sering disebut juga air mani merupakan campuran dari sperma dan sekresi dari kantung sperma, kelenjar prostat, dan kelenjar bulbourethral. Rata-rata cairan sperma yang dikeluarkan pada satu ejakulasi kira-kira 2,5 – 6 ml dengan jumlah sperma 50-100 juta/ml. Bila seorang laki-laki memiliki sperma kurang dari 30 juta/ml maka diperkirakan laki-laki tersebut steril.

Dalam pembuahan diperlukan jumlah sperma yang sangat banyak karena hanya beberapa persen saja yang mampu mencapai sel telur. Materi interseluler yang menutupi sel telur merupakan penghalang bagi sperma yang akan membuahinya. Penghalang tersebut harus dicerna oleh enzim hialuronidase dan proteinase yang akan disekresikan akrosom sperma.

Akan tetapi enzim yang dikeluarkan oleh sebuah sperma tidak akan cukup untuk mencernakan penghalang tadi oleh karena itu diperlukan aksi dari banyak sperma.

Cairan sperma memiliki pH 7,35 – 7,50. Dengan demikian cairan sperma bersifat basa. Cairan yang dikeluarkan oleh kelenjar prostat menyebabkan cairan sperma nampak seperti susu sedangkan cairan yang dikeluarkan oleh kelenjar kantung sperma dan bulbouretral menyebabkan cairan sperma bersifat lendir. Cairan sperma selain merupakan medium transportasi dan nutrisi bagi sperma, juga berperan untuk menetralisasi lingkungan asam pada uretra laki-laki dan vagina wanita. Bahkan cairan sperma mengandung enzim yang mengaktifkan sperma setelah ejakulasi.

Cairan sperma juga mengandung antibiotik yang disebut seminalplasmin
yang berfungsi untuk menghancurkan bakteri. Aktivitas antimikroba ini di
gambarkan mirip dengan penisilin, streptomisin dan tetrasiklin.

7. Penis

Penis digunakan untuk mentransfer sperma ke dalam vagina. Ujung distal penis mem-besar disebut glans, bagian ini ditutupi oleh kulit yang terpisah dinamakan prepuse.

Secara internal penis disusun oleh tiga jaringan masa silindris yang diikat bersama-sama oleh jaringan fibrosa. Dua masa di bagian dorsolateral disebut corpora cavernosa penis dan masa yang lebih kecil di bagian midventral disebut corpus spongiosum penis. Ketiga jaringan tersebut mengandung banyak sinus-sinus pembuluh darah dan dapat berereksi.

Untuk lebih jelasnya lihat Gambar 1.4 berikut :

Gambar 1.4 Struktur Penis dengan saluran sperma (Sumber:Campbell,
 1994:520)

Di bawah pengaruh rangsangan seksual atau lainnya akan terjadi dilatasi (pelebaran) arteri-arteri yang mensuplai penis. Sejumlah daerah akan memasuki sinus pembuluh darah. Dengan masuknya darah ke bagian penis ini menyebabkan corpora cavernosa penis dan corpus spongiosum penis membesar dan mengeras, dan inilah yang disebut ereksi penis. Perubahan penis berupa ereksi tersebut adalah suatu parasimpatis.

Selama eyakulasi refleks parasimpatis akan menyebabkan spinkter otot-otot polos pada bagian dasar kantung kemih menutup karena adanya tekanan yang cukup besar pada uretra sebagai akibat pembesaran dari corpus spongiosum penis. Dengan demikian urine tidak akan dapat dikeluarkan dan cairan sperma tidak akan masuk ke dalam kantung kemih:

Gambar 1.5 Sayatan melintang Struktur Internal Penis

B. STRUKTUR DAN FUNGSI ORGAN REPRODUKSI WANITA

Setelah Anda mempelajari uraian organ reproduksi laki-laki, marilah kita lihat bagaimana struktur dan fungsi organ reproduksi wanita. Organ reproduksi wanita terdiri atas organ internal meliputi ovarium yang berfungsi untuk menghasilkan sel telur (ovum), saluran uterin (fallopian) yang berfungsi mengangkut sel telur ke bagian uterus, rahim (uterus), vagina, dan organ eksternal meliputi vulva atau pudendum dan kelenjar payudara.

