Categories: Anatomi

Struktur Tubuh Manusia

Loading...

Struktur Tubuh Manusia – Manusia adalah makhluk bertulang belakang. Tulang belakang merupakan sebagian dari tulang-belulang penyusun rangka tubuh manusia.

Pada kajian kali ini marilah kita membahas struktur tubuh kita secara berurutan mulai dari rangka, serabut otot, sistem pencernaan, sistem pernapasan, sistem peredaran darah, dan indera. Untuk pembahasan secara mendalam, silakan Anda mempelajari pada modul-modul berikutnya secara tersendiri.

Rangka Manusia

Apakah yang terjadi bila tubuh kita tidak mempunyai rangka? Dapatkah kita berdiri tegak? Jawabnya tentu tidak. Jadi, apa sebenarnya guna rangka bagi kita? Untuk dapat menjawab pertanyaan ini mari kita sama-sama mempelajarinya. Rangka manusia itu tidak kelihatan dari luar, melainkan di dalam tubuh dilindungi oleh kulit dan otot-otot. Rangka semacam itu disebut rangka dalam (endoskeleton).

Rangka tubuh kita disusun oleh 3 jenis jaringan yaitu jaringan tulang keras, jaringan tulang rawan, dan jaringan ikat sendi (ligamen). Tulang penyusun rangka, kurang lebih berjumlah 206, sesuai dengan umur.

Rangka bayi yang baru lahir dibentuk oleh 250 buah tulang, kemudian dalam perkembangan lebih lanjut ada sejumlah tulang yang tumbuh menjadi satu.

Tulang merupakan jaringan yang hidup. Ia dapat tumbuh dan memerlukan makanan. Penyusunnya terdiri dari sel-sel tulang, zat kapur, fosfor, dan zat perekat (collagen).

Pada tulang keras terdapat lebih banyak zat kapur sehingga bersifat lebih keras, sedangkan pada tulang rawan, mengandung lebih banyak zat perekat sehingga lebih lentur. Pada orang dewasa, tulang rawan ditemukan pada cuping hidung, daun telinga, dan sambungan antara tulang dada dengan tulang rusuk. Perlu Anda ketahui bahwa tulang rawan tidak dilalui oleh pembuluh darah.

Jaringan ikat sendi, merupakan suatu jaringan yang kuat tetapi lentur. Fungsi jaringan ikat sendi menghubungkan tulang yang satu dengan tulang yang lain, sedangkan fungsi rangka secara umum sebagai berikut.

  1. Untuk menegakkan tubuh serta menentukan bentuk tubuh.
  2. Melindungi jaringan yang lunak, seperti otak, jantung, paru-paru, hati, dan jaringan saraf tulang belakang.
  3. Tempat melekatnya otot-otot rangka.
  4. Tempat pembentukan sel-sel darah merah, keping darah, dan sel darah putih.
  5. Bersama-sama dengan otot merupakan alat gerak. Rangka disebut alat
    gerak pasif, sedangkan otot disebut alat gerak aktif yang kita bahas
    berikut ini.

Serabut Otot

Kumpulan serabut-serabut otot yang sehari-hari kita sebut daging, dapat Anda amati pada saat Anda sedang makan daging. Serabut-serabut otot itu pada hakikatnya adalah gabungan dari sel-sel otot. Pada tubuh manusia ada tiga macam sel otot yaitu sel otot polos, sel otot lurik, dan sel otot jantung.

Selanjutnya, kumpulan serabut-serabut otot membentuk otot. Bentuk dan ukuran otot bervariasi, ada yang berbentuk lingkaran, pipih, pendek, dan panjang. Ukurannya mulai dari yang sangat besar, yaitu otot deltoid yang menggerakkan bahu, sampai yang sangat kecil yaitu otot yang menggerakkan mata, panjangnya hanya beberapa milimeter saja.

Tanpa otot, tulang-tulang tidak dapat digerakkan. Kita dapat bergerak karena kita mempunyai otot. Bagaimana otot bekerja? Dalam keadaan istirahat otot itu kendur. Apabila otot itu mengerut atau berkontraksi menandakan otot itu bekerja. Otot baru bekerja jika ada rangsang dari urat saraf.

