Sistem Pengeluaran (Ekskresi)

Posted on
Loading...

PintarBiolgi.com | Salah satu ciri mahluk hidup adalah mengolah makanan. Oleh tubuh, zat-zat makanan diubah menjadi energi. Proses pengubahan zat makanan menjadi energi menyisakan limbah. Limbah yang dihasilkan berupa zat-zat sisa metabolisme.

Peta Konsep:

Sistem Pengeluaran (Ekskresi)

– Zat limbah tersebut harus dibuang agar tidak meracuni tubuh. Proses pembuangan zat-zat sisa metabolisme disebut proses pengeluaran ( ekskresi ).
– Ada tiga jenis proses pengeluaran pada manusia, yaitu:

Sistem Pengeluaran (Ekskresi)

PARU-PARU

– Selain sebagai alat pernafasan, paru-paru juga berperan sebagai alat ekskresi.
– Paru-paru mengekskresikan karbondioksida (CO2) dan uap air (H2O)
– Sekitar 75% CO2 yang diangkut dalam darah berbentuk senyawa HCO3 (asam bikarbonat), sisanya sekitar 25% diikat oleh Hb menjadi HbCO2 (karboksi hemoglobin). Namun akhirnya CO2 dan uap air dikeluarkan melalui udara yang dihembuskan.

GINJAL

– Ginjal merupakan alat penyaring darah yang berbentuk seperti kacang merah.
– Ginjal manusia terdiri atas 2 buah dengan panjang 10 – 15 cm dengan berat 200 gram
– Ginjal terletak di dalam rongga perut bagian belakang agak ke atas dan didekat tulang belakang.
– Ginjal sebelah kiri lebih tinggi dari ginjal sebelah kanan. Tepat diatas ginjal kanan terdapat hati yang banyak menempati ruangan.
– Ginjal tersusun atas ribuan nefron. Nefron merupakan satuan struktural dan fungsional terkecil pada ginjal.

Berikut ini merupakan struktur anatomi ginjal:

Sistem Pengeluaran (Ekskresi)

Ginjal terdiri atas 3 bagian, yaitu :
1. Kulit ginjal ( korteks ) :
– Terdapat banyak badan malphigi yang tersusun atas glomelurus dan simpai bowman.
– Pada kulit ginjal terjadi filtrasi (penyaringan) darah.
2. Sumsum ginjal ( medula ) :
– Berbentuk kerucut.
– Merupakan tempat berkumpulnya pembuluh halus lanjutan dari simpai bowman.
– Di dalam medula akan terjadi proses-proses sebagai berikut:
a. reabsorbsi (penyerapan kembali) zat-zat yang masih berguna bagi tubuh, proses ini dilakukan oleh tubulus kontortus proksimal
b. augmentasi (penambahan zat-zat tertentu) oleh tubulus kontortus distal.
3. Rongga ginjal ( pelvis ) :
– Rongga ginjal menjadi tempat penampungan urine sementara.
– Rongga ginjal berhubungan dengan ureter.

Proses terbentuknya urine di dalam nefron ginjal :

Sistem Pengeluaran (Ekskresi)

– Filtrasi : Proses penyaringan darah. Terjadi di glomelurus dan kapsula bowman. Hasilnya urine primer.
– Reabsorbsi : Proses penyerapan kembali zat-zat yang masih diperlukan oleh tubuh. Terjadi di tubulus kontortus proksimal. Hasilnya urine sekunder
– Augmentasi : Proses penambahan zat-zat yang tidak diperlukan lagi oleh tubuh. Terjadi di tubulus kontortus distal. Hasilnya urine tersier.

Kandungan urin :
Urin yang normal memgandung bahan-bahan :
– Air, urea dan amonia yang merupakan sisa pembongkaran protein.
– Garam-garam mineral.
– Zat warna empedu yang memberi warna kuning pada urin.
– Zat-zat yang berlebihan dalam darah seperti vitamin A , B , C , obat-obatan, dan hormon.

Faktor yang mempengaruhi pengeluaran urine :
– Banyaknya air yang diminum, kelebihan air didalam tubuh akan di keluarkan lewat ginjal berupa urine atau lewat kulit berupa keringat
– Hormon ADH (Antidiuretik Hormon). Hormon ini dihasilkan oleh kelenjar hipofisis posterior. Semakin tinggi kadar ADH dalam darah semakin sedikit urine yang dikeluarkan, begitu pula sebaliknya.
– Banyaknya garam dalam darah yang harus dikeluarkan.

Proses pengeluaran urine :

Sistem Pengeluaran (Ekskresi)

KULIT

Sistem Pengeluaran (Ekskresi)

– Kulit manusia terdiri dari tiga lapisan meliputi kulit ari (epidermis), kulit jangat (dermis) dan jaringan ikat bawah kulit.
– Kulit merupakan bagian dari alat ekskresi karena mengeluarkan keringat.
– Pengeluaran keringat berfungsi untuk mengatur suhu tubuh. Jika tubuh panas karena melakukan aktivitas atau saat suhu udara panas, keringat akan keluar dan menguap sehingga suhu tubuh menurun.
– Keringat tidak hanya mengandung air, tetapi juga membawa zat-zat sisa lain seperti urea, amoniak dan garam-garam mineral.
– Ginjal dan kulit adalah organ ekskresi yang saling melengkapi. Jika suhu udara rendah ( dingin ), sebagian besar zat sisa dibuang dalam bentuk urine. Sedangkan, jika suhu tinggi ( panas ), zat sisa dibuang lewat keringat.

Loading...