Struktur organ reproduksi wanita bagian dalam, dapat digambarkan sebagai berikut :

Gambar 1.6 Pandangan Membujur Organ Reproduksi Wanita
(Sumber : Hopson, 1990:311)

1. Ovarium

Ovarium disebut juga sebagai gonad wanita merupakan bagian yang berfungsi untuk memproduksi sel telur haploid melalui proses pembelahan reduksi (meiosis). Organ ini merupakan sepasang kelenjar yang berbentuk oval terletak di sebelah atas rongga pelvis masing-masing satu buah di sisi uterus.

Ovarium ini akan selalu dalam posisinya karena diikat oleh ligamen-ligamen dan menempel pada ligamen lebar uterus oleh dua lapisan peritoneum yang melipat di sebut mesovarium. Mesovarium ini mengelilingi ovarium dan ligamen ovarium. Ovarium disatukan ke bagian uterus oleh ligamen ovarium dan ditempelkan ke dinding pelvis oleh ligamen suspensoris. Setiap ovarium memiliki hilus tempat masuknya pembuluh darah dan syaraf.

Gambar 1.7 Sayatan membujur ovarium

Bagian-bagian yang terdapat pada ovarium di antaranya:

  1. Epithelium germinatum lapisan epitel kuboiadl sederhana yang menutupi permukaan ovarium. Lapisan ini berfungsi sebagai sumber folikel ovarium.
  2. Tunica albugenia, merupakan pembungkus yang terbuat dari jaringan ikat kolagen, terletek di sebelah bawah epithel germinatum.
  3. Stroma, merupakan jaringan ikat yang terletak di sebelah bawah tunica albugenia. Terdiri atas dua lapisan yaitu lapisan luar disebut korteks dan lapisan dalam disebut medula. Pada bagian kortektes terdapat folikel-folikel ovarium.
  4. Folikel ovarium, adalah ovum dan jaringan-jaringan di sekitarnya yang terdapat dalam bermacam-macam tingkat perkembangan.
  5. Folikel graf , suatu kelenjar endokrin yang berasal dari ovum yang telah matang. Bagian ini menghasilkan hormon estrogen.
  6. Corpus luteum kelenjar tubuh yang berkembang dari folikel graff setelah terjadinya ovulasi. Bagian ini menghasilkan hormon-hormon progesteron, estrogen dan relaksin.

Berdasarkan uraian di atas Anda mungkin akan dapat menyimpulkan bahwa ovarium merupakan gonad yang berfungsi untuk menghasilkan sel telur dan hormon-hormon kelamin wanita seperti progesterone, estrogen dan relaksin. Ovarium ini analog dengan testes pada system reproduksi laki-laki.

2. Saluran Uterin

Sel telur yang dihasilkan oleh ovarium akan diteruskan ke dalam uterus melalui saluran uterin (fallopian) yang sering juga disebut saluran telur (oviduct). Saluran ini panjangnya kira-kira 10 cm terletak antara lipatan- lipatan ligamen lebar (broad ligament) uterus.

Di bagian ujung distal masing-masing saluran terdapat suatu bagian terbuka berbentuk corong yang disebut infundibulum, letaknya dekat dengan ovarium namun tidak menempel.

Infundibulum dikelilingi oleh rumbai-rumbai dari tonjolan menyerupai jari-jari yang disebut fimbriae. Dari infudibulum saluran telur akan diteruskan ke uterus dan menempel dibagian lateral sudut atas uterus.

Pada saluran telur ini terdapat bagian yang paling lebar dan paling panjang disebut ampula, sedangkan bagian yang sempit pendek dan berdinding rapat yang bersatu dengan uterus disebut isthmus.

Secara histologis, saluran telur terdiri atas tiga lapisan yaitu lapisan paling dalam disebut nurkosa yang disusun oleh sel-sel kolumnar bersilia yang diduga berfungsi untuk membantu pergerakan dan nutrisi sel telur. Lapisan tengah dinamakan muskularis, disusun oleh otot polos yang rapat

Loading...

