Categories: Praktikum

Reagensia yang Diperlukan Untuk Pengamatan Mikroskopik

Loading...

Pengamatan mikroskopik memerlukan beberapa reagensia untuk memperjelas pengamatan sehingga obyek yang diamati dapat terlihat. Preparat segar pada umumnya mempunyai ketebalan tertentu sehingga belum memadai untuk membedakan komponen sel dengan jelas.

Gangguan pengamatan dalam preparat segar juga disebabkan oleh zat-zat yang terdapat dalam bahan. Gangguan dalam preparat segar dapat dikurangi dengan penambahan reagen tertentu yang dapat melarutkan beberapa zat penganggu. Reagensia juga dapat digunakan untuk mendeteksi komponen-komponen penyusun sel.

Reagensia yang Sering Digunakan

Reagensia yang sering digunakan dalam pengamatan mikroskopik adalah sebagai berikut.

Iodium dalam air (IKI)

Larutan ini dapat dipakai untuk mendeteksi butiran amilum yang terdapat di dalam preparat, dapat digunakan pula sebagai zat warna untuk inti sel, flagella, dan silia. Adanya amilum pada bahan ditandai dengan warna ungu kehitaman. Cara pembuatannya: 1 g Iodium (padat) ditambah 2 g Potasium Iodida (KI) atau Sodium Iodida (Na) digerus dalam mortar, kemudian diencerkan dengan aquadest sedikit demi sedikit sampai 100 ml. larutan selanjutnya disimpan ditempat gelap.

Kloral Hidrat (Chloral Hydrate)

Larutan ini diperlukan untuk menjernihkan preparat (Clearing agent). Indeks bias larutan ini 1,44-1,48. Kloral hidrat berbentuk kristal putih bening dan bersifat higroskopik, maka penyimpanannya harus kedap terhadap uap air karena akan mencair. Larutan kloral hidrat dibuat dengan menimbang 50 g kloral hidrat dilarutkan dalam 20ml aquadest, sebaiknya larutan disimpan dalam botol gelap. Larutan ini dapat melarutkan butir amilum sehingga jangan digunakan untuk pengamatan bentuk butir amilum. Dinding sel akan tampak jelas setelah penambahan larutan ini. Kristal kalsium oksalat juga larut tetapi sangat lambat biasanya sekitar 3-4 minggu terendam dalam larutan ini, kristal kalsium oksalat baru larut sempurna.

Asam Asetat Glasial

Larutan ini mendeteksi adanya kristal kalsium oksalat dalam sel. Asam asetat tidak dapat melarutkan kristal Ca oksalat.

Asam Klorida (HCL) Pekat: 25-31%
Larutan ini dipergunakan untuk mendeteksi kristal Ca oksalat dan kalsium karbonat dalam sel. Pembuatan larutan asam kuat dengan konsentrasi tertentu dilakukan dengan cara memasukkan aquadest terlebih dahulu ke dalam labu takar kemudian menuangkan asam kuat yang akan diencerkan secara perlahan-lahan melalui dinding tempat larutan sampai batas volume yang diinginkan.

Floroglusin (Phloroglucinol)

Larutan ini dapat digunakan untuk mendeteksi lignin jika ditambah HCl pekat dengan volume sama. Penambahan HCl dan floroglusin dilakukan bersama pada preparat, untuk mempercepat reaksi kadang-kadang perlu pemanasan, tetapi preparat harus dijaga agar tidak sampai kering. Larutan ini dibuat dengan cara melarutkan 1 g floroglusin dalam 100 ml alkohol 95%. Preparat yang mengandung lignin akan berwarna merah.

Reagen Millon

Larutan ini dapat digunakan untuk mendeteksi adanya butir aleuron dalam preparat. Cara membuatnya: sebanyak 1 ml Hg (merkuri) dilarutkan dalam 9 ml HNO3 pekat berasap, jagalah suhu tetap dingin selama terjadi reaksi (misalnya tempatnya dibungkus lap basah, atau dimasukkan ke dalam air). Setelah merkuri larut sempurna, volumenya diencerkan dengan aquadest yang sama banyak. Protein akan berwarna kuning atau merah bata jika bereaksi dengan cairan ini.

Loading...

Sudan III atau IV

Larutan ini digunakan untuk mendeteksi minyak dan suberin atau kutin yang terdapat pada preparat. Cara membuatnya: sebanyak 0,01 g sudan III dilarutkan dalam alkohol 70% kemudian ditambah 5 ml gliserin. Suberin dan kutin akan berwarna merah, meskipun dipanaskan warna merah tetap ada. Minyak dan minyak atsiri juga akan berwarna merah tetapi bila dipanaskan warna merah akan hilang.