Sistem Pencernaan

Bagaimanakah proses makanan yang masuk ke dalam tubuh kita? Dalam tubuh terdapat serangkaian alat yang berhubungan satu dengan yang lain yang diistilahkan dengan sistem. Hal yang berperan dalam mencerna makanan yang masuk dalam tubuh disebut sistem pencernaan makanan.

Kapan mulai terjadi pencernaan makanan pada tubuh kita, dan kapan proses pencernaan makanan berakhir? Bagus! Jawaban Anda cocokkan dengan pernyataan berikut. Pencernaan makanan mulai terjadi di mulut dan diakhiri ketika kita buang air besar.

Saat mengunyah atau penghancuran makanan secara mekanik oleh gigi, makanan akan dicampur dengan enzim di dalam mulut sehingga terjadi pemecahan makanan secara kimiawi ke arah yang lebih sederhana. Selanjutnya, makanan masuk ke lambung. Di tempat ini makanan akan bercampur dengan asam lambung dan enzim-enzim.

Kemudian, makanan masuk di dalam usus halus dan diolah dengan bantuan enzim, di sini makanan diubah menjadi sari makanan untuk kemudian diserap melalui peredaran darah dan diedarkan ke seluruh tubuh, sedangkan sisanya yang berupa ampas masuk ke usus besar dan dibuang melalui dubur.

Masih ingatkah Anda alat-alat pencernaan dan enzim apa saja yang berperan dalam proses pencernaan makanan? Apakah fungsi dari masingmasing alat pencernaan tersebut? Coba diskusikan dengan kelompok belajar Anda kemudian masukkan pada tabel berikut.

Bagus! Anda telah melakukannya. Khusus untuk enzim yang berperan dalam proses pencernaan makanan, coba cocokkan dengan jawaban pada tabel berikut.

Apakah sebetulnya guna makanan bagi tubuh kita? Kita semua sudah tahu bahwa kita perlu makan karena untuk memperoleh energi, pembentukan dan pertumbuhan sel-sel baru untuk menggantikan sel-sel yang rusak.

Sistem Pernapasan

Sistem pernapasan atau respirasi pada manusia terdiri atas respirasi eksternal dan internal. Respirasi eksternal mencakup proses memasukkan oksigen dan melepaskan karbondioksida melalui alat pernapasan yakni paruparu, sedangkan respirasi internal adalah proses pengikatan oksigen dan pelepasan karbondioksida oleh sel-sel tubuh. Kedua proses ini terjadi dalam tubuh secara simultan atau bersamaan.

a. Alat pernapasan

Manusia mempunyai alat pernapasan yang tersusun secara berurutan diawali dari rongga hidung, faring, laring, tenggorokan, cabang tenggorokan, dan alveolus atau alveoli (dalam jumlah banyak) yang terbungkus dalam kantung paru-paru kiri dan kanan.

b. Proses Pernapasan

Pada kesempatan ini kita hanya membahas pernapasan eksternal. Pernapasan eksternal dibedakan antara pernapasan dada dan pernapasan perut. Pada pernapasan dada, rusuk-rusuk terangkat sehingga rongga dada membesar. Sedangkan pada pernapasan perut, otot-otot pada sekat rongga dada (diafragma) berkontraksi, sekat rongga dada yang semula cembung menjadi agak rata sehingga paru-paru dapat berkembang ke arah perut. Pada waktu rongga dada bertambah besar udara masuk.

Sistem Peredaran Darah

Sari-sari makanan yang kita peroleh dari proses pencernaan makanan diedarkan ke seluruh tubuh oleh darah dengan alat-alat peredarannya.

Sistem peredaran darah meliputi.

a. Alat Peredaran Darah

Alat utama pada peredaran darah manusia adalah jantung, dan pembuluh darah sebagai saluran untuk mengedarkan darah. Jantung manusia terdiri dari empat ruang yakni serambi kiri dan serambi kanan, bilik kiri dan bilik kanan.