Kontraksi peristaltic dari otot tersebut akan membantu pergerakan sel telur ke dalam uterus. Lapisan yang paling luar dinamakan serosa. Satu kali dalam sebulan sel telur akan lepas dari permukaan ovarium yang berdekatan dengan infudibulum ini dinamakan ovulasi. Selanjutnya sel telur ini akan didorong ke dalam saluran sel telur epithel bersilia dari infudibulum. Bila sel telur di buahi oleh sel sperma, maka pembuahan ini biasanya terjadi di dalam saluran ampula. Pembuahan dapat terjadi kapan saja sampai 21 jam setelah ovulasi. Sel telur yang dibuahi disebut blastosis yang akan turun ke dalam uterus dalam waktu 7 hari. Sedangkan sel telur yang tidak dibuahi akan mengalami disintegrasi.

3. Uterus

Uterus merupakan tempat implatansi sel telur yang telah dibuahi, bahkan perkembangan fetus sampai saatnya dilahirkan juga terjadi di dalam uterus ini. Uterus terletak di antara kantung kemih dan rektum, bentuknya menyerupai buah pir yang terbalik.

Secara anatomi uterus dapat dibedakan menjadi 3 bagian yaitu:

  • fundus, merupakan bagian yang paling atas.
  • badan, merupakan bagian utama dari uterus.
  • cervix, merupakan bagian paling bawah yang langsung berhubungan dengan vagina.

Di antara badan dan cervix terdapat suatu daerah sempit yang disebut isthmus, rongga di dalam badan uterus disebut rongga uterus dan di dalam cervix disebut saluran cervic.

Persatuan antara isthmus dengan saluran servix dinamakan internal os, sedangkan tempat di mana cervix terbuka ke dalam vagina disebut eksternal os.

Uterus memiliki tiga lapisan jaringan:

  1. perimetrium atau serosa, merupakan lapisan yang paling luar. Ke arah lateral akan menjadi ligamen lebar dan ke arah anterior setelah melalui kantung kemih akan membentuk kantung dangkal yang disebut kantung vesicouterine.
  2. myometrium, merupakan lapisan tengah yang membentuk dinding uterus menjadi lebar. Lapisan ini terdiri atas tiga lapisan serabut otot yang sangat padat di bagian fundus dan sangat tipis di bagian servix. Selama proses kelahiran kontraksi otot polos penyusun myometrium ini sangat membantu untuk mendorong fetus ke luar rahim.
  3. endometrium, lapisan paling dalam berupa membran mukosa yang disusun oleh dua lapisan dasar yaitu stratum functionalis dan stratum basalis. Stratum functionalis merupakan lapisan yang paling dekat ke rongga uterus dan akan rusak selama masa haid. Sedangkan stratum basalis bersifat permanen menghasilkan sel-sel functionalis setelah haid. Endometrium memiliki sejumlah kelenjar.

Darah akan disuplai ke dalam uterus oleh cabang-cabang dari arteri iliacus yang disebut arteri verus. Cabang-cabang arteri iliacusnya sendiri disebut arteri urcuatus yang tersusun di dalam myometrium. Darah dari uterus akan dikembalikan melalui vena uterus.

4. Vagina

Vagina merupakan tempat keluarnya aliran haid dan tempat menerima penis selama terjadinya koitus. Selain itu vagina merupakan organ yang berotot, berbentuk tabung dan dibatasi oleh selaput mukosa. Panjangnya kira-kira 10 cm yang memanjang dari cervix sampai ke vestibula, bagian atas secara langsung berhubungan dengan uterus.

Daerah yang mengelilingi vagina, menempel pada cervix disebut fornix. Bagian posterior letaknya lebih dalam dari fornix ventral dan dua buah fornix lateral. Fornix ini memungkinkan untuk penggunaan atau pemasangan kontraseptik.

Mukosa vagina banyak mengandung glikogen melalui proses dekomposisi dapat menghasilkan asam-asam organic. Asam-asam organic ini menyebabkan pH di daerah vagina menjadi asam sehingga dapat menghambat pertumbuhan mikro. Namun keadaan ini juga merupakan hal
yang tidak menguntungkan bagi sperma. Oleh karena itu cairan sperma berperan dalam menetralkan keadaan asam tersebut.