Asam Pikrat

Larutan ini mendeteksi adanya butir aleuron dalam preparat, selain itu berguna sebagai larutan fiksatif jaringan berkitin. Cara membuatnya: sebanyak 1 g asam pikrat dalam 95 ml aquadest. Untuk melihat butir aleuron dan jamur (fungi) digunakan larutan dalam alkohol. Larutan ini mengubah butir aleuron berwarna kuning.

Regaen Mayer

Reagen ini dapat digunakan untuk mendeteksi adanya alkaloid. Cara pembuatannya: a, sebanyak 1,36 g merkuri (Hg II) diencerkan dengan 60 ml aquadest; 5 g KI dilarutankan dalam 20 ml aquadest; setelah itu dicampurkan a dan b dan ditambah aquadest sampai volume 100 ml. alkaloid akan mengendap, endapan yang terbentuk berwarna putih.

Biru Metilen

Larutan ini dapat digunakan untuk mendeteksi sel yang hidup. Cara membuatnya: sebanyak 1 g biru metilen dilarutkan dalam alkohol 70% (aquadest) sampai volume 100 ml. jaringan yang hidup akan berwarna biru.

Feri Klorida (FeCl3)

Larutan ini digunakan untuk identifikasi tanin yang terkandung dalam preparat. Cara membuatnya: sebanyak 5 g FeCl3 dilarutkan dalam aquadest sampai 100 ml. sebaiknya larutan ini disimpan dalam botol gelap. Adanya tanin ditandai dengan munculnya warna biru-kehitaman.

Tinta Bak

Tinta ini digunakan untuk mendeteksi adanya lendir dalam preparat. Sel lendir tidak bereaksi dengan tinta bak sehingga sel lendir akan berwarna jernih di antara sel-sel yang berwarna hitam.

Alkohol 70%

Larutan ini digunakan untuk melarutkan minyak dalam preparat dan klorofil.

Gliserin 5-10%

Larutan ini digunakan untuk mengawetkan preparat.

Kalium Hidroksida 3%

Larutan ini digunakan untuk menjernihkan preparat supaya dapat diamati dengan jelas.

Anilin Sulfat

Larutan ini dapat digunakan untuk mendeteksi adanya lignin. Lignin akan berwarna kuning. Cara pembuatannya: sebanyak 1 g aniline sulfat dilarutkan dalam 10ml asam sulfur (0,1 N) kemudian ditambahkan 89 ml alkohol 70%.

Catatan

Selain dengan kloral hidrat, leaf clearing dapat dilakuakn dengan merendam potongan daun dengan alkohol 70%, kalau perlu dilakukan pemanasan di atas water bath. Setelah larutan berwarna hijau, alkohol dibuang, diganti dengan alkohol yang baru sampai alkohol tidak berwarna lagi.

Selanjutnya daun yang sudah tidak berwarna ditambah dengan KOH 10%, direndam selama 1-2 jam, segera KOH dibuang kemudian dicuci dengan aquadest tiga kali dan diberi larutan gliserin 5% untuk mengawetkan preparat. Preparat ini dapat dipergunakan untuk menghitung kristal Ca oksalat, stomata, dan sebagainya.

admin

Hanya seorang pelajar biasa yang ingin berbagi ilmu biologi kepada masyarakat via Pintar Biologi

Recent Posts

√ Daftar Istilah-Istilah Genetika dan Artinya

Daftar Istilah-Istilah Genetika dan Artinya - Pembahasan terkait istilah-istilah dalam Genetika sebenarnya sudah pernah dibahas…

50 mins ago

√ Sejarah Perkembangan Hidrobiologi (Limnologi)

Pendahuluan Sejarah perkembangannya dimulai dari tulisan Euclid (+ 300 SM), tentang optik, yang selanjutnya mengilhami…

5 hours ago

√ Sistem Pernafasan Pada Manusia: Jenis Organ dan Mekanismenya

Sistem Pernafasan Manusia: Jenis Organ dan Mekanismenya - Pernafasan berguna untuk pertukaran gas oksigen dan…

9 hours ago

√ 16 Istilah Penting Seputar Virus dan Pembahasannya Lengkap

Beberapa istilah penting seputar virus, penyakit yang disebabkan oleh virus, replikasi atau reproduksi virus dan…

13 hours ago

√ 9 Jenis Penyakit yang Disebabkan Oleh Virus Berdasarkan Sumber Penularannya

9 Jenis Penyakit yang Disebabkan Oleh Virus Berdasarkan Sumber Penularannya - Berdasarkan sumber penularannya, penyakit…

17 hours ago

√ Penjelasan Lengkap Replikasi Virus Secara Litik dan Lisogenik

Pendahuluan Virus berasal dari bahasa Yunani venom yang berarti racun. Para ahli biologi terus mengungkap…

21 hours ago

This website uses cookies.