Seperti Anda telah ketahui bahwa serambi kanan menerima darah dari seluruh tubuh yang banyak mengandung karbondioksida, sedang serambi kiri menerima darah dari paru-paru yang banyak mengandung oksigen. Bilik kanan merupakan bagian jantung yang menerima darah dari serambi kanan dan memompakan menuju paru-paru, sedangkan bilik kiri menerima darah dari serambi kiri yang kaya oksigen dan memompakannya ke seluruh tubuh.

b. Proses Peredaran Darah

Pusat peredaran darah adalah jantung. Peredaran darah pada manusia terdiri atas peredaran darah besar dan peredaran kecil. Tentunya Anda masih ingat! Apakah perbedaan antara kedua peredaran darah tersebut? Coba jawaban Anda cocokkan dengan uraian berikut ini.

Peredaran darah besar adalah peredaran darah dari bilik kiri dipompa keluar jantung menuju ke seluruh tubuh yang mengandung banyak oksigen.

Oksigen disampaikan ke sel-sel seluruh tubuh. Kemudian, darah kembali ke jantung dengan membawa air dan karbondioksida masuk ke serambi kanan lalu terus ke bilik kanan. (jantung => seluruh tubuh => jantung).

Peredaran darah kecil adalah peredaran darah dari bilik kanan dipompa ke luar jantung menuju paru-paru yang mengandung banyak karbondioksida.

Pada paru-paru terjadi pertukaran gas yaitu karbondioksida dikeluarkan dan menyerap gas oksigen, kemudian darah yang banyak mengandung oksigen dari paru-paru ini kembali ke jantung masuk ke serambi kiri lalu terus ke bilik kiri (jantung  paru-paru  jantung). Materi lebih mendalam tentang sistem peredaran darah akan dibahas pada Modul 5.

Sistem Indera

Tubuh manusia memiliki kemampuan yang sangat mengesankan, yaitu pancaindera. Setiap organ pengindera merupakan keajaiban manusia untuk mengetahui dunia luar melalui alat-alat pengindera tersebut.

Pancaindera pada manusia, meliputi indera penglihat, pencium, peraba, pendengar, dan pengecap.

Pancaindera pada manusia tersusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan manusia. Misalnya, telinga hanya dapat menangkap getaran suara pada batas-batas tertentu saja. Apabila telinga kita terlalu sensitif, setiap saat kita harus mendengar berbagai suara, akibatnya kita akan sangat terganggu dengan kebisingan dunia sekitar.

Hal serupa terjadi pada indera yang lain, misalnya pada indera peraba. Sel saraf peraba yang sangat sensitif berada di bawah kulit dan terhimpun terutama di ujung jari. Daerah yang kurang penting seperti daerah punggung memiliki sedikit sel saraf peraba. Apabila terjadi sebaliknya, kita tidak mampu menggunakan tangan secara efektif, bahkan punggung yang merasakan hal-hal terkecil.

Marilah kita bicarakan alat-alat indera tersebut secara sekilas.

a. Indera Pendengar

Organ indera pendengar adalah telinga. Pernahkah Anda mendengar istilah bisu tuli? Benarkah orang yang tuli sejak lahir itu sekaligus pasti bisu? Jawabnya adalah benar. Oleh karena orang itu tidak pernah mendengar suara orang yang bercakap-cakap, dan tidak dapat mendengar maka ia tidak dapat menirukan suara-suara sehingga ia dikatakan bisu.

Telinga kita terdiri atas telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Telinga luar terdiri dari daun telinga, yang mempunyai bentuk khas sebagai penangkap getaran suara, saluran telinga, dan selaput gendang telinga.

Telinga tengah terdiri atas rongga yang berisi udara untuk menjaga tekanan udara agar seimbang, tulang pendengaran, serta saluran Eustachius. Telinga dalam terdiri dari jendela oval, organ keseimbangan, rumah siput (koklea), jendela bulat, dan ujung saraf.

Loading...

Bagaimana kita dapat mendengar? Gelombang suara di udara ditangkap oleh daun telinga, kemudian diteruskan ke lubang pendengaran sehingga menggetarkan gendang telinga, selanjutnya dipantulkan dan diperkuat oleh serangkaian osikel/tulang pendengaran dan meneruskannya ke jendela oval yang merupakan pintu menuju telinga dalam yang penuh dengan cairan yang disebut perilimfe.