5. Vulva

Vulva atau pudendum merupakan kumpulan dari beberapa organ, genitalia eksternal wanita. Bagian-bagian tersebut meliputi:

  1. Veneris ( mons pubis), suatu daerah yang ditumbuhi oleh rambut kemaluan yang kasar. Terletak diatas symphysis pubis sebelah depan vagina dan lubang uretra.
  2. Labium mayor, terdapat dua buah merupakan lipatan longitudinal kulit yang meluas kearah bawah dan ke arah belakang. Labium mayor ini homolog dekan skortum yang dimiliki oleh laki-laki, mengandung jaringan lemak, kelenjar minyak, dan kelenjar keringat. Ke arah tengah dari labium mayor terdapat dua buah kelipatan membran mukosa yang disebut labium minor. Labium ini tidak memiliki rambut dan lemak, hanya memiliki beberapa kelenjar keringat namun banyak memiliki kelenjar minyak.
  3. Klitoris, suatu masa kecil berbentuk silindris dari jaringan epitel dan syaraf. Terletak sebelah anterior, bersatu dengan labium minor. Lapisan kulit disebut prepuce dibentuk pada titik pertemuan labium minor dan menutupi badan klitoris. Klitoris homolog dengan penis laki-laki.
  4. Vestibula, celah yang terdapat di labium minor. Di dalam vestibula ini terdapat himen (selaput), lubang veginal uretra, dan lubang-lubang dari beberapa saluran. Lubang vagina merupakan bagian yang paling besar pada vestibula dan dibatasi oleh himen.

6. Kelenjar Payudara

Kelenjar ini terdapat satu pasang dan merupakan modifikasi dari kelenjar keringat yang terletak di atas otot dada dan menempel pada otot tersebut oleh jaringan ikat. Masing-masing kelenjar payudara memiliki kira-kira 15 – 20 lobus yang dipisahkan oleh jaringan lemak. Jumlah jaringan lemak ditentukan oleh besarnya payudara, akan tetapi besarnya payudara tidak berhubungan dengan jumlah produksi air susu. Lobus memiliki beberapa lobulus yang disusun oleh jaringan-jaringan ikat dengan kelenjar-kelenjar yang berbentuk seperti buah anggur. Kelenjar-kelenjar ini mensekresikan air susu dan disebut alveoli.

Di antara lobulus terdapat jaringan ikat yang disebut ligamen suspensoris payudara. Ligamen-ligamen ini terletak di sepanjang kulit dan fascia sebelah dalam berfungsi untuk menunjang payudara. Alveoli akan meneruskan air susu ke dalam sederetan tubulus sekunder dan selanjutnya akan diteruskan ke dalam saluran payudara (ductus mamilaris). Ketika mendekati putting susu, saluran tersebut melebar membentuk sinus yang disebut ampula. Ampula ini merupakan tempat penyimpanan air susu yang berlanjut sebagai ductus lactiferus dan berakhir pada putting susu (nipple).

Disekitar puttingsusu terdapat daerah yang melingkar berpigmen yang disebut areolar. Daerah tersebut nampak kasar karena berisi modifikasi kelenjar-kelenjar minyak (sebaceous).

Pada waktu lahir, kelenjar payudara laki – laki dan wanita tidak berkembang dan nampak rata di atas permukaan dada. Setelah masa puber, payudara wanita mulai berkembang, sistem saluran mulai matang, terjadi desposisi lemak secara ekstensif, areola dan puttingpayudara tumbuh dan menjadi berpigmen. Perubahan – perubahan tersebut sangat erat hubungannya dengan bertambahnya pengeluaran estrogen pada ovarium.

Lebih jauh lagi perkembangan payudara terjadi pada saat kematangan seksual dan permulaan terjadinya ovulasi serta pembentukan korpus luteum.

Selama pendewasaan, tingkat penambahan progesteron menyebabkan alveoli tumbuh, bertambah besar dan menjadi sekretori. Selain itu penimbunan lemak yang terus-menerus menyebabkan penambahan ukuran kelenjar payudara. Oleh karena itu perubahan perkembangan kelenjar payudara erat kaitannya dengan sekresi estrogen dan progesteron oleh ovarium.

