Inilah 8 Bahan Racun yang Ada dalam Asap Rokok dan Bahayanya Untuk Kesehatan

Posted on
Loading...

Buat Anda yang perokok, sebaiknya baca artikel ini sampai tuntas. Agar Anda bisa mengetahui sampai detil terkait kandungan racun apa saja yang ada di dalam asap rokok yang setiap hari Anda hisap itu.

Kandungan Racun dalam Asap Rokok

Komponen asap rokok yang dihisap oleh perokok terdiri dari bagian gas (85%) dan bagian partikel (15%). Rokok mengandung kurang lebih 4.000 jenis bahan kimia, dengan 40 jenis di antaranya bersifat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker), dan setidaknya 200 diantaranya berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida (Crofton, 2002). Zat-zat beracun yang terdapat dalam rokok antara lain adalah sebagai berikut :

a. Nikotin

Komponen ini paling banyak dijumpai di dalam rokok. Nikotin merupakan alkaloid yang bersifat stimulan dan pada dosis tinggi bersifat racun. Zat ini hanya ada dalam tembakau, sangat aktif dan mempengaruhi otak atau susunan saraf pusat, menyempitkan pembuluh perifer, dan juga memiliki karakteristik efek adiktif dan psikoaktif (Sitepoe, 2000).

b. Karbon Monoksida (CO)

Gas karbon monoksida (CO) adalah sejenis gas yang tidak memiliki bau. Unsur ini dihasilkan oleh pembakaran yang tidak sempurna dari unsur zat arang atau karbon.

Gas karbon monoksida bersifat toksik. Gas CO yang dihasilkan sebatang rokok dapat mencapai 3-6%, sedangkan CO yang dihisap oleh perokok paling rendah sejumlah 400 ppm (parts per million) sudah dapat meningkatkan kadar karboksihemoglobin dalam darah sejumlah 2-16% (Sitepoe, 2000).

c. Tar

Tar adalah senyawa polinuklin hidrokarbon aromatika yang bersifat karsinogenik. Tar dapat merusak sel paru karena dapat lengket dan menempel pada jalan nafas dan paru-paru sehingga mengakibatkan terjadinya kanker.

Pada saat rokok dihisap, tar masuk kedalam rongga mulut sebagai uap padat asap rokok, setelah dingin akan menjadi padat dan membentuk endapan berwarna coklat pada permukaan gigi, saluran pernafasan dan paru-paru. Pengendapan ini bervariasi antara 3-40 mg per batang rokok, sementara kadar tar dalam rokok berkisar 24-45 mg.

Pada rokok yang menggunakan filter dapat mengalami penurunan 5-15 mg. Efek karsinogenik tetap bisa masuk dalam paru-paru walaupun rokok diberi filter, yaitu hirupan pada saat merokok dalam, menghisap berkali-kali dan jumlah rokok yang dihisap banyak (Sitepoe, 2000).

d. Timah Hitam (Pb)

Pb yang dihasilkan oleh sebatang rokok sebanyak 0,5 ug. Satu bungkus rokok berisi 20 batang yang habis dihisap dalam satu hari akan menghasilkan 10 ug, sementara ambang batas bahaya timah hitam yang masuk ke dalam tubuh adalah 20 ug per hari (Sitepoe, 2000).

Loading...

e. Amoniak

Amoniak merupakan gas yang tidak berwarna yang terdiri dari nitrogen dan hidrogen. Zat ini baunya tajam dan sangat merangsang. Racun yang terdapat pada ammonia sangat keras sehingga jika masuk sedikit saja ke dalam peredaran darah maka akan mengakibatkan seseorang dapat pingsan atau koma (Sitepoe, 2000).

f. Hidrogen Sianida (HCN)

Hidrogen sianida merupakan sejenis gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan tidak memiliki rasa. Zat ini merupakan zat yang paling ringan, mudah terbakar dan sangat efisien untuk mengganggu pernapasan dan merusak saluran pernapasan. Sianida adalah salah satu zat yang mengandung racun yang sangat berbahaya. Sianida dalam jumlah kecil yang dimasukkan langsung ke dalam tubuh dapat mengakibatkan kematian (Sitepoe, 2000).

g. Nitrous Oxide

Nitrous oxide merupakan sejenis gas yang tidak berwarna. Nitrous oxide yang terhisap dapat menyebabkan hilangnya keseimbangan dan menyebabkan rasa sakit (Sitepoe, 2000).

h. Fenol

Fenol adalah campuran dari kristal yang dihasilkan dari distilasi beberapa zat organic seperti kayu dan arang, serta diperoleh dari tar arang. Zat ini beracun dan membahayakan karena terikat ke protein dan menghalangi aktivitas enzim (Sitepoe, 2000).

Bahaya Asap Rokok Bagi Kesehatan

Merokok telah diketahui dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Gangguan kesehatan ini dapat disebabkan oleh nikotin yang berasal dari asap perokok aktif dan asap perokok pasif. Gangguan kesehatan yang ditimbulkan dapat berupa bronchitis kronis, emfisema, kanker paru- paru, laring, mulut, faring, esofagus, kandung kemih, penyempitan pembuluh nadi dan lain- lain (Susanna et al, 2003).

Rusaknya paru sebagai target utama dan langsung terkena asap rokok dapat dijelaskan dengan adanya paparan agen kimia di dalam asap rokok, namun efek yang menyebabkan penyakit kronik pada sistem organ lain kemungkinan adalah hasil pajanan secara tidak langsung (Yanbaeva et al, 2007).

Merokok juga merupakan salah satu faktor risiko utama terhadap penyakit kardiovaskuler. Mekanisme potensial yang disebabkan merokok terhadap penyakit kardiovaskuler meliputi gangguan homeostasis, abnormalitas lipid, dan disfungsi endotel (Wannamethee et al, 2005).

Mekanisme inflamasi memegang peranan penting pada perkembangan atherosclerosis. Efek lokal maupun sistemik dari paparan asap rokok dapat dijelaskan melalui mekanisme stres oksidatif dan inflamasi (Pearson et al, 2003).

Loading...
Gravatar Image
Hanya seorang pelajar biasa yang ingin berbagi ilmu biologi kepada masyarakat via Pintar Biologi