Kemudian, getarannya dipancarkan melalui cairan perilimfe dalam bentuk gelombang, dan diteruskan ke saluran koklea. Pada saluran koklea inilah penuh sel indera yang disebut organ corti. Sel reseptor organ corti, menghasilkan impuls saraf yang dihantarkan ke pusat pendengar di otak oleh saraf pendengaran sehingga kita dapat mendengar. Untuk lebih jelasnya, perhatikan Gambar 1.2 berikut ini.

I. Bagian Telinga Luar, II. Bagian Telinga Tengah, III. Bagian Telinga dalam
Keterangan: 1. Daun Telinga, 2. Saluran Telinga, 3. Selaput Gendang
Telinga, 4. Tulang-tulang Pendengaran, 5. Rongga Telinga Tengah, Saluran Eustasius, 7. Jendela Oval, 8. Organ Keseimbangan, Rumah Siput (koklea), 10. Jendela Bulat, 11. Ujung Saraf Pendengar

b. Indera Penglihat

Bagaimana kita dapat melihat benda? Kita dapat melihat benda bila ada cahaya. Cahaya dipantulkan oleh benda yang kita lihat, kemudian masuk ke dalam mata kita. Sinar yang masuk ke mata sebelum sampai di retina mengalami pembiasan. Di retina rangsang yang berupa cahaya diteruskan oleh urat saraf mata ke pusat penglihatan di otak sehingga kita dapat melihat benda.

Bagi mata normal, bayang-bayang benda akan jatuh pada bintik kuning, yaitu bagian yang paling peka terhadap sinar. Mata mempunyai reseptor khusus untuk mengenali perubahan sinar dan warna, yaitu sel kerucut (cone) dan sel batang (rod).

Berikut adalah bagian-bagian mata yang dapat diamati dari irisan bujur bola mata.

Keterangan: 1. Saraf Mata, 2. Sklera/Selaput Putih, 3. Selaput Hitam, Retina/Selaput Jala, 5. Iris/Selaput Pelangi, 6. Lensa Mata, 7. Tepi Pupil Mata, 8. Kantung Depan, 9. Kelopak atas Mata, 10. Kelopak Bawah Mata, 11. Kornea/Selaput Bening, 12. Otot Penggantung Lensa Mata, Selaput dalam Kelopak Mata

c. Indera Peraba dan Perasa

Kita dapat membedakan perabaan kasar dan halus, membedakan panas dan dingin atau membedakan rasa sakit dan tidak karena adanya indera peraba dan perasa. Organ peraba dan perasa adalah kulit. Kulit terdiri atas 3 lapisan yaitu epidermis, dermis, dan hipodermis.

Epidermis atau lapisan terluar merupakan lapisan pelindung, dermis merupakan lapisan tengah dan di daerah inilah terdapat saraf dan sel penerima khusus yang berkaitan dengan indera peraba dan perasa.

Hipodermis adalah lapisan paling dalam yang kaya akan jaringan lemak untuk menghangatkan tubuh. Saraf penerima di dalam kulit tanggap terhadap sentuhan halus, tekanan, suhu dan rasa sakit. Ada dua jenis sel penerima utama pada kulit: korpuskel taktil dan ujung saraf tanpa selaput.

Penjelasannya seperti pada tabel di bawah ini.

Untuk meningkatkan pemahaman Anda tentang organ peraba, perhatikan Gambar 1.4 berikut.

d. Indera Pengecap

Sel penerima rasa terletak di lidah. Permukaan lidah tampak bercelah dan banyak tonjolan kecil yang disebut papil (papilla). Papil dan celah tersebut memiliki pucuk pengecap dengan sekumpulan sel peka di dalam rongga mukusnya. Pucuk pengecap dapat membedakan empat citra rasa pokok: asam, pahit, manis, dan asin.

Pada saat kita mengecap makanan, citra rasa yang timbul merupakan campuran antara rasa dan bau. Ketika kita mengunyah makanan, sel-sel penerima pada lidah dan hidung, menyampaikan informasi ke otak. Satu jenis sel penerima hanya dapat merasakan satu jenis rasa. Bagian ujung lidah mengecap rasa manis, bagian tepi lidah agak kedepan mengecap rasa asam, namun bagian tepi lidah agak kebelakang mengecap rasa asin, dan bagian pangkal lidah mengecap rasa pahit. Untuk lebih jelasnya perhatikan Gambar 1.5a berikut.