Fungsi putting dari kelenjar payudara ini adalah sekresi dan pancaran air susu yang disebut laktasi. Sekresi air susu ini dipengaruhi oleh hormon prolaktin. Sedangkan memancarnya air susu dipengaruhi oleh hormon oksitosin.

7. Siklus menstruasi

Pada suatu saat perkembangannya, seorang wanita mendapatkan menstruasi, yaitu meluruhnya jaringan yang terdapat di dalam uterus. Peluruhan ini terjadi karena tidak terjadi pembuahan atas ovum oleh sperma.

Proses menstruasi ini melibatkan beberapa hormon dan peristiwanya terjadi pada ovarium dan uterus. Periode siklus menstruasi ini pada umumnya berkisar 28 hari, namun biasa 40 hari atau 21 hari. Pengendali peristiwa menstruasi adalah bagian otak yang disebut hipotalamus yang antara lain berfungsi untuk mengendalikan proses perkembangan ovum di dalam ovarium. Hipotalamus mengeluarkan hormon Gonadotropin Relasing Hormon (GnRH). Hormon ini mempengaruhi bagian otak lain, yaitu pituitary bagian depan untuk menghasilkan hormon Folikel Stimulating Hormon (FSH) dan Luteinazing Hormon (LH).

Karena siklus menstruasi berjalan terus-menerus, maka pembicaraan tentang menstruasi biasanya dimulai pada hari pertama menstruasi. Seperti dikatakan di atas bahwa menstruasi melibatkan ovarium dan uterus, maka pembicaraan selanjutnya akan dimulai dengan ovarium.

Menurut Weinsberghe (1995) proses yang terjadi di dalam ovarium dikelompokkan menjadi 3 fase. Fase pertama disebut folikuler, diikuti fase ovulasi dan terakhir fase luteal. Fase folikuler merupaka fase perkembangan ovum yang bermula dari folikel. Fase ini dimulai pada hari pertama menstruasi dan berlangsung sampai hari ke – 10. Pada saat ini hormon estrogen dan progesterone di dalam darah rendah, maka otak menghasilkan hormon-hormon GnRH, FSH, dan LH.

Keberadaan hormon – hormon tersebut merangsang 20 folikel primordial mulai tumbuh menjadi folikel primer. Dan selanjutnya menjadi folikel sekunder. Dari 20 folikel primordial hanya satu yang tumbuh menjadi folikel matang sedangkan yang lainnya mengalami degradasi. Folikel matang berada di dalam semacam kantong yang disebut folikel Graff.

Karena adanya hormon FSH dan LH, sel-sel granulose yang ada di dalam folikel Graff menghasilkan hormon estrogen. Keberadaan hormon estrogen dalam darah memberikan efek balik negatif terhadap pituitary bagian depan hipotalamus, sehingga pengeluaran hormon FSH dan LH menurun.

Disamping itu folikel Graff juga sensitive terhadap keberadaan hormon FSH dan LH, dan meningkatkan pengeluaran hormon estrogen. Jika folikel terus mengeluarkan estrogen, maka akan memberikan efek positif terhadap pengeluaran hormon LH. Pengeluaran hormon LH mempengaruhi proses ovulasi.

Proses ovulasi yaitu keluarnya telur (ovum/oocit) dari ovarium ke dalam rongga pelvic dan bergerak menuju saluran uterin (tuba falopi). Setelah peristiwa ovulasi, fase berikutnya muncul, yaitu fase luteal. Setelah ovum keluar dari ovarium, folikel Graff tetap pada permukaan ovarium. Folikel ini berubah menjadi corpus luteum karena adanya hormon LH. Corpus luteum selanjutnya menghasilkan hormon estrogen dan progesteron dalam darah menghambat dikeluarkannya hormon LH dan FSH, sehingga manghambat pertumbuhan folikel baru (tidak terbentuk folikel baru). Pada hari ke 22, corpus luteum mmulai mengalami kemunduran berubah menjadi corpus albicans dan pengeluaran hormon estrogen dan progesterone menurun. Hal ini menyebabkan proses menstruasi dan di dalam ovarium mulai terbentuk folikel baru sebagai persiapan siklus menstruasi berikutnya.