HATI

Sistem Pengeluaran (Ekskresi)

– Hati terletak di dalam rongga sebelah perut sebelah kanan, tepat dibawah sekat rongga dada.
– Hati berwarna merah kecoklatan dan merupakan kelenjar terbesar yang terdapat didalam tubuh manusia.
– Hati mensekresikan cairan empedu dan berperan dalam pembuangan zat racun seperti amoniak dan urea. Amoniak dan urea akan dibuang lewat urine melalui ginjal.

Perombakan protein dan pembentukan UREA di hati:
1. Protein => Asam amino => NH3  + H2O + O2  + E
2. NH3  + CO2  diikat oleh ornitin => Citrulin
3. NH3  + Citrulin => Arginin
4. Arginin => Ornitin + H2O + Urea

Hati juga berfungsi untuk :
– Membuat empedu yang berfungsi untuk mengemulsikan lemak
– Menawarkan bermacam-macam racun
– Menyimpan gula dalam bentuk gula otot atau glikogen
– Tempat perombakan protein
– mengatur kadar gula dalam darah.

Kelainan dan gangguan pada sistem Ekskresi :

1. Gagal Ginjal :
– Adalah kelainan ginjal yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya ( sebagai alat penyaring darah ).
– Ada dua macam gagal ginjal yaitu gagal ginjal yang bersifat sementara dan gagal ginjal tetap.
– Penderita gagal ginjal sementara dapat ditolong dengan cuci darah berkala dengan menggunakan alat yang disebut dialisator.

Tekniknya :
– Darah dari penderita dikeluarkan dari arteri, melewati perangkap gelembung, dan masuk ke dalam dialisator. Darah yang sudah dicuci kemudian dikembalikan ke urat dalam lengan.
– Penderita gagal ginjal tetap dapat ditolong dengan mencangkok ginjal. Ginjal sakit yang dimiliki penderita diambil, arteri dan uratnya diikat ( agar putus hubungan), kecuali cabang yang berhubungan dengan kelenjar adrenal, kemudian ginjal yang sakit diganti ginjal yang sehat dari donor yang sesuai

2. Batu Ginjal :
– Batu ginjal terbentuk karena adanya endapan garam kalsium yang makin lama makin mengeras dan membesar.
– Endapan ini pada mulanya terdapat di rongga ginjal, kemudian terbawa arus urine, juga terdapat di ureter dan kantong kemih.
– Batu ginjal dapat dihilangkan dengan beberapa cara antara lain dengan pengobatan, yaitu mengkonsumsi obat yang dapat menghancurkan batu ginjal.
– Namun bila dengan pengobatan sulit hancur dapat dilakukan dengan pembedahan untuk mengambil batu ginjal tersebut.

3. Diabetes Insipidus :
– Adalah suatu penyakit yang penderitanya mengeluarkan urine terlalu banyak.
– Penyebab penyakit ini adalah kekurangan hormon ADH ( Anti Diuretic Hormone ), yaitu hormon yang mempengaruhi proses reabsorbsi cairan pada ginjal.
– Bila kekurangan hormon ADH, jumlah urine dapat meningkat sampai 30 kali lipat.

4. Nefritis :
– Adalah peradangan pada nefron terutama glomerulus.
– Penyebabnya adalah infeksi bakteri Streptococcus.

5. Biduran :
– Biduran ditandai dengan timbulnya bentol-bentol yang tidak beraturan dan terasa gatal. Biduran dapat berlangsung beberapa jam dan dapat juga berlangsung berhari-hari.
– Jika penyakit ini disebabkan oleh alergi, maka cara pencegahannya adalah dengan menghindari bahan makanan ( produk kimia ) yang menyebabkan alergi.
– Pengobatan dapat dilakukan dengan menggunakan obat yang yang mengandung anti alergi.

6. Hepatitis :
– Adalah radang hati yang disebabkan oleh virus.
– Virus hepatitis ada beberapa macam, misalnya virus hepatitis A , hepatitis B dan hepatitis C.
– Hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis C lebih berbahaya dibanding B, dan B lebih berbahaya daripada hepatitis A.

7. Asma :
– Asma merupakan penyempitan saluran pernapasan utama pada paru-paru.
– Gejala penyakit ini ditandai dengan susah untuk bernapas ( sesak napas ).
– Penyakit ini tidak menular dan bersifat menurun.
– Kondisi lingkungan yang udaranya tidak sehat atau telah tercemar akan memicu serangan asma.

8. Tuberculosis (TBC) :
– TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.
– Bakteri ini menyerang paru-paru sehingga pada bagian dalam alveolus terdapat bintil-bintil.
– TBC dapat menyebabkan kematian. Sebagian besar orang yang terinfeksi oleh bakteri tuberculosis menderita TBC tanpa mengalami gejala, hal ini disebut latent tuberculosis.
– Apabila penderita latent tuberculosis tidak menerima pengobatan maka akan berkembang manjadi active tuberculosis.
– Active tuberculosis adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh tidak mampu untuk melawan bakteri tuberculosis yang terdapat dalam tubuh, sehingga menimbulkan infeksi terutama pada paru-paru.

9. Diabetes Melitus :
– Adalah suatu penyakit yang penderitanya mengeluarkan urine yang mengandung banyak glukosa
– Penyebab penyakit ini adalah rendahnya kadar hormon insulin yang berfungsi untuk mengubah glukosa menjadi glikogen.

10. Albuminuria :
– Adalah suatu penyakit yang penderitanya mengeluarkan urine yang mengandung protein.
– Penyabab penyakit ini adalah kerusakan pada glomelurus yang tidak mampu menyaring protein.

11. Sistisis :
– Adalah radang kantung kemih terutama bagian mukosa dan sub mukosa
– Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri, zat kimia atau luka.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published.