Rasa makanan pun akan berpengaruh pada tubuh, Healty Life (2006), mengungkapkan bahwa pedasnya cabai, manisnya madu, atau pahitnya kopi ternyata tidak hanya memberi reaksi pada lidah, tetapi juga pada tubuh.

Dalam dunia makanan rasa dibagi menjadi 5 kategori besar yaitu rasa manis, asam, pahit, asin, dan pedas. Menurut para ahli nutrisi setiap rasa memiliki pengaruh pada beberapa organ-organ tubuh kita. Asalkan dikonsumsi dalam jumlah wajar, pengaruh positifnya akan terasa pada organ tubuh bersangkutan. Sebaliknya, tubuh kita akan mengalami ketidakseimbangan antara organ yang satu dengan yang lainnya jika kita terlalu berlebih atau kekurangan salah satu dari rasa ini.

Rasa manis, memberi reaksi pada limpa dan perut, membantu melancarkan pencernaan dan menetralisasi racun dalam perut yang bersumber dari makanan juga. Rasa asam, memberi reaksi pada hati juga kandung kemih serta mengontrol terjadinya diare dan keluarnya keringat yang berlebih.

Rasa pahit, memberi reaksi pada jantung dan usus kecil, mengurangi suhu panas pada tubuh serta mengurangi cairan tubuh yang berlebih penyebab diare. Rasa asin, bereaksi positif pada ginjal dan kandung kemih, dan mampu membuat pergerakan otot lebih lentur. Rasa pedas, bereaksi pada paru-paru dan usus besar serta mampu mengurangi keringat yang berlebih. Rasa pedas juga membantu sirkulasi energi dalam tubuh.

Kelima rasa ini saling mengontrol satu dengan yang lainnya. Jika sudah mengetahui fungsi dari masing-masing rasa maka dianjurkan pada saat menjalankan diet, kombinasikan kelima rasa ini agar di dalam tubuh terjadi keseimbangan fungsi pada organ tubuh.

Rasa makanan pun akan berpengaruh pada tubuh, Healthy Life (2006),
mengungkapkan bahwa pedasnya cabai, manisnya madu, atau pahitnya kopi ternyata tidak hanya memberi reaksi pada lidah, tetapi juga pada tubuh.

Dalam dunia makanan rasa dibagi menjadi 5 kategori besar yaitu rasa manis, asam, pahit, asin, dan pedas. Menurut para ahli nutrisi setiap rasa memiliki pengaruh pada beberapa organ-organ tubuh kita. Asalkan dikonsumsi dalam jumlah wajar, pengaruh positifnya akan terasa pada organ tubuh bersangkutan.

Sebaliknya, tubuh kita akan mengalami ketidakseimbangan antara organ yang satu dengan yang lainnya jika kita terlalu berlebih atau kekurangan salah satu dari rasa ini.

Rasa manis, memberi reaksi pada limpa dan perut, membantu melancarkan pencernaan dan menetralisasi racun dalam perut yang bersumber dari makanan juga. Rasa asam, memberi reaksi pada hati juga kandung kemih serta mengontrol terjadinya diare dan keluarnya keringat yang berlebih.

Rasa pahit, memberi reaksi pada jantung dan usus kecil, mengurangi suhu panas pada tubuh serta mengurangi cairan tubuh yang berlebih penyebab diare. Rasa asin, bereaksi positif pada ginjal dan kandung kemih, dan mampu membuat pergerakan otot lebih lentur. Rasa pedas, bereaksi pada paru-paru dan usus besar serta mampu mengurangi keringat yang berlebih. Rasa pedas juga membantu sirkulasi energi dalam tubuh.