Peristiwa yang terjadi di dalam uterus sejalan dengan peristiwa yang terjadi di dalam ovarium dan saluran telur, yang dapat di bagi dalam tiga fase pula. Fase pertama adalah fase menstruasi, kemudian fase proliferasi dan terakhir fase sekretori. Fase menstruasi berawal dari hari pertama menstruasi sampai hari ke – lima. Telah dikatakan di atas bahwa proses menstruasi disebabkan oleh menurunnya kadar hormon estrogen dan progesterone dalam darah.

Menstruasi merupakan peluruhan endometrium yang terdapat di dalam uterus, yang terdiri dari jaringan dan darah. Fase proliferasi pada uterus bersamaan dengan fase proliferasi pada ovarium. Pada saat ini dinding dalam uterus (stratum fungsionalis dan endometrium) menebal. Fase sekretori uterus bersamaan dengan peristiwa ovulasi, di mana dinding dalam uterus makin menebal dan diperlengkapi dengan jaringan yang memungkinkan tumbuh berkembangnya janin apabila terjadi pembuahan (fertilisasi). Kalau tidak terjadi pembuahan, maka jaringan tersebut akan luruh sebagai menstruasi.

Secara garis besar peristiwa yang terjadi di dalam ovarium dan uterus pada masa menstruasi adalah terlihat pada Tabel berikut:

Tabel: Peristiwa yang Terjadi dalam Ovarium dan Uterus pada Masa
Menstruasi

C. PENYIMPANGAN-PENYIMPANGAN PERILAKU SEKSUAL

Pasti Anda mengetahui bahwa tidak ada manusia yang secara alami melakukan pembuahan secara eksternal. Manusia akan melakukan pembuahan secara internal melalui hubungan kelamin. Hubungan kelamin tersebut selain untuk memenuhi salah satu kebutuhan biologis, juga dengan harapan dapat memperoleh keturunan.

Untuk memenuhi kebutuhan biologis melalui perilaku seksual pada kenyataannya sering terjadi penyimpangan- penyimpangan. Beberapa
penyimpangan tersebut diantaranya:

  1. Sadismus, yaitu orang yang mencapai kepuasan seksual dengan cara menyakiti, menghina atau menyiksa orang lain.
  2. Homoseksual, yaitu laki-laki yang memiliki hasrat seksual atau melakukan hubungan kelamin dengan jenis kelamin yang sama. Bila hubungan kelaminnya dilakukan melalui anus disebut dengan sodomi. Bila perilaku ini terjadi pada sesama wanita disebut lesbian. Namun bila perilaku seksual ini terjadi antara manusia denga binatang maka keadaan ini disebut bestiality.
  3. Masochismus, suatu kelainan yang mirip dengan sadismus, namun pada tipe ini selain orang tersebut memperoleh kepuasan seksual dengan melihat penderitaan fisik maupun mental orang lain, juga melalui penderitaan dirinya sendiri.
  4. Masturbasi, suatu pencapaian kepuasan seksual melalui rangsangan genital baik dengan tangan atau dengan mekanik lainnya.

D. MACAM-MACAM PENYAKIT SEKSUAL

Istilah mengenai penyakit seksual umumnya dipakai untuk sekelompok panyakit yang dapat disebarkan melalui hubungan kelamin. Kelompok penyakit tersebut secara tradisional meliputi penyakit venereal (VD) seperti gonorrhoea, syphilis, herpes genitalia, dan beberapa penyakit lainnya yang ditularkan secara seksual.

Namun sekarang ini sesungguhnya masih banyak penyakit-penyakit kelamin atau penyakit yang dapat ditularkan melalui hubungan kelamin, sebagai contoh radang saluran urethra yang bukan gonorrhoea, kutil pada kelamin (veruccaaccuminata), trichomoniasis dan sebagainya.

1. Gonorrhoea

Suatu infeksi penyakit yang ditularkan melalui hubungan kelamin yang mula-mula mempengaruhi atau menyerang selaput lendir saluran urogenital, rektum dan kadang- kadang mata. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoea. Selaput lendir yang telah terinfeksi merupakan sumber infeksi penularan , bakteri dapat dipindahkan melalui hubungan langsung (biasanya hubungan seksual) atau dapat juga dipindahkan dari ibu yang menderita gonorrhoea.

Pada laki-laki akan terjadi peradangan yang serius di bagian urethra yang disertai dengan keluarnya nanah dan rasa sakit pada sistem urinary. Sedangkan pada wanita infeksi dapat terjadi pada bagian urethra, vagina, dan cervix yang disertai dengan adanya nanah. Akan tetapi infeksi pada wanita sering dialami tanpa gejala-gejala serius sampai pada tingkat penyakit yang lebih serius.

2. Syphillis

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Triponema pallidum. Penularan ini dapat terjadi melalui kontak seksual atau melalui plasenta ibu kepada bayinya. Penyakit ini memiliki beberapa tingkat yaitu tingkat pertama, kedua, ketiga, laten, dan kadang-kadang keempat. Pada tingkat pertama nampak adanya borok yang disebut chancre pada daerah terjadinya kontak.

Borok tersebut akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1 minggu tetapi penyakitnya akan terus menjalar di dalam tubuh. Setelah 6-21 minggu biasanya akan masuk pada tingkat kedua ditandai dengan gejala-gejala seperti demam, kulit kasar dan pegal-pegal pada setiap persendian dan otot.

Gejala ini pun biasanya akan menghilang dengan sendirinya, namun pemeriksaan darah untuk menentukan adanya bakteri biasanya bersifat positif. Keadaan ini berlanjut dengan tingkat laten yaitu suatu keadaan yang tidak menampakkan adanya gejala namun bakteri akan menyerang organ-organ tubuh. Bila ditandai dengan adanya kerusakan atau degenerasi organorgan tubuh berarti keadaan ini telah memasuki tingkat tertier.

Bila pada tingkat ketiga bakteri syphilis ini menyerang sistem syaraf, maka dinamakan neurosyphilis. Kerusakan bagian otak akan dapat menyebabkan pergerakan tidak dapat dikoordinasikan, bahkan kerusakan pada bagian korteks otak , dapat meyebabkan hilangnya ingatan.

3. Herpes genital

Penyakit ini sangat umum terjadi di Amerika Serikat. Hal ini mungkin disebabkan oleh bebasnya hubungan seks dinegara tersebut. Tidak seperti syphilis dan gonorrhoea, herpes genital tidak dapat diobati. Tipe I, virus herpes simplex menyebabkan demam yang disertai rasa pedih. Pada tipe II virus herpes simplex menyebabkan rasa sakit dan pelepuhan di bagian genital, glans penis dan batang penis pada laki-laki. Sedangkan pada wanita terjadi didaerah vagina dan vulva.

4. Trichomoniasis

Penyakit ini disebabkan oleh protozoa kelas Flagellata yang disebut Trichomonas vaginalis. Penyakitnya sendiri disebut Trichomoniasis yang menyebabkan peradangan atau luka didaerah selaput lendir vagina pada wanita dan saluran urethra pada laki-laki. Gejala pada wanita dapat berupa gatal-gatal dan rasa sakit di daerah vagina, sedangkan pada laki-laki adangkadang tanpa gejala yang jelas, tetapi dapat ditularkan pada patner seksualnya.

5. Radang Saluran Urethra yang bukan Gonorrhoea (NGU)

Penyakit ini dikenal juga dengan nama radang saluran urethra yang tidak spesifik (NSU). Peradangan ini bukan disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoea melainkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. NGU ini dapat berpengaruh, baik terhadap laki-laki maupun wanita, biasanya orang yang terinfeksi oleh bakteri ini akan mengalami pembengkakan dan penyempitan saluran urethra, sehingga menghalangi aliran urin. Pengeluaran urin dapat disertai dengan rasa sakit dan nanah.

Loading...
Gravatar Image
Hanya seorang pelajar biasa yang ingin berbagi ilmu biologi kepada masyarakat via Pintar Biologi