Kelima rasa ini saling mengontrol satu dengan yang lainnya. Jika sudah mengetahui fungsi dari masing-masing rasa maka dianjurkan pada saat menjalankan diet, kombinasikan kelima rasa ini agar di dalam tubuh terjadi keseimbangan fungsi pada organ tubuh.

e. Indera Pembau

Kita dapat menikmati aroma harum bunga atau parfum berkat adanya indera penciuman yang terdapat di rongga hidung. Bagaimana kita dapat mencium aroma bunga? Partikel-partikel kimia yang menguap dan mengapung di udara apabila dihirup melalui lubang hidung, partikel-partikel ini menyentuh sel-sel pembau (olfaktori) yang terdapat di rongga hidung.

Kemudian, sel-sel reseptor olfaktori yang terletak di rongga hidung tersebut mendeteksi kandungan kimia yang terhirup. Sel reseptor membawa impuls saraf ke pembuluh penciuman yang terletak di belakang rongga hidung, kemudian diteruskan ke otak sehingga kita dapat mencium bermacam-macam bau. Untuk meningkatkan pemahaman Anda tentang organ indera pembau, coba perhatikan Gambar 1.6 berikut.

Rangkuman

Anatomi fisiologi yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang susunan tubuh dan bagaimana alat tubuh itu bekerja secara normal. Istilah-istilah dalam anatomi, meliputi sikap anatomi, bidang dalam posisi anatomi, istilah letak, arah gerakan, dan garis dalam sikap anatomi.

Tubuh manusia diri atas sejumlah daging dan tulang, dan tersusun oleh beberapa sistem yaitu sistem pencernaan, sistem pernapasan, sistem peredaran darah, sistem ekskresi, sistem indera, dan sistem reproduksi.

Beberapa sistem organ yang ada di dalam tubuh akan membentuk tubuh kita yang sempurna. Tubuh manusia memiliki kemampuan yang sangat mengesankan, misalnya pancaindera. Setiap organ penginderaan merupakan keajaiban manusia untuk mengetahui dunia luar melalui alatalat penginderaan tersebut. Pancaindera pada manusia meliputi indera penglihat, pencium, peraba, pendengar, dan pengecap. Selain pancaindera, dalam tubuh kita dilengkapi beberapa sistem di antaranya sistem pencernaan makanan.

Pencernaan makanan mulai terjadi di mulut, dan diakhiri ketika kita buang air besar. Makanan diubah menjadi sari makanan di usus halus, kemudian diserap melalui peredaran darah dan diedarkan ke seluruh tubuh, sedangkan sisanya yang berupa ampas masuk ke usus besar dan dibuang melalui dubur.

Menurut para ahli nutrisi setiap rasa memiliki pengaruh pada beberapa organ-organ tubuh kita.

admin

Hanya seorang pelajar biasa yang ingin berbagi ilmu biologi kepada masyarakat via Pintar Biologi

Recent Posts

Alpukat; Deskripsi, Klasifikasi, Varietas, Kandungan dan Manfaat Bagi Kesehatan

Mengenal Alpukat (Persea americana Mill / Persea gratissima Gaerth) 1. SEJARAH SINGKAT Tanaman alpukat merupakan…

1 hour ago

Tanaman Kunyit; Deskripsi, Manfaat dan Kandungannya

Morfologi Tanaman Kunyit  Curcuma domestica Val atau Curcuma longa adalah nama latin dari tanaman kunyit.…

5 hours ago

Macam-Macam Jaringan Ikat Pada Hewan, Struktur dan Fungsinya

Pendahuluan Saat kalian menyambung tali yang putus menjadi dua bagian, kemudian kalian mengikatnya, maka tali…

9 hours ago

Macam-Macam Jaringan Epitel Pada Hewan dan Fungsinya

Macam-Macam Jaringan Epitel Pada Hewan dan Fungsinya - Di dalam tubuh hewan, tidak terkecuali hewan…

13 hours ago

Mekanisme Kerja Hormon Secara Umum

MEKANISME KERJA HORMON I. PENDAHULUAN Organisme multiseluler memerlukan mekanisme untuk komunikasi antar sel agar dapat…

17 hours ago

Inilah Bahayanya Akibat Menghirup Asap Hasil Pembakaran

Asap yang dikeluarkan oleh jenis api (hutan, sikat, tanaman, struktur, ban, limbah atau pembakaran kayu)…

21 hours ago

This website uses cookies.